Facebook Twitter Google RSS

Kisah Mahabharata

Kabar Unik

Dunia Misteri

Sejarah Indonesia

Inilah tampang menyeramkan si wanita vampir

Aries Munandi     4:22 AM  
Maria Jose Cristerna adalah seorang ibu dari empat orang anak, seorang seniman tato yang juga seorang mantan pengacara.

Namun kelakukan ibu yang satu ini cukup mengerikan, ia mentato hampir seluruh tubuhnya dan memodifikasi kulitnya dengan memasang implan bawah kulit yang membuat kulitnya tampak menonjol seperti tanduk!.

Dengan penampilannya yang menyeramkan itu Maria menjadi terkenal dan banyak mengisi acara-acara televisi bahkan dijuluki sebagai Wanita Vampir.


Foto:  Maria J. Cristerna


Foto:  Maria J. Cristerna


Foto:  Maria J. Cristerna


 Foto:  Maria J. Cristerna


 Foto:  Maria J. Cristerna


Foto:  Maria J. Cristerna


Srikandi ksatria wanita berhati baja

Aries Munandi     3:35 AM  
Srikandi dalam budaya kita merupakan sosok perempuan tangguh yang juga seorang istri dari Arjuna sang Ksatria Panengah Pandawa. 

Dalam Mahabharata dikisahkan bahwa Srikandi terlahir dalam wujud seorang wanita namun karena sejak kecil Srikandi diasuh laksana seorang pria, alhasil Srikandi dikisahkan menjadi seorang ksatria wanita berhati baja.

Baik versi Mahabharata dan versi pewayangan Jawa, kisah mengenai Srikandi tidak jauh berbeda, hanya saja dalam versi Jawa Srikandi disebutkan menikah dengan Arjuna. Lalu siapakah sosok Srikandi ini sebenarnya? Mari kita cari tahu kisahnya berikut ini. 


Sebuah awal dari kisah

Diceritakan Raja Sentanu memiliki seorang putra dari Dwi Gangga yang diberi nama Dewabrata atau Bhisma. Selain itu Ia pun memiliki dua orang putra lagi dari hasil perkawinannya dengan Dewi Setyawati yang bernama Chitrangada dan Wicitrawirya. Lantaran telah bersumpah untuk tidak kawin seumur hidupnya (Sukla Brahmacari) membuat Bhisma tidak bisa naik tahta. 



Srikandi dan Arjuna

Chitrangada kemudian memimpin kerajaan tersebut sampai akhirnya ia tewas dalam perang melawan Gandarwa. Saat itu, Wicitrawirya belum cukup umur untuk menjadi raja, tampuk pemerintahan pun dijalankan oleh Bhisma.

Tiba saatnya Wicitrawirya untuk memilih permaisurinya. Bhisma pun pergi ke Istana Raja Kasi karena ia mendengar sang raja akan mengadakan sayembara untuk putri-putrinya. Bhisma ikut atas nama adiknya, Wicitrawirya. Namun, peserta lain tidak tahu sehingga mereka mencemooh Bhisma telah lupa akan sumpahnya.

Bhisma kemudian marah besar dan menantang semua pangeran yang hadir. Bhisma pun memenangkannya dan sekaligus memboyong ketiga putri, Amba, Ambika, dan Ambalika untuk Wicitrawirya.

Raja Salwa dari Kerajaan Saubala kemudian menghadang perjalanan mereka. Raja Salwa dan Amba sebenarnya sudah menjalin kasih dan sama sama suka. Namun, Bhisma dapat menaklukkan Raja Salwa dan akhirnya melanjutkan perjalanannya ke Hastinapura.

Pernikahan Wicitrawirya dengan ketiga putri tersebut sudah disiapkan dengan baik. Amba kemudian memohon kepada Bhisma karena sesuai ajaran kitab suci (Veda), Amba sudah memilih Salwa menjadi suaminya. Bhisma pun mengantarkan Amba kepada Salwa. Sayangnya, Salwa sudah merasa terhina dan menolak untuk menikahi Amba.

Namun ketika mereka kembali ke Hastinapura, Wicitrawirya menolak menikahi Amba yang sudah memiliki laki-laki lain, Amba kemudian memohon agar Bhisma menikahinya, tetapi hal itu tak mungkin dilakukan oleh Bhisma yang telah terikat oleh sumpahnya.



Selama enam tahun Amba menjalani sisa hidupnya dengan penderitaan. Kesedihannya telah berubah menjadi rasa benci yang berbuah dendam pada Bhisma yang ia anggap telah merusak jalan hidupnya.

Tak ada satupun ksatria yang mampu dan mau mengalahkan Bhisma. Akhirnya, Amba melakukan tapa yang sangat berat dan memohon berkat kepada Dewi Subrahmanya. Dewi Subrahmanya memberikannya kalung bunga teratai. Siapapun yang menggunakan kalung itu akan menjadi musuh Bhisma.

Sekali lagi Amba mencari ksatria untuk menolongnya, namun sia sia. Ia kemudian memohon kepada Raja Drupada, tetap saja ditolak. Amba akhirnya meninggalkan kalung bunga teratai itu di pintu gerbang istana Raja Drupada, lalu ia mengembara ke hutan.

Parasurama iba melihat kesedihan Amba dan bersedia melawan Bhisma. Namun, tetap saja Bhisma yang menang. Amba putus asa, tidak ada manusia yang dapat menolongnya. Kemudian ia pergi ke Himalaya dan bertapa memohon belas kasih Dewa Siwa. Dewa Siwa pun merestuinya pada kehidupan selanjutnya Amba akan dapat membunuh Bhisma sendiri.

Srikandi titisan Dewi Amba

Diceritakan mengenai kelahiran Srikandi yang merpakan putri dari Raja Drupada dan Dewi Gandawati. Beberapa tahun kemudian, Srikandi melihat sebuah kalung bunga teratai (puspamala) yang tergantung yang digantungnya dalam masa kehidupan sebelumnya.



Kalung itu tetap berada di sana tanpa ada yang berani menyentuhnya. Srikandi pun memberanikan diri menggunakan kalung itu, dan ketika Raja Drupada melihat hal itu ia pun marah dan memutuskan untuk mengasingkan putrinya itu ke dalam hutan.

Selama di hutan Srikandi melakukan tapa dan secara ajaib ia berubah menjadi seorang laki-laki, dalam versi lain diceritakan bahwa Srikandi di usir oleh Drupada setelah mengetahui bahwa Srikandi akan menjadi musuh Bhisma ketika menyentuh kalung itu, dari pada menanggung resiko dimusuhi oleh Bhisma ia pun mengusir Srikandi ke dalam hutan dan di hutan Srikandi bertemu dengan seorang yaksa yang kemudian menukar jenis kelaminnya pada Srikandi, dan setelah kematiannya kejantannya kembali diberikan pada yaksa.




