Inilah 7 Pasukan Elitte pada masa perang dunia II

Inilah 7 Pasukan Elitte pada masa perang dunia II

Add Comment
Pasukan Elit adalah pasukan khusus yang menjalankan misi-misi yang bisa dibilang mustahil dilakukan oleh pasukan serdadu biasa, pasukan elit ini dilatih untuk menyerang, menculik, sabotase ataupun infiltrasi. dan selama Perang Dunia ke II beberapa pasukan elit milik negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut banyak tercatat dalam sejarah. dan breikut adalah ke tujuh pasukan elit dunia semasa perang dunia ke II.

1. WAFFEN-SS


Dibentuk : 1925
Aktif : 1939 - 1945
Tipe : Organisasi Militer
Asal : Jerman
Pemimpin : Reichsfuhrer Heinrich Himmler

Tidak ada kesatuan elit yang lebih populer dalam Perang Dunia II daripada Waffen-SS. Waffen-SS(Waffen-Schutzstaffel = Schutzstaffel Bersenjata) adalah mesin perang Nazi Jerman yang paling menakutkan."Hitler's Elite" yang ditakuti bukan hanya karena memiliki kemampuan tempur yang sangat tinggi. Melainkan juga karena kekejaman mereka dan loyalitas yang tanpa batas dan sangat fanatik kepada ideologi Nazi dan sang Fuhrer Adolf Hitler. Banyak catatan-catatan kejahatan perang yang melibatkan kesatuan Waffen-SS selama Perang Dunia II.


2. FALLSCHIRMJAGER



Dibentuk : Juli 1938
Tipe : Pasukan Khusus Penerjun Payung
Asal : Jerman
Pemimpin :
# Jendral Kurt Student ( 9 Sept 1938 - 16 Mei 1940 )
# Jendral Richard Putzier ( 16 Mei 1940 - 21 Jan 1941 )
# Jendral Wilhelm Sussmann ( 21 Jan 1941 - 20 Mei 1941 )
# Jendral Alferd Sturm ( 20 Mei 1941 - 1 Juni 1941 )
# Jendral Erich Petersen ( 1 Juni 1941 - 1 Agust 1942 )
# Jendral richard Heidrich ( 1 Agust 1942 - 18 Nov 1944 )
# Jendral Karl - Lothar Schulz ( 18 Nov 1944 - )

FALLSCHIRMJAGER adalah pasukan payung Jerman yang pertama kali dalam sejarah melakukan pendaratan pasukan dengan parasut dari udara dalam skala besar-besaran. Penerjunan pasukan pertempuran sebenarny bukan hal baru. Tetapi FALLSCHIRMJAGER-lah yang memplopori operasi penerjunan besar-besaran seperti yang dilakukan oleh Jendral Kurt Student untuk merebut Pulau Kreta diLaut Tengah dari tangan Inggris.



3. BRANDENBURG



Dibentuk : 1939
Tipe : Pasukan Khusus / Komando
Asal : Jerman
Pemimpin : Theodor Von Hippel

BRANDENBURG adalah satuan komando Jerman yang dibentuk selama Perang Dunia II. Cikal bakal kesatuan ini telah ada sejak Perang Dunia I. Berbeda dengan Waffen-SS, BRANDENBURG tidak memiliki kaitan apapun dengan partai Nazi. Mereka berada langsung dibawah komando Abwehr (Badan Intelijen Angkatan Bersenjata Jerman) dan merupakan satuan komando yang menjalankan misi-misi khusus.
Para anggota BRANDENBURG(BRANDENBURGER) telah beraksi disemua front dalam Perang Dunia II : dalam Blitzkrieg(Perang Kilat) diPolandia, perang diPerancis, Operasi Barbarossa diRusia, Finlandia, Yunani, Gibraltar (Spanyol), invasi pasukan payung diPulau Kreta (Operasi Mercury), Semenanjung Balkan, dan bahkan beberapa unit juga dikirim dengan misi penyusupan diIndia,Timur Tengah, Afghanistan, dan Afrika Selatan. Dalam masa-masa awal perang, BRANDENBURG mampu menunjukan prestasi yang sangat mengesankan dalam menguasai dan menduduki tempat-tempat vital, seperti jembatan,bunker,jalur kereta api, atau benteng pertahanan sebelum pasukan utama bergerak maju. Unit-unit BRANDENBURG juga terdiri dari orang-orang yang mahir berbahasa asing untuk melakukan misi penyusupan dan penyamaran.
Selesai perang,para veteran BRANDENBURG banyak yang tidak kembali kepada kehidupan sipil yang damai dan memilih tetap bertugas di kemiliteran. Sebagian besar dari mereka bergabung bersama Legiun Asing Perancis, atau sebagai penasehat militer diberbagai negara. Termasuk diantaranya adalah penasehat militer Presiden Indonesia pertama SOEKARNO




4. SPECIAL AIR SERVICE (SAS)

Dibentuk : 22 Juli 1941
Tipe : Pasukan Khusus / Komando
Asal : Inggris
Pemimpin : ( Selama Perang Dunia II )
# David Stirling
# William Stirling
# Robert Blair "Paddy" Mayne

SPECIAL AIR SERVICE (SAS) adalah kesatuan pasukan khusus Inggris yang utama. SAS hampir selalu ambil bagian dalam setiap konflik internasional yang melibatkan Inggris selama dan sesudah Perang Dunia II,termasuk dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia pada tahun 1963,perang Malvinas diArgentina dan perang Teluk I dan II. Pada masa sekarang, SAS menjadi model acuan utama bagi pembentukan kesatuan pasukan khusus diberbagai negara,termasuk Indonesia yang memiliki Korps Baret Merah Kopassus dan unit pasukan khusus Amerika 'Delta Force'. SAS pada mulanya dibentuk untuk melumpuhkan kekuatan pasukan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II, pada saat sekarang banyak berperan sebagai kesatuan anti teror.



5. LONG RANGE DESERT GROUP



Dibentuk : 3 Juli 1940
Tipe : Pasukan Khusus / Patroli Padang Pasir
Asal : Inggris
Pemimpin :
# Mayor Ralph A. Bagnold
# Guy Lennox Prendergast
# John Richard "Jake" Easonsmith
# David L. Lyold Owen

LONG RANGE DESERT GROUP(LRDG) atau sering disebut sebagai Desert Patrol mempunyai misi utama pengintaian digurun pasir, pengumpulan data-data intelijen, dan navigasi serta penunjuk jalan dan jasa transportasi dipadang pasir. LRDG jg sering menjalankan misi-misi tempur dengan melancarkan serangan tiba-tiba(raid) dalam skala yang cukup besar terhadap posisi tertentu, dan penyergapan (ambush) terhadap konvoi pasukan musuh. Spesialisasi utama LRDG adalah pengintaian dengan kendaraan bermotor(mechanized reconnaissance) dan navigasi gurun. LRDG menjalankan misi dengan kendaraan seperti truk Chevrolet dan Ford buatan Amerika yang dipersenjatai. Berkat peran yg dimainkan oleh LRDG ini, pasukan Sekutu diAfrika Utara dapat mengalahkan sang jenius pemberani Marsekal Erwin Rommel dari Afrika Korps Jerman. Erwin Rommel sendiri mengakui bahwa pasukan yang paling ditakutinya digurun Afrika Utara adalah LRDG Inggris.



6. DECIMA FLOTTIGLIA MAS



Dibentuk : 1935
Aktif : 24 Feb 1940 - 26 April 1945
Tipe : Pasukan Khusus / Komando Pasukan Katak Angkatan Laut
Asal : Italia
Pemimpin :
# CF Paolo Aloisi
# CF Mario Giorgini
# Vittorio Moccagata
# Junio Valerio borghese

Jika tentara Italia dalam Perang Dunia II dianggap tidak kompeten dan kurang disegani, maka Decima Flottiglia Mezzi d'Assalto adalah sebuah pengecualian. Decima Flottiglia MAS merupakan unit pasukan khusus yang terdiri dari manusia-manusia katak Italia dibawah komando Regia Marina(Angkatan Laut Italia) yang dibentuk oleh rezim Fasis Italia. Akronim MAS(Mezzi d'Assalto= kapal tempur) menunjuk pada kapal pembawa torpedo9torpedo boat). Reputasi Decima Flottiglia MAS sebagai pemangsa kapal-kapal sekutu yang sedang berlabuh,baik kapal perang maupun kapal-kapal dagang sipil telah sangat terkenal. Manusia-manusia katak ini dikenal sangat mematikan dengan metode penyerangan dan sabotase yang sangat cerdik. Pengerahan pasukan bawah air ini adalah salah satu seni perang terbaru yang dipelopori Italia.



7. U.S RANGER


Dibentuk : Juni 1942
Tipe : Pasukan Elite Infanteri Ringan
Asal : Amerika Serikat
Pemimpin : (Selama Perang Dunia II)
# Letkol William Orlando Darby

U.S RANGER(Army Rangers) adalah unit pasukan elit infanteri ringan Amerika Serikat yang mulai dibentuk pada pertengahan 1942. Pasukan ini terutama bertugas melakukan pengintaian dengan bergerak dari suatu tempat ketempat lain (Ranging) untuk mengidentifikasi ancaman dan memperingatkan induk pasukan. Ranger dibentuk sebagai unit gerak cepat dengan melaksanakan misi-misi pengintaian dan spionase.

Kisah dibalik legenda The Flying Dutchman

Add Comment
Pernah dengar Thе Flying Dutchman? Inilah legenda urban, sebuah kisah kapal hantu yang boleh jadi paling populer. Apalagi namanya sering disebut dan dipakai dalam berbagai film, termasuk dalam serial kartun populer Spongebob.

Menurut Mitos dan legendanya, Thе Flying Dutchman adalah kapal hantu yang tidak akan pernah bisa berlabuh, tetapi harus mengarungi tujuh lautan selamanya. Flying Dutchman selalu terlihat dari kejauhan , kadang-kadang disinari dengan sorot cahaya redup.

Banyak versi dari cerita ini. Menurut beberapa sumber, Legenda ini berasal dari Belanda, sementara itu yang lain meng-aver bahwa itu berasal dari sandiwara Inggris Thе Flying Dutchman (1826) oleh Edward Fitzball dan novel Thе Phantom Ship (1837) oleh Frederick Marryat, kemudian di adaptasi ke cerita Belanda Het Vliegend Schip (Thе Flying Ship) oleh pastor Belanda A.H.C. Rmer.

Versi lainnya termasuk opera oleh Richard Wagner (1841) dan Thе Flying Dutchman οn Tappan Sea oleh Washington Irving (1855).


Beberapa sumber terpercaya menyebutkan bahwa pada abad 17 seorang kapten Belanda bernama Bernard Fokke (versi lain menyebut kapten Ramhout Van Dam atau Van der Decken) mengarungi lautan dari Holland ke pulau Jawa dengan kecepatan luar biasa.
Ia dicurigai meminta bantuan iblis untuk mencapai kecepatan tadi. Namun di tengah pelayarannya menuju Cape οf God Hope tiba-tiba cuaca buruk,sehingga kapal oleng. Lalu seorang awak kapal meminta supaya pelayaran dihentikan, tetapi sang kapten tidak mau ,lalu dia berkata aku bersumpah tidak akan mundur dan akan terus menembus badai untuk mencapai kota tujuan , atau ia beserta semua awak kapal akan terkutuk selamanya.
Tiba -tiba badai menghantam kapal itu sehingga mereka kalah melawan alam. Dan terkutuklah sang Kapten bersama para anak kapalnya itu menjadi jasad hidup dan berlayar di tujuh lautan untuk selama-lamanya.

Konon , Kapal tersebut dikutuk untuk melayari 7 samudera sampai akhir zaman. lalu cerita itu menyebar sangat cepat ke seluruh dunia.

Sumber lain juga menyebutkan munculnya penyakit berbahaya di kalangan awak kapal sehingga mereka tidak diijinkan untuk berlabuh dipelabuhan manapun . Sejak itu, kapal dan awaknya dihukum untuk selalu berlayar, tidak pernah berlabuh/menepi. Menurut beberapa versi, ini terjadi pada tahun 1641, yang lain menebak tahun 1680 atau 1729.

Selama berabad abad, legenda Thе Flying Dutchman menjadi sumber inspirasi para sastrawan dan novelis. Sejak tahun 1826 Edward Fitzball telah menulis novel Thе Pantom Ship (1837) yang diangkat dari pengalaman bertemu dengan kapal seram ini.
Banyak pujangga terkenal seperti Washington Irving dan Sir Walter Scott juga tertarik mengangkat legenda ini.

Pengakuan Masyarakat

Banyak saksi yang mengaku telah melihat kapal hantu ini. Pada tahun 1939 kapal ini terlihat di Mulkzenberg. Pada tahun 1941 sekelompok orang di pantai Glencairn menyaksikan kapal berlayar yang tiba tiba lenyap ketika akan menubruk batu karang.
Penampakan Thе Flying Dutchman kembali terlihat oleh awak kapal laut militer M.H.S Jubilee di dekat Cape Town di bulan agustus 1942.

Bahkan ada suatu catatan kisah tentang pelayaran Christoper Columbus,waktu itu awak kapal Columbus melihat sebuah kapal terkatung katung dengan layar mengembang. Setelah melihatnya, awak kapal tersebut langsung tewas.

Mitos akhir-akhir ini juga mengisahkan apabila suatu kapal modern melihat kapal hantu ini dan awak kapal modern memberi sinyal, maka kapal modern itu akan tenggelam / celaka.
Bagi seorang pelaut , pertemuan yang tak diduga dengan kapal hantu Thе Flying Dutchman akan mendatangkan bahaya bagi mereka.