Dalam kisah pewayangan Jawa, Srikandi lahir karena keinginan kedua orangtuanya yaitu Drupada dan Dewi Gandawati yang ingin melahirkan anaknya dengan normal. Karena sebelumnya, kakak-kakak dari Srikandi ini terlahir melalui sebuah ritual upacara yaitu Dewi Drupadi dan Drestadyumna yang terlahir dari puja semadi, di mana Drupadi terlahir dari bara api sedangkan Drestadyumna terlahir dari asapnya.

Kiprah Srikandi dalam Bharatayuddha

Sesuai usulan dari Krishna, para Pandawa meminta pada Srikandi agar menjadi kusir kereta Arjuna menggantikan Krishna, karena hanya itulah cara yang bisa dilakukan untuk mengalahkan Bhisma panglima perang Kurawa.



Di Medan Perang di Kurukshetra itu, Bhisma menyadari bahwa Srikandi adalah reinkarnasi dari Amba yang pernah mengutuknya. Sesuai dengan tata krama perang Bhisma tidak mungkin melawan seorang wanita, terlebih Bhisma pernah bersumpah akan menanggalkan seluruh senjatanya ketika menghadapi kematiannya.



Satu buah busur panah berhasil membuat Bhisma tersungkur, dan dengan demikian Arjuna dna para Pandawa yang semula ragu memanah kakek kesayangan mereka itu pun mulai menyerang dengan ratusan anak panah yang langsung menancap di seluruh tubuh Bhisma.


Setelah perang bharatayuddha selesai, Srikandi dibunuh oleh Aswatama yang menyusup di tengah malam untuk membunuh para Pandawa. Dalam peristiwa itu lima orang anak Pandawa dari Drupadi meninggal dibunuh oleh Aswatama yang menyangka mereka sebagai Pandawa lima.

Otzi si manusia es dengan tujuh kutukan

Aries Munandi     12:13 PM  
Pada tangga 19 September tahun 1991, dua orang wisatawan asal Jerman yang sedang melakukan pendakian di Pegunungan Alpen terkejut ketika melihat onggokan berwarna coklat yang tertutupi oleh es. 

Mereka tambah terkejut lagi saat mengetahui bahwa onggokan itu ternyata mayat manusia yang sebagian tubuhnya terbenam dalam bongkahan es. Mereka beranggapan mayat tersebut adalah mayat seorang turis yang mengalami kecelakaan di area tersebut. 



Tapi anggapan mereka ternyata salah, sosok mayat tersebut adalah mumi manusia tertua yang pernah di temukan, yang diawetkan secara alami. Bagaimana tidak, jasad yang masih awet tersebut berusia 5.300 tahun yang kemudian dikenal dengan nama Otzi The Iceman.

Setelah penemuan mumi tersebut dilaporkan, banyak ilmuwan dan arkeolog yang tertarik ingin menelitinya, namun melepas jasad dari bongkahan batu yang telah menjepitnya beribu-ribu tahun itu tentu bukan hal yang mudah, ditambah lokasi yang kurang bersahabat membuat peralatan yang digunakannya cukup terbatas. Mumi tersebut berhasil dilepaskan setelah 4 hari kemudian yaitu pada tanggal 23 September 1991. 



Jenazah Otzi kemudian diterbangkan ke kota Vent dengan menggunakan helikopter. Mumi itu dibawa ke Institut Kedokteran Forensik di Innsbruck untuk dilakukan penelitian yang kemudian diketahui bahwa mumi itu meninggal pada tahun 3000 SM dan merupakan salah satu penemuan arkeologi paling menakjubkan di era sekarang. 


Siapakah Otzi?

Setelah melalui proses penelitian yang panjang, Otzi diketahui adalah seorang pria yang hidup antara tahun 3350 sampai 3100 SM pada era Chalcolithic. Tingginya sekitar 5 meter, ia meninggal pada usia 46 tahun. Juga diketahui Otzi menderita arthritis. Seperti dikutip dari History1900s.

Pakaian yang dikenakan Otzi juga sangat rinci. Otzi memakai topi bulu, jaket bulu domba yang ditutupi mantel rumput tahan cuaca, sepatu kulit setinggi lutut dilapis rumput sebagai penyekat.



Otzi juga membawa sejumlah peralatan ketika ia meninggal, diantaranya kapak yang terbuat dari tembaga, pisau batu, busur dan anak panah. Ia juga memiliki pemantik api yang berisi potongan-potongan tanaman berbeda, batu dan pirit untuk membuat percikan api.

Pemeriksaan terhadap Otzi menunjukkan kerusakan yang parah pada giginya. Ada kemungkinan ia memakan butiran-butiran kerikil kasar dan menggunakan giginya sebagai alat. Kuku-kuku jari Otzi menunjukkan bahwa dia sering melakukan pekerjaan yang kasar.

Analisis DNA juga membuktikan bahwa ia rawan terkena penyakit-penyakit berat. Mungkin, hal inilah yang menyebabkan Otzi tak kuat menghadapi cuaca buruk yang membekukannya sampai mati. Selama diotopsi, organ-organ dalam Otzi diperiksa, dan hasil otopsi menunjukkan bahwa semua organ berada dalam keadaan baik tetapi paru-parunya menghitam. Diperkirakan karena Otzi sering menghirup asap perapian.



Otzi memiliki 57 tato di tubuhnya, menurut para peneliti, hal itu hampir menyamai akupuntur modern yang biasa dilakukan untuk mengobati berbagai gejala penyakit.

Analisis menunjukkan bahwa Otzil ternyata juga  menderita osteoarthrosis dan parasit usus. Hasil analisis pada tulangnya, diketahui bahwa Otzi kerap melakukan perjalanan jauh, menapaki jalan panjang yang kasar dan berbukit.

Teka-teki kematiannya pun masih mejadi misteri. Awalnya ia diyakini meninggal karena kedinginan, namun hasil X-ray pada tahun 2001 menguak bahwa ada ada anak panah yang pernah bersarang di bahunya. Hasil CT scan pada tahun 2005 menduga anak panah itu menembus salah satu arteri Otzi -- kemungkinan besar jadi penyebabnya kematiannya.

Analisis DNA pada 4 sampel darah berbeda yang ada pada baju dan peralatannya juga menimbulkan spekulasi lain bahwa Otzi tewas akibat dibunuh.



Studi yang dilakukan pada tahun 2013 dan dimuat pada jurnal Forensic Science International: Genetics, menemukan bahwa Otzi punya setidaknya 19 kerabat laki-laki dari pihak ayah.