Beberapa Laporan Penampakan Thе Flying Dutchman yang sempat didokumentasikan :


  • 1823 : Kapten Oweb , HMS Leven mengisahkan telah dua kali melihat sebuah kapal kosong terombang ambing ditengah lautan dari kejauhan , namun dalam sekejap mata kapal tersebut kemudian menghilang.
  • 1835 : Dikisahkan pada tahun itu , sebuah kapal berbendera Inggris yang terkepung oleh badai ditengah samudera, didatangi oleh sebuah kapal asing yang disebut-sebut sebagai Kapal Hantu Thе Flying Dutchman , kemudian secara tiba-tiba kapal asing tersebut mendekat dan seakan-akan ingin menabrak kapal mereka , namun anehnya sebelum keduanya saling berbenturan kapal asing tersebut kemudian lenyap seketika.
  • 1881 : Tiga orang anak kapal HMS Bacchante termasuk King George V telah melihat sebuat kapal tak berawak yang berlayar menentang arus kapal mereka. Keesokan harinya , salah seorang daripada mereka ditemui mati dalam keadaan yang mengerikan.
  • 1879 : Anak kapal SS Pretoria juga mengaku pernah melihat kapal hantu tersebut.
  • 1939 : kapal ini terlihat di Mulkzenberg , beberapa orang yang menyaksikannya terkejut kerana kapal usang tersebut tiba-tiba menghilang.
  • 1941 : Beberapa saksi mata dipantai Glencairn melaporkan sebuah kapal usang yang menabrak batu karang dan terpecah belah , namun setelah dilakukan penyelidikan di TKP , tidak ada tanda-tanda dari bangkai kapal tersebut.
  • 1942 : Empat orang saksi telah melihat sebuah kapal kosong memasuki perairan Table Bay kemudian menghilang.Seorang pegawai telah mendokumentasikan penemuan tersebut di dalam catatan hariannya.
  • 1942 : Penampakan Thе Flying Dutchman kembali terlihat oleh awak kapal laut militer M.H.S Jubilee di dekat Cape Town di bulan agustus 1942.
  • 1959 : Awak kapal Straat Magelhaen kembali melaporkan melihat sebuah kapal misterius yang terombang-ambing ditengah lautan dalam keadaan kosong dengan teleskopnya.
Cara Menangkalnya
Konon, ada suatu cara untuk mengelak dari kemungkinan berpapasan dengan kapal hantu tersebut. Caranya dengan memasang tapal kuda di tiang layar kapal sebagai perlindungan.

-->
Ragam khasiat batu akik yang terkenal

Ragam khasiat batu akik yang terkenal

Add Comment

Batu Akik dipercaya bisa membantu untuk hal-hal yang berkaitan dengan kepribadian pemakainya baik secara fisik maupun emosional. Beberapa legenda bahkan mengatakan bahwa pemakai batu akik ini diyakini akan terlindung dari bahaya dan mendapatkan keberkahan berupa keberanian ( percaya diri , dan dipercaya juga batu akik bisa menyembuhkan penyakit insomnia, memunculkan mimpi yang indah dan memberikan konstribusi bagi keseimbangan tubuh. Tentu saja semua hal itu tergantung mereka yang mempercayainya ( sugesti ) akan tetapi toh, sekarang ini saja sudah banyak ilmuwan yang meyakini kekuatan batu akik sebagai penyeimbang tubuh dan menambah rasa percaya diri.

batu permata


Berikut ini adalah beberapa jenis batu akik yang dipercaya mengandung khasiat tertentu:

Akik LumutDapat meningkatkan hubungan dengan alam sekitar. Lumut Hijau membantu menghilangkan racun dalam darah dan menyeimbangkan energi emosional. Lumut Merah membantu membersihkan darah serta menambah stamina fisik.
Akik pohon : menolong didalam melakukan introspeksi diri dengan lebih jelas, melihat dunia melalui sudut pandang yang lebih luas dan menurunkan demam serta kadar racun

Akik Garis/Pita
Membantu dalam menarik kekuatan, mengatasi rasa tidak mempunyai cukup kekuatan atau keberanian

Akik Renda/Jalinan
Mngatasi keputus-asaan dan depresi, menimbulkan kegembiraan serta relaksasi dari tegangan otot serta kejang. Akik renda biru membantu menyeimbangkan cairan tubuh dan memberi ketenangan emosi.

Akik menyerupai bulu burungMenguatkan pembuluh darah dan mengatasi rasa takut tanpa sebab yang jelas. Berguna untuk mengurangi rasa takut dalam berburu atau menemukan arah

Akik bintik-bintikperlindungan ekstra terhadap pelawat/pengembara, salah satu batu para petualang

Akik Mata
melindungi dari kerusakan pada tubuh dan menghilangkan pikiran negatif

Akik Dendrite
menyeimbangkan kadar gula darah. Merupakan batu para petualang untuk memberikan keamanan dan kekuatan

Akik India
memberikan kekuatan jasmani, mengatasi perasaan tidak aman/tidak sejahtera dan menghilangkan kelemahan fisik serta emosional

Akik Botswana
mengatasi ketidakpastian dari arah dan tujuan pribadi

Alexandrite
dapat menolong orang untuk memusatkan pikiran pada diri sendiri, meningkatkan rasa percaya diri dan memperbesar kemampuan untuk merasakan kebahagiaan. Di Rusia, Alexandrite dipercaya sebagai pembawa pertanda baik. Alexandrite juga dapat menstimulasi kekuatan sexual serta mengatasi rasa tidak cukup ada cinta didalam hidup seseorang.

Amethyst
Digunakan untuk meningkatkan kekuatan bathin/spiritual serta kewaspadaan intuitif seseorang. Juga digunakan untuk meredakan sakit kepala. Legenda mengatakan, menggunakan Amethyst atau minum dari cawan yang terbuat darinya, akan mencegah terjadinya keracunan.

Aquamarine
Aquamarine sering digunakan untuk suatu harapan baik didalam menjalani percintaan dan berbelas kasih. Dikatakan dapat menolong meredakan depresi dan kesedihan. Selain itu juga dipercaya dapat membangkitkan kembali rasa cinta pada pasangan yang telah lama menikah dan membantu mendapatkan teman-teman baru. Menurut legenda, memakai Aquamarine sebagai anting/giwang akan membawa cinta dan pengaruh baiknya. Kegunaan lainnya yaitu membantu mata/pengelihatan, mengurangi retensi cairan tubuh serta memberi keamanan dalam perjalanan melalui lautan.

Bloodstone
Kegunaan utamanya adalah menstimulasi aliran energi untuk semua penyembuhan, memerangi trauma phisik, menghilangkan pembatasan-pembatasan emosi dan menstimulasi peredaran darah. Bloodstone dipercayai dapat menghentikan perdarahan hanya dengan sentuhan belaka. Selain fungsinya untuk pengobatan tradisional, selama ini Bloodstone digunakan juga untuk menambah wawasan pandang seseorang terhadap dunia. Di abad pertengahan, Bloodstone dipercayai mempunyai kekuatan khusus karena bercak/spot merah di batu ini dianggap sebagai darah dari Yesus Kristus (Jesus Christ).

Carnelian
Carnelian digunakan untuk menjernihkan pikiran (tidak mampu untuk melihat kenyataan). Dapat menyeimbangkan proses berpikir dan kreatifitas serta meningkatkan level/tingkat energi. Sekitar tahun 1700 an, Carnelian dikatakan dapat memberikan kekuatan dan perlindungan, membawa keberuntungan serta kenyamanan. Di tahun 1800 an, Carnelian dianggap mampu menolong orang yang memerlukan keberanian untuk berbicara.

Chrysoprase
Chrysoprase sering digunakan untuk perlindungan spiritual dan mengatasi kelelahan jiwa/emosi. Sering disebut sebagai Batu Kemenangan (“Victory Stone”). Pada tahun 1800 an, Chrysoprase dikatakan dapat membantu pencuri untuk menjadi hilang dari pandangan (invisible). Khasiat lainnya yaitu memperkuat jantung dan mata, membantu konsentrasi dalam bekerja, mencegah mimpi buruk, mengusir iblis dan menghilangkan keruwetan pikiran. Batu ini baik dipakai oleh orang yang banyak bekerja dengan menggunakan otak (pengarang, pencipta lagu).

Citrine
Citrine dikatakan dapat membantu orang untuk berhubungan dengan arwah/Spirit, Membantu asimilasi dari makanan, membantu orang yang tidak cakap dalam berkomunikasi secara terbuka serta mengembangkan ketenangan mental.

Diamond
Diamond dapat meningkatkan kualitas diri dan kemampuan untuk melihat sesuatu dengan lebih jelas baik positif dan negatif, langsung dan jujur. Juga membantu mengatasi rasa ketidak amanan secara material. Semakin baik kwalitas Diamond, semakin baik daya bantunya. Merupakan lambang dari keberanian yang tidak terkalahkan. Orang Hindu percaya bahwa Diamond yang kurang baik mutunya atau mengandung bercak, membawa sial hingga ia bahkan dapat mencabut/menghilangkan Batara Indra dari tempatnya yang tertinggi di surga. Di masa kini diamond dengan kualitas paling rendahpun (misalnya warnanya buruk), masih digunakan untuk keperluan industri.

Emerald
Emerald digunakan untuk penyembuhan physik dan emosional yaitu mengatasi penyakit di syaraf dan tidak adanya persepsi maupun kejernihan bathin. Di Persia dan sekitarnya dikatakan bahwa “Siapa yang memiliki pesona ini akan menikmati perlindungan khusus dari Tuhan”. Menurut legenda, Emerald berfungsi menguatkan memori dari pemiliknya, mempercepat daya pikir maupun kreativitas dan menolong untuk memprediksi masa depan.


Garnet
Menyeimbangkan gangguan di kelenjar Thyroid, mengatasi kurangnya toleransi terhadap orang lain, mengurangi kekerasan hati dan perasaan tidak mempunyai cukup popularitas.

Goldstone
Goldstone dapat memberikan perlindungan ekstra terhadap pelawat/pengembara. Merupakan salah satu batu para petualang.

Jade
Jade dikatakan dapat membantu seseorang untuk relax dan bijaksana. Disebut sebagai batu dengan keseimbangan yang sangat baik, menolong seseorang untuk menyelaraskan pikiran dan tindakan serta mengatasi kekurang praktisan cara berpikir. Jade adalah intisari dari cinta, dihargai sebagai batu yang spesial. Dipercayai bahwa beberapa rahasia kebajikan akan menyerap ke dalam tubuh. Legenda mengatakan bahwa penjelajah Spanyol ke Amerika Tengah menggunakan jimat dari Jadeit untuk mencegah serta menyembuhkan sakit pinggul dan ginjal. Kegunaan lain bagi kesehatan yaitu meningkatkan penyembuhan pada organ-organ vital. Jade Hijau dapat meringankan gangguan pencernaan, membantu fungsi hati dan mengurangi kerusakan pada mata. Jade Merah membantu memerangi penyakit kewanitaan, terutama pada organ kandungan

Jasper
Jasper dapat mengusir arwah jahat dan melindungi terhadap ular maupun gigitan laba-laba. Bagi kesehatan, Jasper membantu proses penyembuhan dari lambung, menyeimbangkan kerja kelenjar endocrine. Di abad ke 4, Jasper dikenal sebagai pembawa hujan yang hebat. Jenis-jenis Jasper dan bantuan yang dapat diberikan :
- Jasper kulit Leopard dikatakan dapat memberikan orang apa yang mereka butuhkan.
- Poppy Jasper membantu memberi kebahagiaan didalam hidup.
- Opalite Jasper dapat membantu untuk tidur nyenyak.
- Jasper Coklat membantu fungsi hormonal wanita dan mengatasi rasa tidak aman.
-Jasper Hijau membantu fungsi usus kecil, mencegah sembelit, mengurangi kejang pada usus serta memerangi luka di lambung, selain itu juga mengurangi Stress/rasa tertekan yang parah maupun meningkatkan perilaku mental secara positif.
- Jasper Merah menyeimbangkan kerja lambung dan pancreas, meningkatkan energi serta memberikan perlindungan terhadap tekanan dari pihak luar

Lapis Lazuli
Lapis membantu seseorang untuk lebih memahami diri sendiri dan meluaskan sudut pandang. Juga membantu ketidakmampuan seseorang untuk memerima kepemimpinan orang lain. Baik untuk menentukan pilihan antara kata hati dan nalar, memberikan kebijaksanaan dan kejujuran. Menurut legenda, Lapis melindungi pemakainya dari kekuatan jahat. Merupakan obat untuk kemurungan jiwa dan demam tertentu serta menguatkan tubuh selama mengalami kesadaran spiritual.

Moonstone
Moonstone dikatakan dapat menyeimbangkan yin/yang, mengatur fungsi kelenjar Pituitary, menjernihkan dan meningkatkan panca indera. Juga membantu orang yang kurang sensitif/tanggap terhadap diri sendiri dan orang lain (mengurangi keegoisan). Di India, moonstone dihargai sebagai batu suci/keramat. Dipercaya akan membawa masa depan yang baik. Legenda mengatakan bahwa Moonstone adalah hadiah yang sangat berharga untuk kekasih karena akan membangkitkan gairah kelembutan dan biasa disebut sebagai batu yang menimbulkan cinta kasih.

Onyx
Onyx dan Sardonyx dapat membantu koordinasi tubuh, memberi perlindungan dari pengaruh buruk lingkungan sekitar serta dapat mengendalikan diri. Onyx Hitam digunakan untuk merubah suatu kebiasaan buruk. Onyx Mexico (chalcedony putih dan coklat) menolong agar tidur nyenyak. Sard adalah pelindung terhadap mantera atau ilmu sihir. Juga dapat menajamkan rasa humor dari pemakainya.

Opal
Opal digunakan untuk melihat posibilitas, membantu seseorang memiliki kapasitas untuk berbagi rasa cinta dan meningkatkan kestabilan psikis. Orang Arab percaya bahwa opal jatuh dari surga saat banyak petir, dari situ Opal mendapat warnanya yang berapi. Zaman dulu Opal dianggap sebagai lambang kejujuran dan percaya diri. Opal sangat kuat pengaruhnya dalam ritual sihir. Karena Opal berkwalitas mengandung semua warna dari batu kelahiran lain, dapat dipergunakan atau diisi dengan energi serta kekuatan dari kombinasi semua batu kelahiran, juga digunakan untuk menggantikan batu kelahiran lain didalam menyebut mantra, ritual atau keperluan lain dari kekuatan sihir. Sering dihubungkan dengan alam maya dan penonjolan astral, juga digunakan untuk memanggil kembali kehidupan yang lalu (tiap warna mewakili sebuah kehidupan dari masa lalu). Opal memiliki kemampuan untuk penyembuhan, terutama meningkatkan kapasitas mental seperti imajinasi yang kreatif, kekuatan pikiran lain yang belum digunakan selama ini. Dari segi kesehatan Opal dipercaya dapat membantu proses asimilasi protein. Fire Opal sering digunakan didalam kegiatan pengumpulan dana bagi yang membutuhkan, biasa dikenakan sebagai liontin dengan kalung emas yang dikelilingi 10-12 Diamond, dipercaya mempunyai kekuatan untuk mengumpulkan uang yang hebat. Opal Hitam adalah alat pilihan tukang sihir/sulap, digunakan untuk meningkatkan penerimaan terhadap sulap/sihir mereka dan juga menonjolkan kekuatan mereka. Opal Hitam yang dikenakan dekat jantung sebagai kalung dan terbuat dari emas dikatakan dapat mengusir setan, melindungi orang dari mata setan, melindungi pengembara dalam perjalanan menuju tempat yang jauh. Opal juga telah digunakan sebagai ramuan ajaib untuk menyembuhkan tubuh, mengusir mimpi buruk dan sebagai alat untuk meningkatkan energi. Opal Putih kalau digunakan pada ritual disaat malam bulan purnama, dikatakan membawa kekuatan dari Dewi Bulan bagi tercapainya harapan bagi orang yang melaksanakannya. Opal sangat dihargai pada abad pertengahan, disebut sebagai “ophthalmios” atau “Batu Mata,” dikarenakan kepercayaan yang luas bahwa Opal bermanfaat bagi indra pengelihatan dan menyembuhkan penyakit mata. Wanita berrambut pirang memakai kalung Opal untuk melindungi dari hilangnya warna rambut mereka. Opal Hitam dihargai sebagai batu yang sangat membawa keberuntungan.