"Kita bisa mengatakan bahwa manusia es itu dan 19 kerabat itu berbagi nenek moyang yang sama, yang mungkin telah hidup 10.000 sampai 12.000 tahun yang lalu," kata salah satu penulis studi Walther Parson, ilmuwan forensik dari Institute of Legal Medicine di Innsbruck, Austria seperti dimuat Huffington Post.

Temuan para kerabat Otzi dilakukan tanpa sengaja. Kala itu Parson dan para koleganya sedang meneliti bagaimana geografi Alpen mungkin telah mempengaruhi genetika orang-orang di wilayah tersebut. Sebagai bagian dari studi, para ilmuwan menganalisa material genetik dari kromosom pria (Y) yang diturunkan dari pihak ayah -- dari 3.700 orang di wilayah itu.

7 'Kutukan' Otzi?

Kisah lain yang menarik soal Otzi adalah desas-desus soal kutukan yang menyertainya. Konon, menurut desas-desus, manusia purba itu merasa marah karena 'ketenangannya' selama 53 abad diganggu manusia.



Rumor adanya kutukan dimulai ketika turis yang menemukan mumi itu, Helmut Simon, meninggal dunia dalam badai salju saat hiking di tempat yang sama di mana ia melihat Otzi yang menyembul di es.

Hanya dalam waktu beberapa jam setelah pemakaman Simon, kepala tim penyelamat gunung yang ditugaskan untuk menemukannya, Dieter Warnecke, 45, meninggal karena serangan jantung.

Kemudian, pada bulan April 2005, arkeolog Konrad Spindler, 55, yang pertama kali memeriksa mayat Otzi, meninggal karena komplikasi multiple sclerosis.

Lalu, kepala tim forensik yang memeriksa Otzi,  Rainer Henn tewas dalam kecelakaan saat akan memberi kuliah soal manusia es itu. Pendaki gunung yang mengantar Henn ke mumi, Kurt Fritz tewas dalam insiden longsoran salju. Orang yang merekam evakuasi Otzi,  Rainer Hoelzl, meninggal akibat tumor otak.

Yang ketujuh, arkeolog molekul kelahiran AS, Tom Loy ditemukan tewas di rumahnya di Brisbane saat menyelesaikan sebuah buku tentang Otzi.

Namun kerabat dan rekan Loy membantah, itu terkait kutukan Otzi. "Loy tak percaya kutukan," kata salah satu kolega mendiang seperti dimuat situs Deutsche Welle. "Itu sekedar takhayul. Manusia pasti mati."

Tidak ada yang tahu pasti akan kebenaran dari kutukan tersebut, namun sosok Otzi si Manusia Es akan tetapi menjadi misteri. Jasad Otzi kini dipamerkan di Museum Arkeologi di South Tyrol, Bolzano, Italia.  

Abimanyu: gugurnya ksatria termuda dari Pandawa

Aries Munandi     4:32 PM  
Abimanyu (अभिमन्यु) merupakan salah seorang tokoh dari wiracarita Mahabharata yang merupakan putra Arjuna Panengah Pandawa dari salah satu isterinya Dewi Subadra. Abimanyu lah yang sebenarnya sudah ditetapkan sebagai penerus Yudhistira namun takdir berkata lain, Abimanyu gugur di medan perang Kurukshetra setelah terjebak dalam formasi mematikan dari pihak Kurawa. 

Abimanyu adalah sosok ksatria termuda yang gugur di pihak Pandawa, ketika pertempuran berlangsung Abimanyu saat itu baru berusia enam belas tahun. Abimanyu meninggalkan seorang istri yang bernama Dewi Utari yang tengah mengandung ( kelak anaknya akan diberi nama Parikesit dan menjadi penerus Pandawa). 


Sebagai seorang ksatria muda yang gagah berani ( Abhi artinya "berani" dan Ma'nyu artinya "tabiat") ia telah mengerti betul tentang formasi-formasi dalam perang, termasuk formasi mematikan yang sulit ditembus yaitu formasi Chakrawyuha yang telah dipelajarinya sejak masih dalam kandungan ibunya. 

Diceritakan ketika tengah mengandung, Arjuna berbicara dengan Subadra mengenai bagaimana cara memasuki Chakrawyuha, dan Abimanyi yang masih dalam dalam keadaan jabang bayi mendengarkan perbincangan itu dengan seksama, namun Subadra tertidur sehingga Arjuna tidak menceritakan bagaimana cara meloloskan diri jika terjebak dalam formasi mematikan tersebut. 


Abimanyu adalah keponakan Kresna dan Balarama, sehingga setelah lahir Abimanyu menghabiskan waktu kecilnya di Dwaraka untuk dilatih sebagai seorang ksatria oleh Kresna. Sedangkan istri Abimanyu, Uttari adalah puteri dari Raja Wirata. Hubungan para Pandawa dengan Raja Wirata memang sudah dekat sejak lama, bahkan ketika dalam masa pembuangan para Pandawa menyamar di Kerajaan Matsya milik Prabu Wirata tanpa diketahui olehnya. 

 Gugurnya Abimanyu 

Abimanyu gugur pada hari ke-13 dari Perang Bharatayuddha, ketika itu pihak Kurawa menantang para Pandawa untuk mematahkan formasi perang melingkar yang dikenal sebagai Chakrawyuha. Panda menerima tantangan tersebut karena Arjuna dan Kresna tahu bagaimana cara meloloskan dari dari formasi mematikan tersebut.

Saat itu Arjuna dan Kresna tengah bertarung dengan Raja Trigarta dan pasukan Samsaptaka, sehingga mengutus Abimanyu unntuk menerima tantangan tersebut. Abimanyu memang sudah mengetahui bagaimana cara memasuki formasi tersebut, tetapi ia justru tidak tahu bagaimana cara keluar dari formasi itu. 



Namun para Pandawa meyakinkan Abimanyu bahwa mereka akan menghancurkan formasi tersebut dan membantu Abimanyu keluar dari formasi Chakrawyuha yang dikenal mematikan itu.

Dengan cerdik dan lincahnya Abimanyu berhasil menembus barisan prajurit yang tersusun dalam formasi melingkar itu. Para Pandawa pun mencoba untuk mengikuti Abimanyu, namun ditengah perjalanan mereka dihadang oleh Jayadrata, Raja Sindhu yang menggunakan anugerah Siwa untuk menghalangi Pandawa mengikuti Abimanyu.  Alhasil Abimanyu harus bertempur sendirian melawan para pasukan Kurawa termasuk berhasil membunuh Laksmana yang adalah putra dari Duryodhana. 