Mutiara
Mutiara menolong seseorang untuk lebih mengenal diri sendiri dan meningkatkan penghargaan terhadap dirinya. Mutiara membuat pemakainya dapat merasakan cinta dari orang yang memberi mutiara tersebut serta meningkatkan feminitas. Kegunaan lain yaitu membantu terbentuknya antibodi dan melawan infeksi serta membantu ketidakmampuan seseorang dalam mendidik orang lain.

Peridot 
Peridot digunakan untuk membantu agar impian seseorang dapat jadi kenyataan. Legenda menyatakan bahwa bajak laut menyayangi Peridot karena melindungi dari kuasa kegelapan/setan. Jika Peridot diikat dengan emas (menjadi perhiasan emas), akan melindungi pemakainya dari teror di malam hari. Untuk kesehatan, Peridot membantu fungsi dari kelenjar adrenal, memberikan keseimbangan energi fisik dan membantu orang yang terlalu sering mengalami ketegangan emosional/stress.

Nisnas: sebuah peradaban yang hilang

Add Comment

Disebutkan dalam Kitab-kitab bahwa ada orde Mahluk yang menghuni dan menguasai Bumi sebelum Orde Manusia. Konon dikatakan bahwa mahluk tersebut adalah Bangsa Jin dan Bangsa Nisnas. Bangsa Nisnas adalah makhluk hidup pertama di Bumi, mereka hidup satu masa dengan Jin, bukan mustahil pula jika mereka hidup satu masa dengan Dinosaurus.
Apabila anda sering mengikuti perkembangan penelitian pada zaman dahulu pasti anda bisa menemukan hal-hal yang ganjil pada zaman Dinosaurus, hanya ada satu manuskrip di dunia yang sedikit mengupas tentang hal ini, manuskrip ini sekarang tersimpan di suatu chapel di Swedia. Bangsa Nisnas adalah bangsa yang besar yang musnah jauh sebelum Nabi Adam A.S. diturunkan ke Bumi. Bangsa Nisnas dipercaya hidup jauh di utara Bumi Dekat dengan Kutub Utara. Salah satu kota tempat terdapatnya peninggalan Bangsa Nisnas ini adalah Sbetzbergen, di kota inilah banyak terdapat peninggalan dari bangsa yang telah musnah ini, seperti lukisan-lukisan manusia bersayap ataupun mahluk setengah hewan.
Mungkin pada jaman tersebut mahluk-mahluk setengah hewan memang eksis di Bumi ini, bahkan mungkin setelah Bangsa ini musnah sisa-sisa dari mereka yang bertahan dianggap dewa oleh orde manusia.

Tak heran di berbagai penjuru dunia kita dapat menemukan berbagai artefak atau lukisan manusia setengah binatang bahkan di Indonesia sendiri terdapat artefak manusia setengah binatang seperti manusia Garuda. Di salah satu candi di Jawa Tengah (berbentuk badan manusia dengan sayap dan kepala burung), sama dengan di Mesir dalam lukisan di dalam Pyramid (berbadan manusia berkepala burung). Atau mungkin mitologi dan legenda dahulunya adalah memang kenyataan, seperti Mitologi yunani yang banyak menyebut dan menggambarkan manusia setengah Hewan, atau legenda dari tanah Jawa yang menceritakan manusia setengah hewan (badan manusia kepalanya Anjing yang lazim di sebut Aul), hampir sama dengan Anubis dalam kepercayaan Mesir Kuno.

Sbetzbergen sendiri terletak dekat sekali dengan lingkar kutub, disana matahari hanya bersinar sekitar setengah bulan saja dalam satu tahun, jadi selebihnya gelap gulita, kegelapan tersebut hanya diterangi oleh Aurora Borealis. Banyak sekali peninggalan masa lalu yang tidak terlacak disana. Peninggalan-peninggalan masa lalu sebelum manusia menguasai Bumi. Konon dikisahkan bahwa Bangsa Nisnas ini adalah bangsa yang sangat maju. Bangsa Nisnas ini di berikan kemampuan luar biasa, akal dan pikiran mereka jauh melampaui manusia saat ini, satu kelebihan mereka yang sangat luar biasa yaitu mereka mempunyai kemampuan telepati yang sangat hebat. Teknologi mereka sangat maju, lebih dari teknologi pada saat ini, mereka telah membangun kota-kota yang sangat mengah dengan segala teknologi canggih dan tata kota yang sempurna.

Bangsa Nisnas mempunyai postur yang jauh lebih tinggi dari Manusia saat ini, tak heran kuil-kuil dan bangunan yang dibangun oleh mereka begitu besar dan megah.
Ras mereka dibagi menjadi beberapa, ada yang sangat mirip dengan manusia namun memiliki sayap, ada yang berbadan manusia berkepala binatang ataupun sebaliknya.
Karena kecongkakan, ego dan nafsu, mereka saling berperang antar sesamanya hingga akhirnya bangsa ini dihancurkan oleh Azazel (Azaziel) atas Perintah Tuhan, dikarenakan mereka telah lupa atas tugas yang telah diberikan oleh-Nya.
Hmpir semuanya musnah dalam pertempuran dengan pasukan langit yang dipimpin Azazel (Azaziel) yang tersisa hanya sedikit dari mereka dan peninggalan mereka, itupun hanya diketahui oleh manusia-manusia tertentu saja, selain di Sbetzbergen peninggalan merekapun ada di Swedia dan suatu kawasan di Asia.

Dengan kecongkakan, ego dan nafsu mereka terus berperang dengan sesamanya demi memperebutkan wilayah dan kekuasaan. Dengan kemampuan akal dan penguasaan teknologi yang luar biasa maju mereka mampu menciptakan segala persenjataan yg melampaui zamannya, mereka telah menciptakan apa yang kita sebut sebagai nuklir.
Pesawat terbang, teknik pengolahan dan peleburan logam yang nyaris sempurna (teknik ini ternyata ditemukan kembali di Damascus yang terkenal dengan pedang-pedangnya yang mempunyai ketajaman luar biasa tetapi sayangnya teknik ini kembali musnah dan tidak ditemukan kembali). Dengan kemampuan inilah mereka berperang menindas sesamanya dimana yang lemah adalah mangsa bagi yang kuat, bumi hancur lebur dibuatnya, mereka telah melupakan tugasnya sebagai khalifah dimuka bumi ini, karena itulah Allah mengutus ribuan Malaikat yang dipimpin oleh Azazel (Azaziel / sebelum dia diusir oleh-Nya ) dan ribuan burung-burung neraka (phoenix).

Melihat kedatangan para pasukan langit, mereka sangat panik, musnahlah segala kesombongan akan pengetahuan dan teknologi yang mereka kuasai, yang ada hanyalah rasa penyesalan atas perbuatan yang telah mereka lakukan.
Namun terlambat, pasukan langit telah datang dan siap menghancurkan mereka, singkat cerita mereka dimusnahkan dari muka bumi ini untuk digantikan oleh Khalifah yang baru yaitu Adam A.S. Namun sebagian ada yang dapat bertahan dan melarikan diri dari serangan tersebut dan mereka pun menyebar untuk membentuk koloni dan membangun peradaban mereka kembali. Sebagian dari mereka yang berwujud manusia setengah ikan melarikan diri ke palung-palung laut yang paling dalam, mereka inilah yang sering kita dengar sebagai putri/putra duyung.

Mereka membangun peradaban mereka kembali di bawah laut dengan kota-kota yang tidak kalah canggihnya dengan kota mereka yang telah hancur sebelumya, sedangkan sebagian dari mereka yang bertubuh manusia setengah binatang dan mereka yang mempunyai bentuk seperti manusia tetapi memiliki sayap saling membantu untuk membangun peradaban baru. Mereka berpencar dan berjanji untuk saling membantu dalam membangun peradaban baru, mereka yang mempunyai fisik mirip manusia dan bersayap membangun peradaban dan kota-kota yang sangat megah sekali selama ratusan tahun yang kita kenal sebagai Atlantis.

Sedangkan mereka yang berwujud manusia setengah binatang membangun apa yang kita sebut sebagai Lemuria (Mu), dan terjadilah perkimpoian diantara mereka yang melahirkan makhluk-makhluk jenius yang melampaui zamannya. Mereka sudah dapat melakukan perjalanan antar Galaxy, mereka juga telah mampu menciptakan Satelit-satelit pengintai tetapi hanya satu yang tersisa hingga saat ini yang kita kenal sebagai Bulan dan merekapun menciptakan berbagai macam alat-alat perang yang sangat canggih. Akan tetapi suasana damai tidak berlangsung lama, mereka kembali pada tabiat dasar mereka yaitu ingin menguasai dan menghancurkan, akhirnya terjadilah peperangan maha dahsyat yang melibatkan persenjataan super canggih yang mereka miliki. Maka kembali hancurlah peradaban yang telah mereka bangun dengan susah payah karena ulah mereka sendiri.akhirnya mereka selamat melarikan diri ke planet-planet yang jauh, tapi sesekali mereka mengunjungi bumi tempat kelahiran mereka dahulu untuk menyebarkan pengetahuan yang mereka kuasai.

Merekalah yang mengajarkan Bangsa Mesir tulisan Hieroglyph, Pyramida, Ilmu-ilmu kedokteran. Mereka jugalah dalang dibalik perang Mahabharata, Nazca Line, Peradaban Inca, Cristal Skull, Vimanas, mereka jualah yang kini kini kita sebut sebgai UFO.
Pada jaman dahulu mereka mendapat panggilan Dewa dengan kendaraan yang mengeluarkan api / cahaya yang sangat terang yang sesungguhnya adalah kendaraan mereka. Mustahil seorang manusia biasa dapat membangun sesuatu yang rumit dan kompleks sama seperti pembangunan Pyramida atau Candi-candi, tidak mungkin manusia zaman dulu dapat membangunya tanpa ada campur tangan dari suatu makhluk yang mempunyai Itelegensia yang sangat tinggi, ini adalah salah satu contoh bahwa mereka masih ada dan mereka ingin diketahui.

Sebenarnya sudah pernah ditemukan dan sudah beberapa kali expedisi pergi untuk meneliti artefak-artefak peninggalan bangsa ini. Reruntuhan pernah ditemukan oleh beberapa peneliti dari Swedia dan Norwegia, namun semakin mereka tahu semakin mereka bingung dibuatnya, akhirnya mereka ragu untuk meneruskan penelitian dan riset mereka.
Terlalu banyak hal-hal yang berbenturan dengan keyakinan karena semua yang mereka teliti dapat mengacaukan semua keyakinan dan teori-teori yang ada. 

Oleh karena itu mereka berpendapat lebih baik hal tersebut dibiarkan menjadi rahasia hingga waktu menjawabnya.

Al Qur’аn Surah Al Hijr ayat 27 menjelaskan tentang makhluk sebelum manusia adalah bangsa Jin: “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al Hijr 15:27)

Menurut syariat Islam, manusia tidak diciptakan di bumi, tapi yang diturunkan dimuka bumi sebagai Manusia dan diangkat /ditunjuk Allah sebagai Khalifah (pengganti /penerus) di muka bumi atau sebagai Makhluk pengganti yang tentunya ada makhluk lain yang di ganti.
Dengan kata lain adalah Adam “bukanlah Makhluk Pertama” dibumi, tetapi ia adalah “Manusia Pertama” dalam ajaran Agama Samawi, dan Allah tidak mengatakan untuk mengganti manusia sebelumnya, tapi pengganti makhluk yang telah membuat kerusakan dan menumpahkan darah dibumi, itu yang menjadi kegusaran para Malaikat.
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata):
“Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?? Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (Al-Baqarah 30)
Apakah Mahluk ini (Bangsa Nisnas) yang malaikat maksud? Wallahualam 


Kisah Nabi Ibrahim A.S

Add Comment

makam Nabi Ibrahim as.
Ibrahim (Bahasa Arab إبراهيم ) (sekitar 1997-1822 SM) merupakan nabi dalam agama Samawi. Ia mendapat gelar dari Allah dengan gelar Khalil Allah (Sahabat Allah). Selain itu ia bersama anaknya, Ismail terkenal sebagai pengasas Kaabah. Ia diangkat menjadi nabi sekitar pada tahun 1900 SM, diutus untuk kaum Kaldān yang terletak di kotaUr, negeri yang disebut kini sebagai Iraq. Ibrahim dianggap sebagai salah satu nabi Ulul azmi.

Nabi Ibrahim adalah putera Aaazar (Tarih) bin Tahur bin Saruj bin Rau' bin Falij bin Aaabir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh A.S. Ia dilahirkan di sebuah tempat bernama "Faddam A'ram" dalam kerajaan "Babylon" yang pd waktu itu diperintah oleh seorang raja bernama "Namrud bin Kan'aan."

Etimologi

Dalam buku yang berjudul "Muhammad Sang Nabi" - Penelusuran Sejarah Nabi Muhammad Secara Detail, karya Omar Hashem, dikatakan bahwa nama Ibrahim berasal dari dua suku kata, yaitu ib/ab (إب) dan rahim (راهيم). Jika disatukan maka nama itu memiliki arti "ayah yang pemurah."

Genealogi

Ibrahim bin Azzar bin Tahur bin Sarush bin Ra'uf bin Falish bin Tabir bin Shaleh bin Arfakhsad bin Syam bin Nuh. Ia dilahirkan di sebuah tempat bernama Faddam, A'ram, yang terletak di dalam kawasan kerajaan Babilonia. Kemudian ia memiliki 2 orang putra yang dikemudian hari menjadi seorang nabi pula, yaitu Ismail dan Ishaq. Sedangkan Yaqubadalah cucu dari Ibrahim.