Mengetahui hal itu Duryodhana marah besar, lalu mengepung Abimanyu dibantu oleh Dursashana, Karna, dan adik-adiknya yang lain. Karena gagal menghancrkan zirah Abimanyu, Karna menghancurkan busur Abimanyu dari belakang, dan menghancurkan kereta beserta kusir dan kudanya.  


Saat itu Abimanyu tidak memiliki senjata sama sekali, dan dengan liciknya para Kurawa kemudian mengeroyok Abimanyu. Resi Drona yang menyaksikan peristiwa itu pun tidak bisa berbuat banyak, ia memilih untuk membiarkan kelicikan Pandawa menyerang Abimanyu putra Arjuna dengan cara yang tidak jantan.


Meski hanya bertahan dari serangan Duryodhana dan adik-adiknya itu, namun Abimanyu tetap memberikan perlawanan meski tidak memegang senjata. Bahkan roda kereta yang hancur pun ia gunakan sebagai senjata untuk melawan Kurawa. Abimanyu gugur ketika putra Dursashana menancapkan pedangnya.

Pembalasan Arjuna 

Mengetahui Abimanyu gugur betapa sedihnya para Pandawa. Arjuna menyalahkan Jayadrata yang menghalang-halangi mereka membantu Abimanyu, lalu bersumpah akan membunuh Jayadrata pada hari berikutnya sebelum matahari tenggelam, dalam sumpahnya itu Arjuna berkata bahwa ia siap membakar diri jika sampai matahari tenggelam Jayadrata masih hidup. 

Pada keesokan harinya, Jayadrata tampak berada sangat jatuh dari jangkauan Arjuna, hal itu memang telah direncanakan. Mereka (Kurawa) ingin agar Arjuna tidak berhasil membunuh Jayadrata hingga matahari terbenam. Para Kurawa tengah mengulur-ngulur waktu dengan menyembunyikan Jayadrata dari pandangan Arjuna. 

Melihat hal tersebut, Kresna dengan segera menggunakan senjata Cakranya untuk menutupi matahari sehingga pada waktu itu tampak seperti matahari sudah tenggelam. Para Korawa yang menyangka hari sudah mulai gelap bersorak kemenangan, mereka menyangka Arjuna telah gagal menjalankan sumpahnya karena Jayadrata masih hidup sedangkan matahari sudah tenggelam. 

Kesempatan itu pun tidak disia-siakan oleh Jayadrata yang keluar dari tempat persembunyiannya untuk melihat kematian Arjuna yang akan membakar dirinya sendiri. Ketika Jayadrata berada dalam jarak yang cukup dekat dengan Arjuna, Kresna memanggil senjata cakranya itu, dan matahari kembali bersinar yang membuat para Kurawa merasa terkejut karena merasa telah tertipu. 


Arjuna mengangkat busur lalu melepas panahnya yang langsung melesat menuju ke arah kepala Jayadrata lalu terputuslah leher Jayadrata bertepatan dengan terbenamnya matahari.  Arjuna telah berhasil menunaikan sumpahnya untuk membunuh orang yang telah menghalang-halangi mereka menolong Abimanyu.

Abimanyu titisan Dewa Bulan 

Abimanyu merupakan titisan dari putra Dewa Bulan. Saat itu ketika sang Dewa Bulan ditanya oleh para dewa yang lain mengenai kepergian putranya ke bumi, ia membuat perjanjian bahwa putranya itu akan tinggal di bumi selama 16 tahun karena ia tidak dapat berpisah dengan putranya itu.  Kehidupan Abimanyu hanya berjalan selama 16 tahun dan pada usia yang ke-16 itulah Abimanyu kembali dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. 

 Kisah Parikesit putra Abimanyu 

Parikesit adalah nama jabang bayi yang tengah dikandung Uttari istri Abimanyu. Setelah kematiannya Uttari tampak sangat terpukul. Pada suatu malam setelah perang berakhir dengan kemenangan di pihak Pandawa, Aswathama menyelinap diam-diam ke tenga para Pandawa lalu membunuh lima orang yang sedang tertidur pulas di tenda tersebut, ia menyangka telah membunuh Pandawa namun sebenarnya ia hanya membunuh anak-anak mereka saja. 

Pandawa yang marah dengan kematian putra-putaranya itu kemudian mengejar Aswatama, Aswatama yang terpojok segera mengeluarkan senjata pamungkasnya yaitu Brahmaastra. Pandawa yang menyaksikan kedahsyatan dari senjata Brahmaastara menyuruh Arjuna untuk mengadukan juga Brahmaastra yang dimilikinya itu dengan milik Aswatama. 


Arjuna mengeluarkan senjata Brahmaastra miliknya, namun belum sempat diadukan Kresna datang dan menghentikan Arjuna dengan mengatakan bahwa kekuatan Brahmaastra diluar yang mereka ketahui, kekuatan dua senjata itu ketika beradu akan menghancurkan seluruh dunia dengan sekejap. 

Arjuna memanggil kembali Brahmaastranya, namun Aswatama tidak memiliki pengetahuan bagaimana cara memanggilnya. Sehingga ia menyuruh senjatanya itu untuk membunuh keturunan Pandawa agar para Pandawa tidak memiliki penerus mereka. Senjata itu pun melesat menuju kandungan Uttari dan membunuh janin yang berada di dalamnya.

Kresna mengetahui hal itu, dan mengutuk Aswatama untuk hidup abadi namun hidup dengan segala hinaan, seketika itu juga seluruh por-pori yang ada ditubuh Aswatama mengeluarkan darah dan nanah yang sangat berbau, Aswatama akan hidup selamanya dengan kondisi tersebut sampai dunia berakhir.

Janin Uttari yang mati oleh Brahmaastra kemudian dihidupkan kembali oleh Kresna, dan kelak janin itu akan terlahir menjadi seorang anak laki-laki yang gagah berani seperti Abimanyu dan memerintah seluruh kerajaan yang ada di Hastinapura. Anak itu bernama Parikesit



Wah ada lajur khusus pengguna ponsel di China

Aries Munandi     6:26 AM  
Saat ini teknologi tampaknya telah menguasai manusia. Di jalanan banyak kita temukan orang-orang yang berjalan dengan santainya dengan pandangan yang mengarah pada telepon seluler mereka, dan kadang disertai dengan gerakan jari yang sedang mengetikkan huruf-huruf di layar pesan singkat.  

Padahal dengan berjalan sambil memainkan handphone atau mengetik pesan singkat justru bisa mengurangi konsentrasi mereka ketika melangkah, dalam banyak kasus sering terjadi orang yang terjerembab atau terjatuh lantaran terlalu fokus dengan ponselnya itu.


Mencegah hal-hal buruk yang timbul akibat terlalu asyik bermain ponsel ketika berjalan, di China dibangun sebuah trotoar yang dikhususkan bagi orang-orang yang tidak bisa lepas dari gadget canggih mereka.  

Lajur khusus pengguna ponsel atau gadget dan smartphone itu merupakan yang pertama kalinya ada di dunia. Bentangan trotoar sepanjang 100 kaki yang terletak di Chongqing itu pun disulap menjadi jalur khusus yang penuh dengan gambar dan tulisan-tulisan di trotoar yang ditujukan bagi orang yang pandangannya selalu tertuju pada layar ponselnya itu. 


Ide pembuatan jalur khusus pengguna ponsel itu berasal dari Foreigner Street, sebuah proyek yang meniru acara televisi dari National Geographic pada awal tahun ini. Progam tersebut menemukan bahwa hanya beberapa orang saja yang merubah posisi jalannya ketika mendapati tulisan atau rambu - rambu di jalanan. 


Ide tersebut disambut dengan sangat baik oleh Kepolisian Tiongkok, mereka merasa dengan adanya tanda-tanda khusus di jalan trotoar khusus pengguna ponsel itu akan mengingatkan mereka untuk tidak selalu menggunakan ponselnya ketika berjalan untuk keselamatan dirinya. 

Hmm, mungkinkah bisa diterapkan di Indonesia? 

Wah ada kelas khusus Gamer di Universitas Korea Selatan

Aries Munandi     6:54 AM  
Bagi seorang gamer atau orang yang gemar bermain game, tentu akan memiliki keinginan untuk bisa kuliah di Universitas Sangmyung di Korea Selatan. 

Bagaimana tidak? Sebagai orang yang hobi bermain dengan konsol game, anda akan diwajibkan bermain PlayStation selama satu semester di Universitas tersebut!. Wah enak dong!

Ya, Universitas Sangmyung telah melakukan kerjasama dengan perusahaan konsol game terbesar dunia yaitu Sony Computer Entertainment untuk membuka kelas PlayStation pada musim panas tahun ini. 


Kelasnya itu akan dipenuhi dengan meja yang dilengkapi dengan DUALSHOCK® 4 dan bagi yang mengambil 3 SKS akan mendapatkan konsol PlayStation4 dan PS Vita. Di kelas itu nantiya pada mahasiswa dan dosen akan saling berdiskusi tentang sejarah video game, grafis yang digunakan, tata musik, mobile game, game online, hingga pemasaran dari game itu sendiri. 

Selain itu akan dihadirkan juga dosen tamu yang biasanya didatangkan dari kalangan selebritis terkenal. Mahasiswa yang ikut kelas tersebut akan memiliki kesempatan untuk mengunjungi studio-studio game yang ada di wilayahnya, untuk belajar lebih banyak mengenai game dan pembuatannya. 

Bahkan sesuai dengan sistem perkuliahan maka di kelas PlayStation tersebut akan ada ujian tengah semester atau ujian akhir semester seperti di universitas lainnya.




Dan yang menarik adalah, jika kelas tersebut sedang kosong atau tidak digunakan, para mahasiswanya boleh menggunakan waktunya itu untuk bermain game terbaru melalui konsol PlayStation 4

Dibeberapa negara seperti Jepang dan Korea Selatan, game bukan sekedar permainan untuk mengisi waktu. Para gamer yang ahli bermain game bisa menjual keahliannya itu dengan bekerja sebagai profesional yang memiliki gaji yang tinggi dan kompetisi yang sangat ketat. 

Contohnya adalah seorang pria di Jepang yang berpenghasilan lebih dari RP 112juta perbulan hanya untuk bermain game setiap harinya, silakan baca lagi di sini: 
 



Arjuna Ksatria Panengah Pandawa dalam Budaya Jawa

Aries Munandi     8:54 PM  
Arjuna, sang panengah Pandawa adalah tokoh yang sangat terkenal di Nusantara, kepopuleran Arjuna pun tampak dalam beberapa kakawin, seperti  Kakawin ArjunawiwāhaKakawin Pārthayajña, dan Kakawin Pārthāyana yang ditemukan di Jawa dab Bali. 

Setelah kemunculan film serial Mahabharat yang disiarkan di salah satu stasiun TV swasta di Indonesia, nama Arjuna kembali menjadi terkenal setelah diperankan oleh Shaheer Sheikh

Pada kali ini, kita akan berkenalan lebih lanjut dengan sosok Arjuna yang tidak terungkap dalam kisah Mahabharata versi India.

Dikisahkan Arjuna adalah anak anugerah Dewi Kunti dari Dewa Indra ketika suaminya Pandu merasa tidak bisa menggaulinya sebagaimana seorang suami setelah terkena kutukan dari seorang resi. 


Sebagai seorang ksatria, Arjuna adalah seorang yang gemar bertualang, bertapa dan berguru untuk menuntut ilmu. Guru-gurunya pun tidak sembarangan, ia pernah mengabdikan baktinya pada Resi Drona, juga pernah menjadi murid Resi Padmanaba dari Untarayana. Bahkan Arjuna pun pernah menjadi Brahmana di Mintaraga yang bergelar Bagawan Ciptaning.

Kiprahnya pun tidak sedikit, ia pernah menjadi ksatria unggulan para dewa yang dipilih untuk membinasakan Prabu Niwatakawaca, seorang raja raksasa dari negara Manimantaka sehinga atas jasanya itu Arjuna dinobatkan menjadi raja di Kahyangan Dewa Indra dengan gelar Prabu Karitin dan mendapatkan anugerah Pusaka-Pusaka sakti dari para dewa yaitu Gendewa dari Bhatara Indra, Panah Ardadadali dari Bhatara Kuwera, Panah Cundamanik dari Bhatara Narada. 

Arjuna memang memiliki sifat yang cerdik pandai, pendiam namun teliti, penuh sopan dan santun, berani dan suka melindungi pihak yang lemah. Ia juga yang memimpin Kadipaten Madukara yang berada dalam wilayah Amarta. Setelah perang Bharatayuddha berakhir, Arjuna menjadi raja di Negara Banakeling, bekas kerajaan Jayadrata. Kehidupan Arjuna berakhir dalam perjalanan sucinya ke Himalaya, ia meninggal dengan sempurna (moksa) bersama dengan saudaranya yang lain kecuali Yudhistira yang berhasil mendaki sampai puncaknya. 