Biografi

Pada 2.295 SM. Kerajaan Babilon waktu itu diperintah oleh seorang raja yang bengis dan mempunyai kekuasaan yang absolut dan zalim, ia bernama Namrudz bin Kan'aan. Karena Raja Namrud mendapat petanda bahwa seorang bayi akan dilahirkan disana dan bayi ini akan tumbuh dan merampas takhtanya. Antara sifat insan yang akan menentangnya ini ialah dia akan membawa agama yang mempercayai satu tuhan dan akan menjadi pemusnah batu berhala. Insan ini juga akan menjadi penyebab Raja Namrud mati dengan cara yang dahsyat. Oleh itu Raja Namrud telah mengarahkan semua bayi yang dilahirkan di tempat ini dibunuh, manakala golongan lelaki dan wanita pula telah dipisahkan selama setahun.

Ilistarsi Nabi Ibrahim as. - Qurban
Walaupun berada dalam keadaan cemas, kehendak Allah tetap terjadi. Isteri Aazar telah mengandung namun tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Pada suatu hari dia terasa seperti telah tiba waktunya untuk melahirkan anak dan sedar sekiranya diketahui Raja Namrud yang zalim pasti dia serta anaknya akan dibunuh. Dalam ketakutan, ibu nabi Ibrahim telah bersembunyi dan melahirkan anaknya di dalam sebuah gua yang bersebelahan. Selepas itu, dia memasukkan batu-batu kecil dalam mulut bayinya itu dan meninggalkannya seorang diri. Seminggu kemudian, dia bersama suaminya kembali ke gua tersebut dan terkejut melihat nabi Ibrahim a.s masih hidup. Selama seminggu, bayi itu menghisap celah jarinya yang mengandungi susu dan makanan lain yang berkhasiat. Semasa berusia 15 bulan tubuh Nabi Ibrahim telah membesar dengan cepatnya seperti kanak-kanak berusia dua tahun. Maka kedua ibu bapaknya berani membawanya pulang kerumah mereka.


Sekilas Kisah NABI IBRAHIM AS


Selengkapnya
Kerajaan Babylon pd masa itu termasuk kerajaan yang makmur rakyat hidup senang, sejahtera dalam keadaan serba cukup sandang mahupun pandangan serta saranan-saranan yang menjadi keperluan pertumbuhan jasmani mrk.Akan tetapi tingkatan hidup rohani mrk masih berada di tingkat jahiliyah. Mrk tidak mengenal Tuhan Pencipta mereka yang telah memberi karunia mereka dengan segala kenikmatan dan kebahagiaan duniawi. Persembahan mrk adalah patung-patung yang mereka pahat sendiri dari batu-batu atau terbuat dari lumpur dan tanah.

Raja mereka Namrud bin Kan'aan menjalankan tampuk pemerintahnya dengan tangan besi dan kekuasaan mutlak.Semua kehendaknya harus terlaksana dan segala perintahnya merupakan undang-undang yang tidak dpt dilanggar atau di tawar. Kekuasaan yang besar yang berada di tangannya itu dan kemewahan hidup yang berlebuh-lebihanyang ia nikmati lama-kelamaan menjadikan ia tidak puas dengan kedudukannya sebagai raja. Ia merasakan dirinya patut disembah oleh rakyatnya sebagai tuhan. Ia berfikir jika rakyatnya mahu dan rela menyembah patung-patung yang terbina dari batu yang tidal dpt memberi manfaat dan mendtgkan kebahagiaan bagi mrk, mengapa bukan dialah yang disembah sebagai tuhan.Dia yang dpt berbicara, dapat mendengar, dpt berfikir, dpt memimpin mrk, membawa kemakmuran bagi mrk dan melepaskan dari kesengsaraan dan kesusahan. Dia yang dpt mengubah orang miskin menjadi kaya dan orang yang hina-dina diangkatnya menjadi orang mulia. di samping itu semuanya, ia adalah raja yang berkuasa dan memiliki negara yang besar dan luas.

Di tengah-tengah masyarakat yang sedemikian buruknya lahir dan dibesarkanlah Nabi Ibrahim dari seorang ayah yang bekerja sebagai pemahat dan pedagang patung. Ia sebagai calun Rasul dan pesuruh Allah yang akan membawa pelita kebenaran kepada kaumnya,jauh-jauh telah diilhami akal sihat dan fikiran tajam serta kesedaran bahwa apa yang telah diperbuat oleh kaumnya termasuk ayahnya sendiri adalah perbuat yang sesat yang menandakan kebodohan dan kecetekan fikiran dan bahwa persembahan kaumnya kepada patung-patung itu adalah perbuatan mungkar yang harus dibanteras dan diperangi agar mrk kembali kepada persembahan yang benar ialah persembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan pencipta alam semesta ini.

Semasa remajanya Nabi Ibrahim sering disuruh ayahnya keliling kota menjajakan patung-patung buatannya namun karena iman dan tauhid yang telah diilhamkan oleh Tuhan kepadanya ia tidak bersemangat untuk menjajakan barang-barang itu bahkan secara mengejek ia menawarkan patung -patung ayahnya kepada calon pembeli dengan kata-kata:" Siapakah yang akan membeli patung-patung yang tidak berguna ini? "

Nabi Ibrahim Ingin Melihat Bagaimana Makhluk Yang Sudah Mati Dihidupkan Kembali Oleh Allah

Nabi Ibrahim yang sudah berketetapan hati hendak memerangi syirik dan persembahan berhala yang berlaku dalam masyarakat kaumnya ingin lebih dahulu mempertebalkan iman dan keyakinannya, menenteramkan
hatinya serta membersihkannya dari keragu-raguan yang mungkin esekali mangganggu fikirannya dengan memohon kepada Allah agar diperlihatkan kepadanya bagaimana Dia menghidupkan kembali makhluk-makhluk yang sudah mati.Berserulah ia kepada Allah: " Ya Tuhanku! Tunjukkanlah kepadaku bagaimana engkau menghidupkan makhluk-makhluk yang sudah mati."Allah menjawab seruannya dengan berfirman:Tidakkah engkau beriman dan percaya kepada kekuasaan-Ku? "Nabi Ibrahim menjawab:" Betul, wahai Tuhanku, aku telah beriman dan percaya kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu, namun aku ingin sekali melihat itu dengan mata kepala ku sendiri, agar aku mendapat ketenteraman dan ketenangan dan hatiku dan agar makin menjadi tebal dan kukuh keyakinanku kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu."

Allah memperkenankan permohonan Nabi Ibrahim lalu diperintahkanlah ia menangkap empat ekor burung lalu setelah memperhatikan dan meneliti bahagian tubuh-tubuh burung itu, memotongnya menjadi berkeping-keping mencampur-baurkan kemudian tubuh burung yang sudak hancur-luluh dan bercampur-baur itu diletakkan di atas puncak setiap bukit dari empat bukit yang letaknya berjauhan satu dari yang lain.
Setelah dikerjakan apa yang telah diisyaratkan oleh Allah itu, diperintahnyalah Nabi Ibrahim memanggil burung-burung yang sudah terkoyak-koyak tubuhnya dan terpisah jauh tiap-tiap bahagian tubuh burung dari bahagian yang lain.

Dengan izin Allah dan kuasa-Nya datanglah berterbangan enpat ekor burung itu dalam keadaan utuh bernyawa seperti sedia kala begitu mendengar seruan dan panggilan Nabi Ibrahim kepadanya lalu hinggaplah empat burung yang hidup kembali itu di depannya, dilihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Allah YAng Maha Berkuasa dpt menghidupkan kembali makhluk-Nya yang sudah mati sebagaimana Dia menciptakannya dari sesuatu yang tidak ada. Dan dengan demikian tercapailah apa yang diinginkan oleh Nabi Ibrahim untuk mententeramkan hatinya dan menghilangkan kemungkinan ada keraguan di dalam iman dan keyakinannya, bahwa kekuasaan dan kehendak Allah tidak ada sesuatu pun di langit atau di bumi yang dpt menghalangi atau menentangnya dan hanya kata "Kun" yang difirmankan Oleh-Nya maka terjadilah akan apa yang dikenhendaki " Fayakun".

Masa remaja
Semasa remajanya Nabi Ibrahim sering disuruh ayahnya keliling kota menjajakan patung-patung buatannya namun karena iman dan tauhid yang telah diilhamkan oleh Tuhan kepadanya ia tidak bersemangat untuk menjajakan barang-barang itu bahkan secara mengejek ia menawarkan patung-patung ayahnya kepada calon pembeli dengan kata-kata:" Siapakah yang akan membeli patung-patung yang tidak berguna ini?"
Mencari Tuhan yang sebenarnya
Pada masa Nabi Ibrahim, kebanyakan rakyat di Mesopotamia beragama politeisme yaitu menyembah lebih dari satu Tuhan dan menganut paganisme. Dewa Bulan atau Sin merupakan salah satu berhala yang paling penting. Bintang, bulan dan matahari menjadi objek utama penyembahan dan karenanya, astronomi merupakan bidang yang sangat penting. Sewaktu kecil nabi Ibrahim a.s. sering melihat ayahnya membuat patung-patung tersebut, lalu dia berusaha mencari kebenaran agama yang dianuti oleh keluarganya itu.
Dalam alkitab (kitab kejadian) menceritakan tentang pencariannya dengan kebenaran. Pada waktu malam yang gelap, beliau melihat sebuah bintang (bersinar-sinar), lalu ia berkata: "Inikah Tuhanku?" Kemudian apabila bintang itu terbenam, ia berkata pula: "Aku tidak suka kepada yang terbenam hilang". Kemudian apabila dilihatnya bulan terbit (menyinarkan cahayanya), dia berkata: "Inikah Tuhanku?" Maka setelah bulan itu terbenam, berkatalah dia: "Demi sesungguhnya, jika aku tidak diberikan petunjuk oleh Tuhanku, nescaya menjadilah aku dari kaum yang sesat". Kemudian apabila dia melihat mataharisedang terbit (menyinarkan cahayanya), berkatalah dia: "Inikah Tuhanku? Ini lebih besar". Setelah matahari terbenam, dia berkata pula: "Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri (bersih) dari apa yang kamu sekutukan (Allah dengannya)". Inilah daya logika yang dianugerahi kepada beliau dalam menolak agama penyembahan langit yang dipercayai kaumnya serta menerima tuhan yang sebenarnya.