Dalam pewayangan Jawa, Arjuna disebutkan sebagai petarung tanpa tanding di medan laga,memiliki tubuh ramping namun berparas rupawan, berhati lembut meski berkemauan baja, seorang ksatria dengan segudang istri tapi sangat setia pada keluarga-keluarganya itu. Dalam budaya dan tradisi Jawa Arjuna merupakan perwujudan lelaki sesungguhnya. 

Sebagai seorang ksatria sejati, Arjuna memiliki beberapa pusaka sakti lainnya, di antarnya : 
Keris Kiai Kalanadah yang diberikannya pada Gatotkaca ketika ia mempersunting Dewi Pergiwa (Putri Arjuna), Panah Sangkali yang didapatnya dari Resi Drona, Panah Candranila, Panah Sirsha, Panah Kiai Sarotama, Panah Pasupati dari Bhatara Guru, Panah Naracabala, Panah Ardhadhedhali, Keris kiai Baruna, Keris Pulanggeni yang kemudian diberikannya pada Abimanyu, Terompet Dewanata, Cupu yang berisi minyak Jayengkaton pemberian Bagawan Wilawuk dari Pringcendani, dan Kuda Ciptawilaha dengan Cambuk Kiai Pamuk. 

Selain memiliki beberapa senjata pusaka, Arjuna juga sangat menguasai beberapa mantera dan aji-ajian di antaranya Panglimunan, Tunggengmaya, Sepiangin, Mayabumi, Pengasihan dan Asmaragama. 

Dalam berpakaian Arjuna lebih mennyukai mengenakan pakaiaan yang melambangkan kebesaran yaitu Kampuh atau Kain Limarsawo lengkap dengan ikat pinggang Limarkatanggi, Gelung Minangkara, Kalung Candrakanta dan Cincin Mustika Ampal. 


Dalam Kisah Mahabharata versi India,Arjuna dikenal memiliki beberapa orang istri di antaranya Drupadi dan Subadra, namun dalam kisah pewayangan Jawa Arjuna memiliki banyak istri-istri yang siap melayaninya kapan saja, di antaranya adalah : 
  1. Dewi Subadra, berputra Raden Abimanyu;
  2. Dewi Sulastri, berputra Raden Sumitra;
  3. Dewi Larasati, berputra Raden Bratalaras;
  4. Dewi Ulupi atau Palupi, berputra Bambang Irawan;
  5. Dewi Jimambang, berputra Kumaladewa dan Kumalasakti;
  6. Dewi Ratri, berputra Bambang Wijanarka;
  7. Dewi Dresanala, berputra Raden Wisanggeni;
  8. Dewi Wilutama, berputra Bambang Wilugangga;
  9. Dewi Manuhara, berputra Endang Pregiwa dan Endang Pregiwati;
  10. Dewi Supraba, berputra Raden Prabakusuma;
  11. Dewi Antakawulan, berputra Bambang Antakadewa;
  12. Dewi Juwitaningrat, berputra Bambang Sumbada;
  13. Dewi Maheswara;
  14. Dewi Retno Kasimpar;
  15. Dewi Dyah Sarimaya;
  16. Dewi Srikandi.
Selain terkenal sebagai ksatria panengah Pandawa, Arjuna memiliki banyak julukan yang dialamatkan kepadanya, berikut beberapa nama dan julukan untuk Arjuna putera Pandu: 

Parta (pahlawan perang), Janaka (memiliki banyak istri), Pemadi (tampan), Dananjaya, Kumbaljali, Ciptaning Mintaraga (pendeta suci), Pandusiwi, Indratanaya (putra Batara Indra), Jahnawi (gesit trengginas), Palguna, Indrasuta, Danasmara (perayu ulung) dan Margana (suka menolong) "Begawan Mintaraga" adalah nama yang digunakan oleh Arjuna saat menjalani laku tapa di puncak Indrakila dalam rangka memperoleh senjata sakti dari dewata, yang akan digunakan dalam perang yang tak terhindarkan melawan musuh-musuhnya, yaitu keluarga Korawa.

Dalam pertempuran di Kurukshetra, atau Bharatayuddha, Arjuna bertarung dengan para kesatria dari pihak Korawa, dan tidak jarang ia membunuh mereka, termasuk panglima besar pihak Korawa yaitu Bisma. 


Di awal pertempuran, Arjuna masih dibayangi oleh kasih sayang Bisma sehingga ia masih segan untuk membunuhnya. Hal itu membuat Kresna marah berkali-kali, dan Arjuna berjanji bahwa kelak ia akan mengakhiri nyawa Bisma. Pada pertempuran di hari kesepuluh, Arjuna berhasil membunuh Bisma, dan usaha tersebut dilakukan atas bantuan dari Srikandi. 

Setelah Abimanyu putra Arjuna gugur pada hari ketiga belas, Arjuna bertarung dengan Jayadrata untuk membalas dendam atas kematian putranya. Pertarungan antara Arjuna dan Jayadrata diakhiri menjelang senja hari, dengan bantuan dari Kresna.

Pada pertempuran di hari ketujuh belas, Arjuna terlibat dalam duel sengit melawan Karna. Ketika panah Karna melesat menuju kepala Arjuna, Kresna menekan kereta Arjuna ke dalam tanah dengan kekuatan saktinya sehingga panah Karna meleset beberapa inci dari kepala Arjuna. Saat Arjuna menyerang Karna kembali, kereta Karna terperosok ke dalam lubang (karena sebuah kutukan). Karna turun untuk mengangkat kembali keretanya yang terperosok. Salya, kusir keretanya, menolak untuk membantunya. 


Karena mematuhi etika peperangan, Arjuna menghentikan penyerangannya bila kereta Karna belum berhasil diangkat. Pada saat itulah Kresna mengingatkan Arjuna atas kematian Abimanyu, yang terbunuh dalam keadaan tanpa senjata dan tanpa kereta. Dilanda oleh pergolakan batin, Arjuna melepaskan panah Rudra yang mematikan ke kepala Karna. Senjata itu memenggal kepala Karna.


Tak lama setelah Bharatayuddha berakhir, Yudistira diangkat menjadi Raja Kuru dengan pusat pemerintahan di Hastinapura. Untuk menengakkan dharma di seluruh Bharatawarsha, sekaligus menaklukkan para raja kejam dengan pemerintahan tiran, maka Yudistira menyelenggarakan Aswamedha-yadnya. Upacara tersebut dilakukan dengan melepaskan seekor kuda dan kuda itu diikuti oleh Arjuna beserta para prajurit. 