Melihat tanda Kekuasaan Allah
Nabi Ibrahim yang sudah bertekad ingin memerangi kesyirikan dan penyembahan berhala yang berlaku di dalam kaumnya ingin mempertebal iman dan keyakinannya lebih dulu, untuk menenteramkan hatinya serta membersihkannya dari keragu-raguan yang mungkin mangganggu pikirannya dengan memohon kepada Allah agar diperlihatkan kepadanya bagaimana Dia menghidupkan kembali makhluk-makhluk yang sudah mati. Ia memohon kepada Allah: "Ya Tuhanku! Tunjukkanlah kepadaku bagaimana engkau menghidupkan makhluk-makhluk yang sudah mati." Allah menjawab permohonannya dengan berfirman: Tidakkah engkau beriman dan percaya kepada kekuasaan-Ku?." Nabi Ibrahim menjawab:"Betul, wahai Tuhanku, aku telah beriman dan percaya kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu, namun aku ingin sekali melihat itu dengan mata kepala-ku sendiri, agar aku mendapat ketenteraman dan ketenangan hati dan agar semakin tebal dan kukuh keyakinanku kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu."
Allah mengabulkan permohonan Nabi Ibrahim lalu diperintahkanlah ia menangkap empat ekor burung, lalu setelah memperhatikan dan meneliti bagian-bagian tubuh burung itu, ia memotongnya menjadi berkeping-keping, mencampur-baurkannya, dan kemudian tubuh burung yang sudah hancur-luluh dan bercampur-baur itu diletakkan di empat puncak bukit yang berbeda dan berjauhan. Setelah dikerjakan apa yang telah diperintahkan oleh Allah itu, diperintahkan-Nya Nabi Ibrahim memanggil burung-burung yang sudah terkoyak tubuhnya dan terpisah jauh setiap bagian tubuhnya itu.
Dengan izin Allah dan kuasa-Nya datanglah berterbangan empat ekor burung itu dalam keadaan utuh dan bernyawa seperti sedia kala begitu mendengar seruan dan panggilan Nabi Ibrahim kepadanya. Lalu hinggaplah empat burung yang hidup kembali itu di depannya, dilihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Allah Yang Maha Berkuasa dapat menghidupkan kembali makhluk-Nya yang sudah mati sebagaimana Dia menciptakannya dari sesuatu yang tidak ada. Dan dengan demikian tercapailah keinginan Nabi Ibrahim untuk menenteramkan hatinya dan menghilangkan kemungkinan ada keraguan di dalam iman dan keyakinannya, bahwa kekuasaan dan kehendak Allah tidak ada sesuatu pun di langit atau di bumi yang dapat menghalangi atau menentangnya, dan hanya kata "Kun Fayakun", maka terjadilah apa yang Dikehendaki-Nya.
Berdakwah Kepada Ayah Kandungnya
Aazar (merupakan ayah angkat dari Nabi Ibrahim AS, diriwayatkan oleh Ibn Mundzir dg sanad shahih dari Jarikh pada firman Allah swt : "ketika Ibrahim berkata pada ayahnya azar (QS Al An'am 74) bahwa azar bukan ayahnya, namun pamannya, bahwa Ibrahim adalah putra --125.161.222.80 19 Maret 2012 01.09 (UTC)Tairukh), ayah Nabi Ibrahim sama sebagaimana kaumnya yang lain, bertuhan dan menyembah berhala, ia adalah pedagang dari patung-patung yang dibuat dan dipahatnya sendiri dan dariya orang membeli patung-patung yang dijadikan persembahan. Nabi Ibrahim merasa bahwa kewajiban pertama yang harus ia lakukan sebelum berdakwah kepada orang lain ialah menyadarkan ayah kandungnya dulu orang yang terdekat kepadanya bahwa kepercayaan dan persembahannya kepada berhala-berhala itu adalah perbuatan yang sesat dan bodoh. Ia merasakan bahwa kebaktian kepada ayahnya mewajibkannya memberi penerangan kepadanya agar melepaskan kepercayaan yang sesat itu dan mengikutinya beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa.
Dengan sikap yang sopan dan adab yang patut ditunjukkan oleh seorang anak terhadap orang tuanya dan dengan kata-kata yang halus ia datang kepada ayahnya menyampaikan bahwa ia diutuskan oleh Allah sebagai nabi dan rasul dan bahwa ia telah diilhamkan dengan pengetahuan dan ilmu yang tidak dimiliki oleh ayahnya. Ia bertanya kepada ayahnya dengan lemah lembut gerangan apakah yang mendorongnya untuk menyembah berhala seperti lain-lain kaumnya padahal ia mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak berguna sedikit pun tidak dapat mendatangkan keuntungan bagi penyembahnya atau mencegah kerugian atau musibah. Diterangkan pula kepada ayahnya bahwa penyembahan kepada berhala-berhala itu adalah semata-mata ajaran setan yang memang menjadi musuh kepada manusia sejak Adam diturunkan ke bumi. Ia berseru kepada ayahnya agar merenungkan dan memikirkan nasihat dan ajakannya berpaling dari berhala-berhala dan kembali menyembah kepada Allah yang menciptakan manusia dan semua makhluk yang dihidupkan memberi mereka rezeki dan kenikmatan hidup serta menguasakan bumi dengan segala isinya kepada manusia.
Aazar menjadi merah mukanya dan melotot matanya mendengar kata-kata seruan puteranya Nabi Ibrahim yyang ditanggapinya sebagai dosa dan hal yang kurang patut bahwa puteranya telah berani mengecam dan menghina kepercayaan ayahnya bahkan mengajakkannya untuk meninggalkan kepercayaan itu dan menganut kepercayaan dan agama yang ia bawa. Ia tidak menyembunyikan murka dan marahnya tetapi dinyatakannya dalam kata-kata yang kasar dan dalam makian namun seakan-akan tidak ada hubungan di antara mereka. Ia berkata kepada Nabi Ibrahim dengan nada gusar: "Hai Ibrahim! Berpalingkah engkau dari kepercayaan dan persembahanku ? Dan kepercayaan apakah yang engkau berikan kepadaku yang menganjurkan agar aku mengikutinya? Janganlah engkau membangkitkan amarahku dan coba mendurhakaiku. Jika engkau tidak menghentikan penyelewenganmu dari agama ayahmu tidak engkau hentikan usahamu mengecam dan memburuk-burukkan persembahanku, maka keluarlah engkau dari rumahku ini. Aku tidak sudi tinggal bersama denganmu di dalam suatu rumah di bawah suatu atap. Pergilah engkau dari mukaku sebelum aku menimpamu dengan batu dan mencelakakan engkau."
Nabi Ibrahim menerima kemarahan ayahnya, pengusirannya dan kata-kata kasarnya dengan sikap tenang, normal selaku anak terhadap ayah seraya berkata: "Wahai ayahku! Semoga engkau selamat, aku akan tetap memohonkan ampun bagimu dari Allah dan akan tinggalkan kamu dengan persembahan selain kepada Allah. Mudah-mudahan aku tidak menjadi orang yang celaka dan malang dengan doaku untukmu." Lalu keluarlah Nabi Ibrahim meninggalkan rumah ayahnya dalam keadaan sedih karena gagal mengangkatkan ayahnya dari lembah syirik dan kafir.
Menghancurkan Berhala-berhala
Kegagalan Nabi Ibrahim dalam usahanya menyadarkan ayahnya yang tersesat itu sangat menusuk hatinya kerana ia sebagai putera yang baik ingin sekali melihat ayahnya berada dalam jalan yang benar terangkat dari lembah kesesatan dan syirik namun ia sadar bahwa hidayah itu adalah di tangan Allah dan bagaimana pun ia ingin dengan sepenuh hatinya agar ayahnya mendapat hidayah, bila belum dikehendaki oleh Allah maka sia-sialah keinginan dan usahanya. Penolakan ayahnya terhadap dakwahnya dengan cara yang kasar dan kejam itu tidak sedikit pun memengaruhi ketetapan hatinya dan melemahkan semangatnya untuk berjalan terus memberi penerangan kepada kaumnya untuk menyapu bersih persembahan-persembahan yang bathil dan kepercayaan-kepercayaan yang bertentangan dengan tauhid dan iman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Nabi Ibrahim tidak henti-henti dalam setiap kesempatan mengajak kaumnya berdialog dan bermujadalah tentang kepercayaan yang mereka anut dan ajaran yang ia bawa. Dan ternyata bahwa apabila mereka sudah tidak berdaya menolak dan menyanggah alasan-alasan dan dalil-dalil yang dikemukakan oleh Nabi Ibrahim tentang kebenaran ajarannya dan kebathilan kepercayaan mereka maka dalil dan alasan yang usanglah yang mereka kemukakan yaitu bahwa mereka hanya meneruskan apa yang bapak-bapak dan nenek moyang mereka lakukan sejak turun-temurun dan sesekali mereka tidak akan melepaskan kepercayaan dan agama yang telah mereka warisi.
Nabi Ibrahim pada akhirnya merasa tidak bermanfaat lagi untuk berdebat dan bermujadalah dengan kaumnya yang keras kepala dan yang tidak mahu menerima keterangan dan bukti-bukti nyata yang dikemukakan oleh beliau dan selalu berpegang pada satu-satunya alasan bahawa mereka tidak akan menyimpang daripada cara persembahan nenek moyang mereka, walaupun telah Nabi Ibrahim menasihati mereka berkali-kali bahawa mereka dan bapak-bapak mereka keliru dan tersesat mengikuti jejak syaitan dan iblis. Nabi Ibrahim kemudian merancang akan membuktikan kepada kaumnya dengan perbuatan yang nyata yang dapat mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri bahwa berhala-berhala dan patung-patung mereka betul-betul tidak berguna bagi mereka dan bahkan tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri.
Adalah sudah menjadi tradisi dan kebiasaan penduduk kerajaan Babilonia bahwa setiap tahun mereka keluar kota beramai-ramai pada suatu hari raya yang mereka anggap sebagai keramat. Berhari-hari mereka tinggal di luar kota di suatu padang terbuka, berkemah dengan membawa perbekalan makanan dan minuman yang cukup. Mereka bersuka ria dan bersenang-senang sambil meninggalkan kota-kota mereka kosong dan sunyi. Mereka berseru dan mengajak semua penduduk agar keluar meninggalkan rumah dan turut beramai -ramai menghormati hari-hari suci itu. Nabi Ibrahim yang juga turut diajak untuk turut serta berlagak berpura-pura sakit dan diizinkanlah ia tinggal di rumah apalagi mereka merasa khawatir bahwa penyakit Nabi Ibrahim yang dibuat-buat itu akan menular dan menjalar di kalangan mereka bila ia turut serta.
"Inilah dia kesempatan yang ku nantikan." kata hati Nabi Ibrahim tatkala melihat kota sudah kosong dari penduduknya, sunyi senyap tidak terdengar kecuali suara burung-burung yang berkicau, suara daun-daun pohon yang gemerisik ditiup angin kencang. Dengan membawa sebuah kapak ditangannya ia pergi menuju tempat beribadatan kaumnya yang sudah ditinggalkan tanpa penjaga, tanpa juru kunci dan hanya deretan patung-patung yang terlihat diserambi tempat peribadatan itu. Sambil menunjuk kepada sesaji bunga-bunga dan makanan yang berada di setiap kaki patung berkata Nabi Ibrahim, mengejek:"Mengapa kamu tidak makan makanan yang lezat yang disajikan bagi kamu ini? Jawablah aku dan berkata-katalah kamu." Kemudian disepak, ditamparlah patung-patung itu dan dihancurkannya berpotong-potong dengan kapak yang berada di tangannya. Patung yang besar ditinggalkannya utuh, tidak diganggu yang pada lehernya dikalungkanlah kapak Nabi Ibrahim itu.
Terperanjat dan terkejutlah para penduduk, tatkala pulang dari berpesta ria di luar kota dan melihat keadaan patung-patung, tuhan-tuhan mereka hancur berantakan dan menjadi potongan-potongan terserak-serak di atas lantai. Bertanyalah satu kepada yang lain dengan nada heran dan takjub: "Gerangan siapakah yang telah berani melakukan perbuatan yang jahat dan keji ini terhadap tuhan-tuhan persembahan mereka ini?" Berkata salah seorang di antara mereka:"Ada kemungkinan bahwa orang yang selalu mengolok-olok dan mengejek persembahan kami yang bernama Ibrahim itulah yang melakukan perbuatan yang berani ini." Seorang yang lain menambah keterangan dengan berkata:"Bahkan dialah yang pasti berbuat, karena ia adalah satu-satunya orang yang tinggal di kota sewaktu kami semua berada di luar merayakan hari suci dan keramat itu." Selidik punya selidik, akhirnya terdapat kepastian yang tidak diragukan lagi bahwa Ibrahimlah yang merusakkan dan memusnahkan patung-patung itu. Rakyat kota beramai-ramai membicarakan kejadian yang dianggap suatu kejadian atau penghinaan yang tidak dapat diampuni terhadap kepercayaan dan persembahan mereka. Suara marah, jengkel dan kutukan terdengar dari segala penjuru, yang menuntut agar si pelaku diminta bertanggungjawab dalam suatu pengadilan terbuka, dimana seluruh rakyat penduduk kota dapat turut serta menyaksikannya.
Dan memang itulah yang diharapkan oleh Nabi Ibrahim agar pengadilannya dilakukan secara terbuka di mana semua warga masyarakat dapat turut menyaksikannya. Karena dengan cara demikian beliau dapat secara terselubung berdakwah menyerang kepercayaan mereka yang bathil dan sesat itu, seraya menerangkan kebenaran agama dan kepercayaan yang ia bawa, kalau di antara yang hadir ada yang masih boleh diharapkan terbuka hatinya bagi iman dari tauhid yang ia ajarkan dan dakwahkan. Hari pengadilan ditentukan dan datang rakyat dari segala pelosok berduyung-duyung mengujungi padang terbuka yang disediakan bagi sidang pengadilan itu.
Ketika Nabi Ibrahim datang menghadap Raja Namrudz yang akan mengadili ia disambut oleh para hadirin dengan teriakan kutukan dan cercaan, menandakan sangat gusarnya para penyembah berhala terhadap beliau yang telah berani menghancurkan persembahan mereka. Ditanyalah Nabi Ibrahim oleh Raja Namrud:"Apakah engkau yang melakukan penghancuran dan merusakkan tuhan-tuhan kami?" Dengan tenang dan sikap dingin, Nabi Ibrahim menjawab:"Patung besar yang berkalungkan kapak di lehernya itulah yang melakukannya. Coba tanya saja kepada patung-patung itu siapakah yang menghancurkannya." Raja Namrudpun terdiam sejenak. Kemudian beliau berkata:" Engkaukan tahu bahwa patung-patung itu tidak dapat berbicara dan berkata mengapa engkau minta kami bertanya kepadanya?" Tibalah masanya yang memang dinantikan oleh Nabi Ibrahim, maka sebagai jawaban atas pertanyaan yang terakhir itu beliau berpidato membentangkan kebathilan persembahan mereka, yang mereka pertahankan mati-matian, semata-mata hanya karena adat itu adalah warisan nenek-moyang. Berkata Nabi Ibrahim kepada Raja Namrud itu:"Jika demikian halnya, mengapa kamu sembah patung-patung itu, yang tidak dapat berkata, tidak dapat melihat dan tidak dapat mendengar, tidak dapat membawa manfaat atau menolak mudharat, bahkan tidak dapat menolong dirinya dari kehancuran dan kebinasaan? Alangkah bodohnya kamu dengan kepercayaan dan persembahan kamu itu! Tidakkah dapat kamu berfikir dengan akal yang sehat bahwa persembahan kamu adalah perbuatan yang keliru yang hanya difahami oleh syaitan. Mengapa kamu tidak menyembah Tuhan yang menciptakan kamu, menciptakan alam sekeliling kamu dan menguasakan kamu di atas bumi dengan segala isi dan kekayaan. Alangkah hina dinanya kamu dengan persembahan kamu itu."
Setelah selesai Nabi Ibrahim menguraikan pidatonya itu, Raja Namrud mencetuskan keputusan bahwa Nabi Ibrahim harus dibakar hidup-hidup sebagai ganjaran atas perbuatannya menghina dan menghancurkan tuhan-tuhan mereka, maka berserulah para hakim kepada rakyat yang hadir menyaksikan pengadilan itu:"Bakarlah ia dan belalah tuhan-tuhanmu, jika kamu benar-benar setia kepadanya."
Dibakar Hidup-hidup
Keputusan mahkamah telah dijatuhkan. Nabi Ibrahim harus dihukum dengan membakar hidup-hidup dalam api yang besar sebesar dosa yang telah dilakukan. Persiapan bagi upacara pembakaran yang akan disaksikan oleh seluruh rakyat sedang dipersiapkan. Tanah lapang bagi tempat pembakaran disediakan dan diadakan pengumpulan kayu bakar dengan banyaknya dimana tiap penduduk secara gotong-royong harus mengambil bagian membawa kayu bakar sebanyak yang ia dapat sebagai tanda bakti kepada tuhan-tuhan persembahan mereka yang telah dihancurkan oleh Nabi Ibrahim.
Berduyun-duyunlah para penduduk dari segala penjuru kota membawa kayu bakar sebagai sumbangan dan tanda bakti kepada tuhan mereka. Di antara terdapat para wanita yang hamil dan orang yang sakit yang membawa sumbangan kayu bakarnya dengan harapan memperoleh berkaharakah dari tuhan-tuhan mereka dengan menyembuhkan penyakit mereka atau melindungi yang hamil di kala ia bersalin. Setelah terkumpul kayu bakar di lapangan yang disediakan untuk upacara pembakaran dan tertumpuk serta tersusun laksana sebuah bukit, berduyun-duyunlah orang datang untuk menyaksikan pelaksanaan hukuman atas diri Nabi Ibrahim. Kayu lalu dibakar dan terbentuklah gunung berapi yang dahsyat yang sedang berterbangan di atasnya berjatuhan terbakar oleh panas yang ditimbulkan oleh api yang menggunung itu. Kemudian dalam keadaan terbelenggu, Nabi Ibrahim diangkat ke atas sebuah bangunan yang tinggi lalu dilemparkan ia kedalam tumpukan kayu yang menyala-nyala itu dengan iringan firman Allah:"Hai api, menjadilah engkau dingin dan keselamatan bagi Ibrahim."
Sejak keputusan hukuman dijatuhkan sampai saat ia dilemparkan ke dalam bukit api yang menyala-nyala itu, Nabi Ibrahim tetap menunjukkan sikap tenang dan tawakkal karena iman dan keyakinannya bahwa Allah tidak akan rela melepaskan hamba pesuruhnya menjadi makanan api dan korban keganasan orang-orang kafir musuh Allah. Dan memang demikianlah apa yang terjadi tatkala ia berada dalam perut bukit api yang dahsyat itu ia merasa dingin sesuai dengan seruan Allah Pelindungnya dan hanya tali temali dan rantai yang mengikat tangan dan kakinya yang terbakar hangus, sedang tubuh dan pakaian yang terlekat pada tubuhnya tetap utuh, tidak sedikit pun tersentuh oleh api, hal mana merupakan suatu mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada hamba pilihannya, Nabi Ibrahim, agar dapat melanjutkan penyampaian risalah yang ditugaskan kepadanya kepada hamba-hamba Allah yang tersesat itu.
Orang ramai tercengang dengan keajaiban ini dan mula mempersoalkan kepercayaan kepada Raja Namrud. Malah anak perempuan Raja Namrud sendiri yaitu Puteri Raja mulai mempercayai agama yang dibawa oleh beliau. Lalu Puteri itupun mengaku di hadapan khalayak ramai bahawa Tuhan nabi Ibrahim a.s. adalah Tuhan yang sebenarnya. Ini telah menaikkan kemarahan beliau yang mengarahkan tenteranya untuk membunuh puterinya itu. Puteri itupun menuju ke arah api yang besar itu lalu berkata "Tuhan Nabi Ibrahim selamatkanlah aku". Puteri Raja pun turut terselamat dari terbakar dan dalam api yang membara itu kerena dia mengucap kalimah syahadah. Tindakan durhaka puterinya menjadikan hati Raja Namrud semakin membara. Dalam keadaan sehat tanpa suatu apapun, puteri raja keluar dari api tersebut, beliau serta tenteranya telah mengejarnya kedalam hutan. Ini memberi peluang kepada Nabi Ibrahim serta adik tirinya Sarah, bapaknya Azaar serta anak saudaranya Nabi Luth untuk melarikan diri. Raja Namrud dan tenteranya puas mencari Puteri Raja tetapi puteri itu telah hilang. Selepas sekian lama, merekapun pulang dan mendapati bahawa Nabi Ibrahim turut terlepas. Setelah peristiwa ini, Raja Namrud kian gelisah kerana rakyatnya mula hilang kepercayaan dengan kekuasaannya. Oleh itu, beliau berjanji pula untuk membunuh Tuhan nabi Ibrahim.
Mukjizat yang diberikan oleh Allah s.w.t. kepada Nabi Ibrahim sebagai bukti nyata akan kebenaran dakwahnya, telah menimbulkan kegoncangan dalam kepercayaan sebahagian penduduk terhadap persembahan dan patung-patung mereka dan membuka mata hati banyak daripada mereka untuk memikirkan kembali ajakan Nabi Ibrahim dan dakwahnya, bahkan tidak kurang daripada mereka yang ingin menyatakan imannya kepada Nabi Ibrahim, namun khawatir akan mendapat kesukaran dalam penghidupannya akibat kemarahan dan balas dendam para pemuka dan para pembesarnya yang mungkin akan menjadi hilang akal bila merasakan bahwa pengaruhnya telah beralih ke pihak Nabi Ibrahim.
Para istri Ibrahim
Ketika Sarah ditawan Fir’aun untuk dijadikan selir, Allah memberikan pertolongan kepada Sarah sehingga Fir’aun merasa takut, dan gagal menjadikan Sarah sebagai selirnya. Karena gagal menjadikan Sarah sebagai selir, Fir’aun hendak menjadikan Sarah sebagai budak Hajar. Namun, pada akhirnya Hajar pun dihadiahkan kepada Ibrahim setelah sebelumnya Sarah diserahkan kepadanya. Menurut kitabQishashul Anbiya karya Ibnu Katsir, Hajar adalah seorang putri bangsa Qibthi (Mesir).
Masih dalam buku berjudul Qishashul Anbiya, disebutkan bahwa istri Ibrahim yang terkenal hanya dua, sementara masih ada dua lainnya yang kurang terkenal. Daftar lengkapnya adalah:
• Sarah
• Hajar
• Qanthura
• Hajun
Dari Qanthura binti Yaqthan lahir enam orang anak, yakni Madyan, Zamran, Saraj, Yaqsyan, Nasyaq, dan yang keenam belum sempat diberi nama. Dari Hajun binti Amin lahir lima orang anak, yakni Kisan, Sauraj, Amim, Luthan, dan Nafis.

Catatan kaki
1. ^ "Muhammad Sang Nabi" - Penelusuran Sejarah Nabi Muhammad Secara Detail, karya Omar Hashem, Bab 1. Kondisi Geografis - Kafilah Nabi Ibrahim, Hal.9.
2. ^ Sejarah singkat Bani Israel
Pranala luar
• (Indonesia) Kehidupan Nabi Ibrahim a.s
• (Indonesia) dzikir.org


Sumber ;
- Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
- Daftar referensi terlampir diatas
- www.affiliate-waones.com


Kisah Bahtera Nabi Nuh A.S

Add Comment

Nabi Nuh As 

Dalam Agama samawi, Bahtera Nabi Nuh adalah sebuah kapal yang dibangun atas perintah Tuhan untuk menyelamatkan Nabi Nuh a.s., keluarga yang beriman, kaumnya yang beriman dan kumpulanbinatang yang ada di seluruh dunia dari air bah. Kisah ini terdapat dalam Kitab Kejadian dalam Perjanjian Lama dan Al-Quran.

Sejumlah besar penganut Yahudi Ortodoks dan Kristian berdasarkan Perjanjian Lama dan umat Muslim berdasarkan Al-Quran mempercayai bahwa kisah ini benar-benar terjadi. Namun sebagian lain penganut Yahudi Ortodoks dan Kristian yang memegang kepercayaan hipotesis terhadap dokumen ilmiah menyatakan bahwa kisah yang dikisahkan dalam Kitab Kejadian ini mungkin terdiri dari sejumlah sumber yang sesetengahnya bersifat berkecuali (independents), dan proses penyusunannya yang berlangsung selama beberapa abad dapat menolong menjelaskan kekacauan dan pengulangan yang tampak di dalam teksnya. Walaupunbegitu, sebahagian umat Yahudi Ortodoks dan Kristian yang mempercayai kisah ini menyatakan bahwa kekacauan itu dapat dijelaskan secara rasional.

Mitos Sumeria juga menceritakan kisah seperti ini, namun ia agak berbeda dengan agama Abrahamik, karena tokoh dalam kisah Sumeria tidak bernama Nuh tetapi Ziusudra. Kisah Sumeria mengisahkan bagaimana Ziusudra diperingatkan oleh para dewa untuk membangun sebuah kapal untuk menyelamatkan diri dari banjir yang akan menghancurkan umat manusia. Tidak hanya dalam agama Ibrahamik dan Sumeria, kisah hampir serupa juga ditemukan di banyak kebudayaan di seluruh dunia. Memang kisah tentang banjir ini adalah salah satu cerita rakyat yang paling umum terkenal di seluruh dunia.

Kisah Bahtera ini telah diuraikan secara panjang lebar di dalam berbagai teks Agama samawi, yang mencampurkan solusi-solusi teoretis dengan masalah-masalah praktis semisal bagaimana cara Nuh membuang kotoran-kotoran binatang, atau dengan penafsiran-penafsiran alegoris yang mengajak manusia menuju kejalan lurus dan benar dengan mematuhi perintah Tuhan.

Pada awal abad ke-18, perkembangan geologi dan biogeografi sebagai ilmu pengetahuan telah membuat sedikit sejarawan alam yang merasa mampu membenarkan penafsiran yang harafah keatas kisah Bahtera ini. Namun demikian, para pakar kitab terus meneliti gunung dimana kapal tersebut berlabuh. Namun begitu, Alkitab menyatakan bahawa kapal itu berlabuh di daerah timur laut Turki dan Al-Quran berpendapat bahawa kapal itu mendarat di kawasan sekitar Pergunungan Judi, Cizre di sempadan Iraq-Turki,. Namun ssetengah pendapat lain menyatakan Bahtera itu mendarat di sekitar kawasan Pergunungan Ararat Turki.

Pandangan Kisah Menurut Kitab dari beberapa Agama;

Pembangunan Bahtera.Nuremberg Chronicle (1493).

makna alegoris untuk Nuh dan Bahtera. Perjanjian Baru (1 Petrus 3:20–21)

Dalam tradisi Kristian

Para penulis Kristian perdana menciptakan makna-makna alegoris untuk Nuh dan Bahtera. Perjanjian Baru (1 Petrus 3:20–21), menyatakan bahwa perdamaian bagi mereka yang ada di Bahtera melalui air bah memberikan gambaran awal tentang orang Kristen yang diselamatkan melalui baptisan. Para seniman Kristen awal juga mengangkat Nuh dalam karya mereka. Mereka seringkali menggambarkan Nuh yang berdiri di sebuah kotak yang kecil di tengah-tengah gelombang, yang menggambarkan tentang Allah yang menyelamatkan Gereja sementara melalui gelombang pergumulan.
St. Augustinus dari Hippo (354–430), dalam Kota Allah, menunjukkan bahwa ukuran-ukuran Bahtera itu sesuai dengan ukuran tubuh manusia, yaitu tubuh Kristus, yaitu Gereja. St. Hieronimus (l.k. 347–420) menyebut burung gagak, yang dikeluarkan dan tidak kembali sebagai "burung kejahatan yang kotor" yang diusir lewat baptisan; memberikan gambaran yang lebih bertahan lama, merpati dan ranting zaitun yang melambangkan Roh Kudus dan pengharapan akan perdamaian dan, akhirnya, perdamaian.
Pada tataran yang lebih praktis, Origenes (l.k. 182–251), menjawab kepada seorang kritik yang meragukan bahwa Bahtera itu dapat memuat semua binatang yang ada di dalam dunia, membantahkan dengan argumen yang cerdas tentang hasta. Ia mengatakan bahawa Musa, si pengarang tradisional dari Kitab Kejadian, dibesarkan di Mesir dan karenanya tentu telah menggunakan ukuran hasta Mesir yang lebih besar. Ia pun memperbaiki bentuk Bahteranya sebagai sebuah piramida terbalik, yang bentuknya persegi empat dan bukan bujur sangkar di bagian bawahnya, dan mengurangi hingga di satu sisinya square peak one cubit on a side. Baru pada abad ke-12 orang baru memikirkannya sebagai sebuah kotak persegi empat dengan atap yang miring.
Penyamaan Bahtera dengan Gereja masih ditemukan dalam ritus baptisan Anglikan, yang memohon kepada Allah, "yang dengan kemurahan-Mu yang besar telah menyelamatkan Nuh," untuk menerima ke dalam Gereja bayi yang akan dibaptiskan.
Dalam tradisi Islam
Dalam agama Islam, Nuh merupakan salah satu dari lima Rasul nabi penting bagi umat Islam keseluruhannya (Ulul Azmi). Ia diperintah untuk mengingatkan kaumnya agar menyembah Allah yang saat itu menganut paganisme dengan menyembah berhala-berhala Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nashr. Dalam Al-Quran, Nuh diperintah selama 950 tahun. Rujukan-rujukannya tentang Nuh dalam al-Quranbertebaran di seluruh kitab. Surah dalam al-Quran yang cukup lengkap menceritakan kisah Nuh adalah Surah Hud dari ayat 27 hingga 51.
Berbeza dengan kisah-kisah Yahudi, yang menggunakan istilah "kotak" atau "peti" untuk menggambarkan Bahtera Nuh, surah Al-'Ankabut ayat 15 dalam al-Qur'an menyebutnya As-Safinati, sebuah kapal biasa atau bahtera, dan dijelaskan lagi dalam Surah Al-Qamar ayat 13 sebagai "bahtera dari papan dan paku." Surah Hud ayat 44 mengatakan bahawa kapal itu mendarat di Gunung Judi, yang dalam tradisi merupakan sebuah bukit dekat kota Jazirah bin Umar di tepi timur Sungai Tigris di provinsi Mosul, Iraq. Abdul Hasan Ali bin al-Husayn Masudi (meninggal dunia pada tahun 956) mengatakan bahawa tempat pendaratan bahtera itu dapat dilihat pada masanya. Masudi juga mengatakan bahawa Bahtera itu memulai perjalanannya dari Kuffah di Iraq tengah dan berlayar ke Makkah, dan di sana kapal itu menawafi (mengelilingi) Kaabah, sebelum akhirnya mendarat di Gunung Judi, Cizre (Pergunungan yang sebanjaran dengan Gunung Ararat). Surah Hud ayat 41 mengatakan, "Dan Nuh berkata, 'Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.'" Tulisan Abdullah bin 'Umar al-Baidawi abad ke-13 menyatakan bahawa Nuh mengatakan, "Dengan Nama Allah!" ketika ia ingin bahtera itu bergerak, dan kata yang sama ketika ia menginginkan bahtera itu berhenti.
Banjir itu dikirim oleh Allah sebagai jawapan ke atas doa Nabi Nuh bahawa generasinya yang jahat harus dihancurkan, namun kerana Nuh adalah yang benar, maka ia terus menyebarkan peringatan itu, dan 70 orang penyembah berhala bertaubat, dan masuk ke dalam Bahtera bersamanya, sehingga keseluruhan manusia yang ada di dalamnya adalah 78 orang (iaitu ke-70 orang ini ditambah 8 orang anggota keluarga Nuh sendiri). Ke-70 orang ini tidak mempunyai keturunan, dan seluruh umat manusia setelah air bah adalah keturunan dari ketiga anak lelaki Nuh iaitu Sem, Ham, dan Yafet. Anak lelaki (atau cucu lelaki, menurut beberapa sumber) yang keempat yang bernama Kana'an termasuk para penyembah berhala, dan kerananya ia ikut tenggelam.
Baidawi memberikan ukuran Bahtera itu iaitu 300 hasta, (50 x 30), dan menjelaskan bahawa pada mulanya di tingkat pertama dari tiga tingkat ini diletakkan binatang-binatang liar dan yang sudah dijinakkan, pada tingkat kedua ditempatkan manusia, dan yang ketiga burung-burung. Pada setiap lembar papan terdapat nama seorang nabi. Tiga lembar papan yang hilang, yang melambangkan tiga nabi, dibawa dari Mesir oleh Og, putera Anak, satu-satunya raksasa yang diizinkan selamat dari banjir. Tubuh Nabi Adam a.s. dibawa ke tengah-tengah bahtera untuk memisahkan lelaki dan perempuan.
Nabi Nuh berada di Bahtera selama lima atau enam bulan, dan pada akhirnya ia mengeluarkan seekor burung gagak. Namun gagak itu berhenti untuk berpesta memakan daging-daging bangkai yang mati, dan kerana itu Nuh mengutuknya dan mengeluarkan burung merpati, yang sejak dahulu kala lagi telah dikenali sebagai sahabat manusia. Masudi menulis bahawa Allah memerintahkan bumi untuk menyerap airnya, dan bahagian-bahagian tertentu yang lambat menaati perintah ini memperoleh air laut sebagai hukumannya dan karena itu menjadi kering dan tidak ada kehidupan. Air yang tidak diserap bumi membentuk laut, sehingga air dari banjir itu masih ada.
Nuh meninggalkan Bahtera pada tanggal 10 Muharram, dan ia bersama keluarganya dan teman-temannya membangun sebuah kota di kaki Gunung Judi yang dinamai Thamanin ("delapan puluh"), dari jumlah mereka. Nuh kemudian mengunci Bahtera itu dan dipercayai kunci-kuncinya berada dalam simpanan Sem. Yaqut al-Hamawi (1179–1229) menyebutkan tentang sebuah Masjid yang dibangunkan oleh Nuh yang dapat dilihat hingga masa hidupnya, dan Ibnu Batutta telah melawati pergunungan Judi dan Ararat dalam perjalanannya pada abad ke-14. Orang Muslim moden, walaupun tidak semuanya aktif dalam mencari Bahtera tersebut, percaya bahawa benda itu masih berada di lereng-lereng pergunungan Judi-Ararat.