Daerah yang dilalui oleh kuda tersebut menjadi wilayah Kerajaan Kuru. Ketika Arjuna sampai di Manipura, ia bertemu dengan Babruwahana, putra Arjuna yang tidak pernah melihat wajah ayahnya semenjak kecil. Babruwahana bertarung dengan Arjuna, dan berhasil membunuhnya. Ketika Babruwahana mengetahui hal yang sebenarnya, ia sangat menyesal. Atas bantuan Ulupi dari negeri Naga, Arjuna hidup kembali.

Arjuna hugs Babruvahana

Tiga puluh enam tahun setelah Bharatayuddha berakhir, Dinasti Yadu musnah di Prabhasatirtha karena perang saudara. Kresna dan Baladewa, yang konon merupakan kesatria paling sakti dalam dinasti tersebut, ikut tewas namun tidak dalam waktu yang bersamaan. Setelah berita kehancuran itu disampaikan oleh Daruka, Arjuna datang ke kerajaan Dwaraka untuk menjemput para wanita dan anak-anak. 

Sesampainya di Dwaraka, Arjuna melihat bahwa kota gemerlap tersebut telah sepi. Basudewa yang masih hidup, tampak terkulai lemas dan kemudian wafat di mata Arjuna. Sesuai dengan amanat yang ditinggalkan Kresna, Arjuna mengajak para wanita dan anak-anak untuk mengungsi ke Kurukshetra. 


Dalam perjalanan, mereka diserang oleh segerombolan perampok. Arjuna berusaha untuk menghalau serbuan tersebut, namun kekuatannya menghilang pada saat ia sangat membutuhkannya. Dengan sedikit pengungsi dan sisa harta yang masih bisa diselamatkan, Arjuna menyebar mereka di wilayah Kurukshetra.

Setelah Arjuna berhasil menjalankan misinya untuk menyelamatkan sisa penghuni Dwaraka, ia pergi menemui Resi Byasa demi memperoleh petunjuk. Arjuna mengadu kepada Byasa bahwa kekuatannya menghilang pada saat ia sangat membutuhkannya. Byasa yang bijaksana sadar bahwa itu semua adalah takdir Tuhan. 


Byasa menyarankan bahwa sudah selayaknya para Pandawa meninggalkan kehidupan duniawi. Setelah mendapat nasihat dari Byasa, para Pandawa spakat untuk melakukan perjalanan suci menjelajahi Bharatawarsha.

Dalam perjalanannya menuju Himalaya, mereka (Pandawa) dihadang oleh sebuah api yang sangat besar yaitu Agni, ia meminta pada Arjuna agar menyerahkan senjata Gandiwa serta tabung dan anak panahnya yang tak pernah habis itu pada Baruna, sebab tugas Nara sebagai Arjuna sudah berakhir pada zaman Dwaparayuga. Akhirnya dengan berat hati, Arjuna melemparkan senjata saktinya itu ke lautan tempat kediaman dari Baruna.  

Setelah itu Agni pun menghilang dari hadapannya dan Pandawa pun kembali melakukan perjalanannya. Dalam pendakian menuju puncak Himalaya yang disebut sebagai tempat bersemayam para dewa, Arjuna gugur di tengah perjalanan menyusul Nakula, Sahadewa, dan Drupadi


Itulah akhir cerita dari tokoh panengah Pandawa yang menjadi pujaan banyak wanita di seluruh Kerajaan. 


Waduh, Hello Kitty aslinya bukan seekor kucing

Aries Munandi     4:47 AM  
Kabar buruk datang dari Sanrio yang terkenal dengan Hello Kittynya untuk para penggemarnya setelah seorang antropologis asal Universitas Hawaii, Christine R. Yano mengungkapkan bahwa setelah melakukan peninjauan ulang terhadap tulisannya mengenai Hello Kitty di Museu Nasional Jepang Amerika terkuak fakta yang selama ini tidak diketahui publik yaitu pihak perusahaan (Sanrio) mengkoreksi tulisannya dengan menyebutkan bahwa Hello Kitty yang selama ini dikenal bukanlah merupakan tokoh kucing!.



Mereka bahkan mengatakan bahwa Hello Kitty bukanlah seekor kucing tetapi merupakan tokoh karakter kartun gadis kecil yang memiliki penampilan seperti kucing.

Inilah sosok Hello Kitty sebenarnya
Waduh, hal itu tentu akan menjadi kabar buruk bagi penggemar Hello Kitty selama ini, apalagi menurut perusahaan itu (Sanrio) Hello Kitty berasal dari Inggris yang memiliki nama asli Kitty White, ia lahir di London dan berbintang Scorpio. 

Ia disebutkan tinggal bersama ibunya (Marry White) dan ayahnya (George White) serta saudara kembarnya (Mimmy).  Bahkan ia pun memiliki kucing peliharaannya sendiri yang bernama Charmmy Kitty.


"Hello Kitty muncul pada 1970-an, ketika beberapa warga Jepang pergi ke Inggris. Mereka menyukai Inggris," ungkap Yano. "Ini menggambarkan masa kecil Hello Kitty yang ideal dan klasik. Jadi biografi diciptakan persis seperti yang mereka rasakan saat itu." 



Sampai saat ini belum ada tinjauan lebih lanjut dari pernyataan tersebut. Tahun ini Hello Kitty genap berusia 40 tahun. Meski sudah berusia tua namun ia masih tetap digemari oleh para fansnya. Tapi setelah mendengar kabar tersebut, apakah para fans Hello Kitty akan mulai meninggalkan asesoris dan hiasan berbentuk kucing? 




Jangan lewatkan episode terakhir dari Doraemon di sini: 

Stand By Me, kisah petulangan terakhir Doraemon

Inilah foto-foto menyentuh pemenang Pulitzer

Aries Munandi     8:53 PM  
Sebuah foto berisi lebih dari sekedar gambar, foto bisa mengandung makna yang sangat dalam terutama jika foto tersebut didambil dalam kondisi yang mengenaskan.   

Seperti foto-foto berikut yang tidak hanya sekedar gambar saja, namun juga memiliki cerita lain di baliknya yaitu rasa kemanusiaan

Berikut beberapa foto-foto terkenal sepanjang masa yang berhasil meraih penghargaan tertinggi bidang fotographi "Pulitzer". 

1. Mayat tentara Jepang 


Foto di atas mengisahkan mayat-mayat tentara Jepang yang tewas di sekitar kotak obat-obatan ketika mereka dibombardir musuh di Pulau Tarawa, Pasifik Selatan pada 11 November 1943, selama berlangsungnya Perang Dunia II. Foto diambil oleh Frank Filan dan berhasil mendapatkan penghargaan Pulitzer tahun 1944.