Bahtera dalam tradisi Abrahamik

Ibn Battuta, 1304–1377, pengelana dunia dari Morocco yang melalui Gunung Judi, dekat CizreTurki, yang merupakan tempat berhentinya Bahtera Nuh dalam tradisi Islam.

Dalam tradisi Rabinic
Cerita Nuh dan Bahtera banyak dibahas dalam literatur rabinik Yahudi yang belakangan. Kegagalan Nuh untuk memperingatkan orang-orang lain tentang datangnya air bah pada umumnya menyebabkan orang meragukan bahwa ia layak dianggap sebagai orang yang benar —atau barangkali ia orang yang benar hanya bila dibandingkan dengan generasinya sendiri yang jahat? Menurut sebuah tradisi, ia malah telah meneruskan peringatan Allah, menanam pohon aras 120 tahun sebelum datangnya Air Bah itu, sehingga orang-orang yang berdosa dapat melihat dan diimbau agar mengubah cara hidup mereka. Untuk melindungi Nuh dan keluarganya, Allah menempatkan singa dan binatang-binatang buas lainnya untuk menjaga mereka dari orang-orang jahat yang mengejek mereka dan mengancam mereka dengan kekerasan. Menurut sebuah midrash, Allah-lah, atau para malaikat, yang mengumpulkan binatang-binatang itu ke Bahtera, bersama-sama dengan makanan mereka. Karena sebelum masa ini tidak perlu diadakan pembedaan antara binatang yang haram dan yang tidak haram, maka binatang-binatang yang tidak haram memperkenalkan mereka dengan berlutut di hadapan Nuh sementara mereka masuk ke dalam Bahtera. Sebuah pandangan lain mengatakan bahwa Bahtera itu sendiri memisahkan yang haram dengan yang tidak haram, yang tidak haram diterima masing-masing tujuh ekor, sementara yang haram hanya sepasang.
Nuh sibuk siang dan malam memberi makan dan memperhatikan binatang-binatang itu. Ia tidak tidur selama satu tahun berada di dalam Bahtera. Binatang-binatang itu adalah yang terbaik dari antara spesiesnya, dan berperilaku dengan sangat baik. Mereka tidak berbiak, sehingga jumlah binatang-binatang yang keluar dari Bahtera persis sama dengan jumlah yang masuk. Namun Nuh dibuat lumpuh oleh singa, sehingga ia tidak layak untuk menjalani tugas-tugas imamat. Karena itu kurban pada akhir pelayaran itu dilaksanakan oleh anaknya, Sem. Burung gagak menciptakan masalah, karena ia menolak keluar dari Bahtera ketika Nuh melepaskannya. Ia mengutuk sang Leluhur dan menuduhnya berniat menghancurkan keturunannya. Namun demikian, seperti yang ditunjukkan oleh para penafsir, Allah bermaksud menyelamatkan burung gagak itu, kerana keturunannya ditakdirkan untuk memberi makan kepada nabi Elia.
Semua kotoran disimpan pada tingkat yang paling bawah dari ketiga tingkat Bahtera, manusia dan binatang-binatang yang tidak haram ditempatkan di tingkat kedua, sementara binatang-binatang yang haram serta burung-burung di tingkat atas. Sebuah pandangan lain mengatakan bahwa semua kotoran diletakkan di tingkat yang paling atas, dan dari situ kemudian dibuang ke dalam laut melalui sebuah pintu (trapdoor). Batu-batu berharga, yang terang seperti tengah hari, memberikan cahanya, dan Allah memastikan bahwa makanan tetap segar. Raksasa Og, raja Basyan, berada di antara mereka yang diselamatkan —demikianlah mestinya yang terjadi, karena keturunannya disebutkan belakangan dalam kitab-kitab di dalam Torah—tetapi karena tubuhnya sangat besar ia harus tetap tinggal di luar, Nuh memberikan kepadanya makanan melalui lubang yang dibuat di dinding Bahtera.

Literalisme Alkitab dan Bahtera;

Fail:Millais - Die Rückkehr der Taube zur Arche Nuh.jpg
John Everett Millais:Kembalinya Merpati ke dalam Bahtera (1851)
Baca Selengkapnya
Banyak orang Yahudi Ortodoks dan orang Kristen konservatif percaya akan ineransi Alkitab, konsep bahwa Alkitab, sebagai firman Allah, tidak mengandung kesalahan, tetapi harus ditafsirkan dengan tepat agar dapat dimengerti dengan benar. Mereka juga cenderung untuk mempercayai tradisi-tradisi tentang penyusunan Alkitab (lih., mis. Metode gramatika-historis, Tradisi suci dan Midrash). Karena itu, mereka yang mengikuti metode-metode hermeneutika ini, cenderung menerima keyakinan tradisional Yahudi bahwa naratif Bahtera di dalam Kitab Kejadian ditulis oleh Musa. Ada lebih sedikit kesepakatan tentang kapan Musa hidup, dan dengan demikian kapan cerita Bahtera ini ditulis —berbagai tanggal telah diajukan yang merentang antara abad ke- 16 SM hingga akhir abad ke- 13 SM.
Untuk tanggal air bah ini, kaum literalis mengandalkan penafsiran berdasarkan silsilah yang terdapat dalam Kejadian 5 dan 11. Uskup Agung Ussher, dengan menggunakan metode ini pada abad ke-17, tiba pada tahun 2349 SM, dan tanggal ini masih diterima di banyak kalangan. Namun demikian, seorang sarjana fundamentalis Kristen yang lebih belakangan, Gerhard F. Hasel, dengan meringkaskan keadaan pemikiran di masa kini sesuai dengan terang berbagai naskah Alkitab (teks Masoret dalam bahasa Ibrani Alkitab, berbagai naskah dari Septuaginta Yunani), dan perbedaan-perbedaan opini tentang penafsiran mereka yang benar, menunjukkan bahwa metode analisis ini hanya dapat menetapkan bahwa air bah itu terjadi antara tahun 3402 dan 2462 SM. Pandangan-pandangan lainnya, yang didasarkan pada sumber-sumber dan metodologi-metodologi lainnya, menghasilkan tanggal-tanggal di luar batas-batas ini — Kitab Yobel yang deuterokanonik, misalnya, memberikan tanggal yang ekuivalen dengan 2309 SM.
Kaum literalis menjelaskan bahwa kontradiksi-kontradiksi yang tampaknya ada dalam kisah Bahtera ini adalah akibat konvensi gaya penulisan yang diambil oleh sebuah teks kuno. Jadi, kebingungan tentang apakah Nuh membawa tujuh pasang saja ataukah hanya sepasang dari binatang-binatang yang tidak haram ke dalam Bahtera dijelaskan sebagai hasil dari si pengarang (Musa) yang pertama kali memperkenalkan subyeknya dalam pengertian umum —tujuh pasang dari binatang-binatang yang tidak haram —dan baru belakangan, dengan banyak pengulangan, menjelaskan secara spesifik bahwa binatang-binatang ini masuk ke dalam Bahtera secara berpasangan. Kaum literalis tidak melihat hal-hal yang mebingungkan dalam rujukan kepada burung gagak —mengapa Nuh tidak boleh melepaskan burung gagak?—mereka pun tidak melihat tanda-tanda tentang penutup alternatif.

Naratif dan Kronologi;

Kisah Bahtera Nuh, menurut Kitab Kejadian fasal 6-9 (Al-Kitab Kristian), dimulai ketika Allah mengamati perilaku jahat manusia dan memutuskan untuk mengirimkan banjir ke bumi dan menghancurkan seluruh kehidupan.

Baca Selengkapnya
Akan tetapi, Allah menemukan satu manusia yang baik, iaitu Nuh, "seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya," dan memutuskan bahawa ia akan melanjutkan garis keturunan manusia. Allah menyuruh Nuh untuk membangun sebuah bahtera, dan membawa sertanya isterinya dan ketiga anak lelakinya Sem, Ham, dan Yafet, beserta isteri mereka. Selain itu, ia disuruh untuk membawa contoh dari semua binatang dan burung-burung di udara, jantan dan betina. Untuk menyediakan makanannya, ia diperintahkan membawa makanan dan menyimpannya di bahteranya.
Nuh dan keluarganya serta binatang-binatang itu masuk ke dalam Bahtera, dan "pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit. Dan turunlah hujan lebat meliputi bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya." Banjir menutupi bahkan gunung-gunung yang tertinggi sekalipun hingga kedalamannya lebih dari 20 kaki, dan segala makhluk di muka Bumi pun mati. Hanya Nuh dan mereka yang ada bersamanya di dalam Bahtera yang selamat dan hidup.
Setelah 150 hari, Bahtera akhirnya berhenti di Pergunungan Ararat. Air terus menyurut, dan setelah sekitar 70 hari lagi puncak-puncak bukit pun muncul. Nuh melepaskan seekor burung gagak yang "terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi." Berikutnya, Nuh melepaskan seekor burung merpati, tetapi ia kembali kerana tidak menemukan tempat untuk mendarat. Setelah tujuh hari lagi, Nuh kembali mengeluarkan burung merpati, dan burung itu kembali dengan sehelai daun zaitun di paruhnya, dan Nuh pun tahu bahawa air telah surut. Nuh menunggu tujuh hari lagi dan mengeluarkan burung merpati itu sekali lagi. Kali ini burung itu tidak kembali. Lalu ia dan keluarganya serta semua binatang meninggalkan Bahtera, dan Nuh memberikan kurban kepada Allah. Allah memutuskan bahawa Ia tidak akan mengutuki bumi lagi kerana manusia, dan tidak akan pernah lagi menghancurkan semua kehidupan dengan cara seperti ini.
Untuk mengingat janji ini, Allah menempatkan pelangi di awan-awan, sambil berkata, "Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu nampak di awan, maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup.

Tehnis dan Teori pembuatan Bahtera;

Selain pertanyaan-pertanyaan tentang waktu penulisan, pengarang, dan integritas teks, kaum literalis memberikan banyak perhatian pada masalah-masalah teknis seperti misalnya identitas "kayu gofir " dan rincian-rincian konstruksi Bahtera.
Baca Selengkapnya
Berikut ini adalah sebagian dari beberapa topik yang lebih sering didiskusikan:
• Kayu gofir: Kej. 6:14 menyatakan bahwa Nuh membangun Bahtera dari גפר kayu (gofir), sebuah kata yang tidak dikenal di tempat lain di dalam Alkitab maupun di dalam bahasa Ibrani. Jewish Encyclopedia percaya bahwa kebanyakan besar ini adalah terjemahan dari kata dalam bahasa Babilonia"gushure iş erini" (balok aras), atau bahasa Asyur "giparu" (reed).[21] Septuaginta dalam bahasa Yunani (abad ke-3–abad ke-1 SM) menerjemahkannya sebagai ξύλων τετραγώνων ("xylon tetragonon"), "kayu persegi." Demikian pula, Vulgata dalam bahasa Latin (abad ke-5 M) menerjemahkannya sebagai "lignis levigatis", atau "kayu licin (kemungkinan diserut)." Terjemahan-terjemahan bahasa Inggris lama, termasuk Versi Raja James (abad ke-17), membiarkannya tanpa diterjemahkan. Banyak terjemahan modern cenderung memiilih cypress (meskipun kata "cypress" dalam bahasa Ibrani Alkitab adalah erez), berdasarkan etimologi yang keliru diaplikasikan berdasarkan kesamaan-kesamaan fonetik, sementara yang lainnya memilih pinus atau aras. Usul-usul yang belakangan mencakup proses pelapisan, atau jenis pohon yang kini telah hilang, atau transkripsi yang keliru dari kata kopher (pitch), tetapi tidak ada kesepatan yang tercapai.

• Laik laut: Bahtera ini digambarkan memiliki panjang 300 hasta. Hasta adalah ukuran dari siku hingga ujung jari. Ada berbagai ukuran hasta yang digunakan dalam dunia kuno, tetapi semuanya pada dasarnya serupa, dan situs-situs penafsir harafiah tampaknya sepakat bahwa Bahtera ini kira-kira 137 meter) panjangnya. Ini jauh lebih panjang daripada kapal-kapal kayu terbesar yang pernah dibangun dalam masa historis. Menurut sumber-sumber tertentu, admiral Zheng He pada awal abad ke-15 mungkin telah menggunakan kapal-kapal yang panjangnya 122 m, tetapi kapal layarWyoming, yang diluncurkan pada 1909 dan sebagai kapal terbesar yang terdokumentasi dari kayu ship yang pernah dibuat, panjangnya hanya100 m dan membutuhkan besi menyilang untuk mencegah melengkungnya kayu dan sebuah pompa uap untuk mengatasi masalah kebocoran yang serius. "Pembangunan dan penggunaan sejarah dari kapal-kapal [kayu Eropa akhir abad ke-19] menunjukkan bahwa mereka telah telah memaksakan atau melampaui batas-batas praktis untuk ukuran kapal-kapal kayu." Para sarjana harafiah yang menerima keberatan ini,—namun tidak semuanya menerimanya yakin bahwa Nuh tentu telah membangun Bahtera itu dengan menggunakan teknik-teknik yang telah maju dari masa setelah abad ke-19 seperti konstruksi kerangka ruang.