2. Merayap di jembatan rusak 


Foto yang diambil pada 4 Desember 1950 ini mengisahkan ribuan warga dari Pyongyang, Korea Utara dan para pengungsi dari daerah lain yang sedang mencoba melarikan diri dengan menaiki jembatan yang hancur untuk menyebarangi Sungai Taedong guna melarikan diri sebelum kedatangan pasukan komunis China. China mulai terlibat dalam Perang Korea dengan menjadi sekutu dari Korea Utara, sedangkan pasukan AS memihak Korea Selatan. Perang ini dimulai pada 25 Juni 1950, dan berakhir pada 27 Juli 1953 dengan kesepakatan membuat garis demarkasi militer yang memisahkan Korea Utara dan Selatan. Foto oleh Max Desfor dan berhasil mendapatkan Pulitzer tahun 1951.

3. Kasih sayang ayah 


Seorang ayah menggendong tubuh anaknya yang tewas ketika Tentara Vietnam Selatan Rangers lewat dan melihat ke bawah dari kendaraan lapis baja mereka pada 19 Maret 1964. Sang anak tewas terkena peluru ketika terjadi baku tembak antara gerilyawan dengan pemerintah yang berkuasa di sebuah desa dekat perbatasan Kamboja. Foto ini diambil oleh Horst Faas dan berhasil meraih Penghargaan Pulitzer tahun 1965.

4. Tembakan sang Jenderal 



Kepala Kepolisian Nasional Vietnam Selatan, Jenderal Nguyen Ngoc Loan sedang mengeksekusi secara keji dengan pistolnya kepada orang yang dicurigai sebagai petugas Viet Cong Nguyen Van Lem (dikenal juga sebagai Bay Lop) di Jalan Saigon pada 1 Februari 1968. Gambar legendaris ini diambil oleh Eddie Adams yang membuatnya meraih pulitzer tahun 1969. Akibat foto ini, semur hidupnya sang Jenderal hidup dengan penuh kecaman, caci maki dan diasingkan.

5. Rusuh Thailand



Seorang anggot faksi politik Thailand mengayunkan kursi pada sosok tubuh mahasiswa yang tergantung tak bernyawa di luar Universitar Thammasat Bangkok pada 6 Oktober 1976. Polisi menyerbu universitas itu setelah para mahasiswa berdemo menuntut pengusiran mantan penguasa militer. Gambar ini memenangkan Pulitzer tahun 1977. 

6. Lari ketakutan


Pasukan Vietnam Selatan mengikuti anak-anak yang berlarian ketakutan setelah desa mereka mendapatkan serangan Bom Napalm dari udara yang dicurigai sebagai tempat persembunyian Viet Cong pada 8 Juni 1972. Gadis yang ketakutan itu berlarian sambil merobek pakaiannya yang terbakar. Foto legendaris ini memenangkan Pulitzer tahun 1973. 

7. Menunggu 


Foto legendaris berikutnya adalah foto seorang anak Sudan yang diambil pada tahn 1993 oleh seorang fotografer Afrika Selatan Kevin Carter. Foto mengisahkan bagaimana seorang anak kecil yang kelaparan terjatuh di tanah akibat kelaparan. Anak itu sedang berusaha mendapatkan makanan dengan berjalan menuju pusat makanan selama kelaparan melanda Sudan. Sementara itu dibelakangnya seekor burung pemakan bangkai menyaksikan anak itu dari kejauhan dengan sabar. 

Foto yang mengundang emosi ini merupakan gambaran dari betapa kerasnya kondisi kehidupan anak-anak di Sudan, sebuah negara yang terkenal dengan korupsi dan kekerasan terhadap warga negara mereka sendiri. 

Kekerasan dari milisi telah meninggalkan ribuan anak yatim piatu tanpa perhatian dan perawatan. Ketidakstabilan politik merupakan konsekuensi utama untuk kelaparan dan kematian jutaan orang yang tinggal di daerah. Foto ini menjadi kontroversi besar setelah diterbitkan oleh New York Times, ia membantu masyarakat internasional menyadari kondisi kehidupan di Sudan, hal itu juga membuat PBB akhirnya menekan NGO dan segera mengambil tindakan lanjutan.

Sang fotografer Kevin Carter yang mengambil anak tersebut akhirnya bunuh diri lantaran merasa bersalah dan tertekan karena ia tidak mengetahui bagaimana nasib anak kecil ltu setelah ia mengambil gambarnya setelah tiga bulan ia mendapatkan penghargaan Pulitzer.


Telly Awards 2014, sang Arjuna gagal raih penghargaan

Aries Munandi     5:01 AM  
Shaheer Sheikh aktor pemeran Arjuna dalam serial Mahabharata tampaknya harus menelan kekecewaan pada tahun ini, lantaran meskipun "Mahabharat" telah menuai sukses besar namun ia gagal membawa pulang trofi aktor terbaik dalam ajang apresiasi pertelevisian India "Telly Awards 2014". 

Aktor ganteng itu telah mendapat nominasi sebagai Aktor Utama Terpopuler di Telly Awards 2014, namun penghargaan tersebut akhirnya didapatkan oleh Gautam Rode yang berperan dalam serial "Saraswatichandra" dengan versi juri adalah Anil Kapoor dalam "24". 



Meskipun Sang Arjuna merasa kecewa karena tak berhasil mendapatkan penghargaan tersebut, namun serial Mahabharata berhasil memperoleh penghargaan untuk kategori lainnya.

"Tidak ada satupun untukku. Tapi cukup banyak untuk Mahabharata," ungkap Shaheer ketika ditemui wartawan seusai acara yang digelar di Mumbai, pada hari Selasa (9/9). "Aku tidak peduli dengan hal-hal semacam itu. Kalian tahu itu kan. Aku mengatakan ini hanya untuk memberitahu pada kalian."  lanjutnya.




Serial Mahabharata memang mendominasi banyak kategori, namun saingannya juga cukup berat. Untuk pemeran aktor utama dan pendatang baru, para pemain dari Mahabharata ini harus bersaing ketat dengan para pemain dari Joodha Akbar.  Untuk aktris utama terbaik, Pooja Sharma si cantik pemeran Drupadi pun harus bersaing dengan Paridhi Sharma, pemeran Jodha



Selain Shaheer yang masuk nominasi, Saurabh Raj Jain pemeran Krisna juga masuk seabgai nominasi Aktor Utama terpopuler, namun sayang ia pun tak berhasil mendapatkan penghargaan. 

Aham Sharma ( Karna : Mahabharat )

Sedangkan pemeran Mahabharata lainnya yaitu Arav Chaudhary yang berperan sebagai Bisma, Rohit Bhardwaj sebagai Yudhistira, dan Aham Sharma yang berperan sebagai Karna berada dalam dafta Aktor Pendukung Terbaik. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Proudly Powered by Blogger.