Kapasitas dan logistik: Bahtera ini tentunya mempunyai volume kotor sekitar 40.000 m³, suatu ukuran yang sedikit lebih kecil daripada setengah Titanic yang beratnya sekitar 22.000 ton, dan ruang lantai keseluruhannya sekitar 9.300 m². Pertanyaan tentang apakah kapal itu mampu membawa dua (atau lebih) contoh dari berbagai spesies (termasuk binatang-binatang yang kini telah punah), termasuk makanan dan air minumnya, adalah masalah yang banyak diperdebatkan, bahkan dengan sengit, antara kaum penafsir harafiah dan lawan-lawan mereka. Sementara sebagian penafsir harafiah berpendapat bahwa Bahtera ini dapat memuat semua spesies yang dikenal, sebuah posisi yang lebih lazim di masa kini ialah bahwa Bahtera ini memuat "jenis" dan bukan spesies—misalnya, satu “jenis” kucing jantan dan betina dan bukan wakil-wakil dari harimau, singa, puma, dll. Banyak pertanyaan terkait termasuk apakah delapan orang manusia dapat merawat binatang-binatang itu sementara juga mengemudikan Bahtera, bagaimana dengan kebutuhan-kebutuhan khusus makanan dari binatang-binatang tertentu yang lebih eksotik dipenuhi, bagaimana makhluk-makhluk itu dapat dicegah dari saling memangsa satu sama lain, pertanyaan-pertanyaan tentang kilat, ventilasi, dan kontrol temperatur hibernasi, bertahan dan bertunasnya benih-benih, posisi ikan-ikan air tawar dan laut, pertanyaan tentang apa yang dimakan binatang-binatang itu segera setelah mereka meninggalkan Bahtera, bagaimana mereka pergi dari seluruh dunia untuk menumpang Bahtera itu dan bagaimana mereka kembali ke tempat-tempat tinggal mereka yang terbentang di seluruh muka bumi melintasi permukaan yang kosong setelah dihancurkan air bah. Akhirnya muncul pertanyaan tentang bagaimana dua atau beberapa anggota dari sebuah spesies dapat menghindari inbreeding (perkawinan antar anggota keluarga) dan menciptakan kembali populasi yang sehat. Berbagai situs literalis, sementara setuju bahwa tak satupun dari masalah-masalah ini tidak dapat diatasi, memberikan berbagai jawaban tentang bagaimana memecahkannya.

Hipotesis dokumen dan Bahtera;

Gulungan Taurat

Gulungan Torah, terbuka pada ‘’Nyanyian Musa’’ dalam Kitab Keluaran 15: British Library Add. MS. 4,707
Cerita Bahtera ini sesekali memberikan kesan kekacauan: mengapa cerita ini menyatakan dua kali bahwa manusia telah menjadi jahat tetapi bahawa Nuh akan diselamatkan?
Baca Selengkapnya
(Kej. 6:5–8; 6:11–13)? Apakah Nuh diperintahkan untuk memasukkan sepasang dari masing-masing binatang yang tidak haram ke dalam Bahtera (Kej. 6:19–20) ataukah tujuh pasang (Kej. 7:2–3)? Apakah banjir itu berlangsung empat puluh hari (Kej. 7:17) ataukah 150 hari (Kej. 7:24)? Apa yang terjadi dengan burung gagak yang dikeluarkan dari Bahtera pada saat yang bersamaan dengan burung merpati itu dan " terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi" sekitar dua atau tiga minggu berikutnya (Kej. 8:7)? Mengapa naratif ini tampaknya mempunyai dua titik akhir yang logis (Kej. 8:20–22 dan 9:1–17)? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini bukanlah unik bagi cerita Bahtera ini, atau bagi Kitab Kejadian, dan upaya untuk menemukan pemecahannya telah melahirkan apa yang kini merupakan aliran pemikiran yang dominan tentang analisis tekstual dari kelima kitab pertama di dalam Alkitab, hipotesis dokumen.
Menurut hipotesis ini, kelima kitab dari Pentateukh—Kejadian, Kitab Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan—disunting bersama-sama pada abad ke-5 SM dari empat sumber yang independen. Naratif Bahtera ini diyakini terdiri dari dua sumber, yaitu sumber Priestis dan Yahwis. Sumber Yahwis adalah sumber yang lebih awal dari keduanya, yang disusun pada masa kerajaan Yehuda dari teks-teks dan tradisi-tradisi yang bahkan lebih tua tak lama setelah pemisahan Yehuda dan Israel l.k. 920 SM. Naratif Yahwis agak lebih sederhana dibandingkan dengan kisah Priestis: Allah mengirim air bah-Nya (selama empat puluh hari), Nuh dan keluarganya dan semua binatang diselamatkan (tujuh pasang dari masing-masing binatang yang tidak haram, sepasang dari binatang-binatang yang haram), Nuh membangun sebuah mezbah dan memberikan kurban, dan Allah memutuskan untuk tidak membinasakan bumi lagi dengan air bah. Sumber Yahwis tidak menyebut-nyebut perjanjian antara Allah dan Nuh.
Teks Priestis diyakini disusun oleh para imam dari tradisi Harun di Bait Suci di Yerusalem setelah runtuhnya kerajaan Israel di utara pada 722 SM, dengan tujuan khusus yaitu membantah butir-butir tertentu dalam teks-teks J dan E. Bahan dari sumber Priestis ini mengandung jauh lebih banyak detail dibandingkan dengan sumber Yahwis—misalnya, pertunjukan tentang pembangunan Bahtera, dan kronologi yang terinci —dan juga memberikan inti teologis yang penting bagi cerita ini, yakni perjanjian antara Allah dan Nuh dalam Kej. 9:1–17, yang memperkenalkan metode pembantaian ritual khas Yahudi dan merupakan ‘’quid pro quo’’ untuk janji Allah untuk tidak menghancurkan bumi lagi. Sumber Priestis inilah yang memberikan kita burung gagak (sumber Yahwis menceritakan burung merpati) dan pelangi, dan yang memperkenalkan jendela-jendela (tingkap-tingkap) di langit serta “mata air samudera raya” (sumber Yahwis hanya menyebutkan bahwa hujan turun). Keempat teks ini yang kini membentuk Pentateukh ini disunting ke dalam bentuknya yang sekarang setelah kepulangan bangsa Yahudi dari pembuangan di Babel pada abad ke-5 SM.


Kisah air bah lainnya;


Prasasti Air bah yang berisi epos Gilgames dalam bahasa Akkadia

Cerita-cerita air bah Mesopotamia
Kebanyakan sarjana Alkitab modern menerima tesis bahwa cerita air bah di dalam Alkitab berkaitan dengan sebuah siklus mitologi Asyur-Babilonia yang banyak mengandung kesamaan dengan cerita Alkitab. Mitos air bah Mesopotamia sangat populer—pengisahan kembali yang terakhir dari cierta ini berasal dari abad ke- 3 SM. Sejumlah besar teks-teks asli dalam bahasa Sumeria, Akkadia dan Asyur, ditulis dalam huruf paku, telah ditemukan oleh para arkeolog, tetapi tugas pencarian kembali prasasti-prasasti lainnya tetap berlangsung, seperti halnya juga penerjemahan atas prasasti-prasasti yang telah ditemukan.
Prasasti-prasasi tertua yang telah ditemukan ini, epos Atrahasis, dapat diduga waktu penulisannya melalui colophon (identifikasi penulisan) ke masa pemerintahan buyut Hammurabi, Ammi-Saduqa (1646–1626 SM). Prasasti ini ditulis dalam bahasa Akkadia (bahasa Babilonia kuno), dan menceritakan bagaimana dewa Enki memperingatkan sang pahlawan Atrahasis ("Sangat Bijaksana") dari Shuruppak untuk membongkar rumahnya (yang dibuat dari buluh-buluh) dan membangun sebuah kapal untuk menyelamatkan diri dari air bah yang dipakai oleh dewa Enlil, yang murka karena hingar-bingar di kota-kota, untuk memusnahkan manusia. Kapal ini mempunyai atap "seperti Apsu" (samudera dunia bawah yang berisikan air tawar yang tuannya adalah Enki), lantai atas dan bawah, dan harus ditutup dengan aspal (bitumen). Atrahasis naik ke kapal itu bersama dengan keluarganya dan binatang-binatang lalu mengunci pintunya. Badai dan air bah pun datang. Bahkan para dewata pun takut. "Mayat-mayat menyumbat sungai seperti capung." Setelah tujuh hari banjir berhenti dan Atrahasis memberikan kurban. Enlil murka, tetapi Enki, sahabat umat manusia, tidak peduli kepadanya - "Aku telah memastikan bahwa kehidupan diselamatkan" - dan pada akhirnya Enki dan Enlil sepakat dengan cara-cara lain untukmengendalikan populasi manusia. Cerita ini juga ada dalam versi Asyur yang belakangan.
Cerita Ziusudra dikisahkan dalam bahasa Sumeria dalam potongan-potongan Kejadian Eridu, yang dapat diperkirakan tanggal penulisannya dari tulisannya yaitu akhir abad ke-17 SM. Cerita ini mengisahkan bagaimana Enki memperingatkan Ziusudra (yang berarti "ia melihat kehidupan," dalam rujukan kepada hadiah keabadian yang diberikan kepadanya oleh para dewata), raja Shuruppak, tentang keputusan dewata untuk menghancurkan umat manusia dengan air bah—teks yang menggambarkan mengapa dewata telah memutuskan hal ini telah hilang. Enki memerintahkan Ziusudra untuk membangun sebuah kapal yang besar —teks yang menceritakan perintah ini juga hilang. Setelah air bah selama tujuh hari, Ziusudra memberikan kurban yang selayaknya dan menyembah kepada An (dewa langit) dan Enlil (penghulu dewata), dan memperoleh kehidupan yang kekal di Dilmun, Taman Eden di kalangan bangsa Sumeria.
Kisah tentang Utnapishtim (terjemahan dari "Ziusudra" dalam bahasa Akkadia), sebuah episode dalam Epos Gilgames di kalangan bangsa Babilonia, dikenal dari salinan-salinan milenium pertama dan barangkali berasal dari cerita Atrahasis. Ellil, (setara dengan Enlil), penghulu para dewata, bermaksud menghancurkan seluruh umat manusia dengan air bah. Utnapishtim, raja Shurrupak, diperingatkan oleh dewa Ea (setara dengan Enki) untuk menghancurkan rumah yang dibangunnya dari buluh dan menggunakan bahan-bahannya untuk membangun sebuah bahtera serta memuatinya dengan emas, perak, dan benih dari segala makhluk hidup dan semua tukangnya.. Setelah badai yang berlangsung selama tujuh hari, dan kemudian 12 hari lagi hingga air surut, kapal itu mendarat di Gunung Nizir; setelah tujuh hari lagi Utnapishtim mengeluarkan seekor merpati, yang kemudian kembali, lalu seekor burung layang-layang, yang juga kembali, dan akhirnya seekor gagak, yang tidak kembali. Utnapishtim kemudian memberikan persembahan (yang terdiri dari masing-masing tujuh ekor binatang) kepada para dewata, dan dewata mencium bau harum daging bakar dan berkerumun "seperti lalat." Ellil marah karena ada manusia yang selamat, tetapi Ea memakinya, sambil berkata, "Bagaimana mungkin engkau mengirim air bah tanpa berpikir panjang? Terhadap orang-orang berdosa, biarkanlah dosa mereka tetap ada, tentang mereka yang jahat biarkanlah kejahatannya tetap bertahan. Hnetikanlah, jangan biarkan hal itu terjadi, kasihanilah, [Agar manusia tidak binasa]." Utnapishtim dan istrinya kemudian memperoleh karunia keabadian dan dikirim untuk tinggal "jauh di mulut sungai."
Pada abad ke-3 SM Berossus, seorang imam agung dari kuil Marduk di Babilonia, menulis sejarah Mesopotamia dalam bahasa Yunani untuk Antiochus Soter (323–261 SM). Tulisan Berossus Babyloniakatelah lenyap, tetapi seorang sejarahwan Kristen abad ke-3 dan ke-4, Eusebius mengisahkannya kembali dari legenda tentang Xisuthrus, versi Yunani dari Ziusudra, dan pada hakikatnya adalah cerita yang sama. Eusebius menyimpulkan bahwa kapal itu masih dapat dilihat "di Pegunungan Corcyræan di Armenia; dan orang-orang mengerok lapisan bitumennya, yang merupakan lapisan luas kapal itu, dan memanfaatkannya sebagai alexipharmic dan jimat."
Cerita-cerita air bah lainnya
Cerita-cerita tentang air bah tersebar luas dalam mitologi dunia, dengan contoh-contoh praktis dari setiap masyarakat. Padanan Nuh dalam mitologi Yunani adalah Deucalion, dalam teks-teks India sebuah banjir yang mengerikan dikisahkan telah meninggalkan hanya satu orang yang selamat, yaitu seorang suci yang bernama Manu yang diselamatkan oleh Wisnu dalam bentuk seekor ikan, dan dalam Zoroastriantokoh Yima menyelamatkan sisa-sisa umat manusia dari kehancuran oleh es. Cerita-cerita air bah telah ditemukan pula dalam berbagia mitologi dari banyak bangsa pra-tulisan dari wilayah-wilayah yang jauh dari Mesopotamia dan benua Eurasia; salah satu contohnya adalah legenda orang-orang Indian Chippewa.[12] Mereka yang menafsirkan Alkitab secara harafiah menunjukkan bahwa cerita-cerita ini adalah bukti bahwa air bah di dalam Alkitab itu, dan Bahteranya, benar-benar terjadi dalam sejarah; para etnolog dan mitologis mengatakan bahwa legenda-legenda seperti legenda orang Chippewa harus diperlakukan dengan sangat hati-hati karena adanya kemungkinan kontaminasi dari hubungan mereka dengan agama Kristen (dan keinginan untuk menyesuaikan bahan tradisional agar cocok dengan agama yang baru mereka peluk), serta sebagai kebutuhan yang lazim untuk menjelaskan bencana alam yang tidak dapat dikendalikan oleh masyarakat-masyarakat purba.

Menyelidiki Bahtera;

Pada masa Renaisans terjadi spekulasi yang berlanjut yang mungkin telah dikenal oleh Origenes dan Augustinus: Bagaimana dengan Phoenix, yang unik, bagaimana ia dapat datang sebagai suatu pasangan?
Baca Selengkapnya
(Pemecahan yang populer ialah bahwa phoenix adalah binatang berkelamin ganda.) dan mungkinkah Siren, yang oleh hakikatnya memikat para pelaut menuju kematian mereka, diizinkan untuk naik ke kapal? (Jawabannya adalah tidak; mereka berenang di luar.) dan burung cenderawasih, yang tidak mempunyai kaki —apakah ia terbang terus-menerus di dalam Bahtera? Namun pada saat yang sama, suatu aliran keilmuan yang baru telah muncul. Aliran ini di satu pihak tidak pernah mempertanyakan kebenaran harafiah cerita Bahtera, namun di pihak lain mulai berspekulasi tentang pembuatan kapal Nuh dari segi praktisnya, dari dalam kerangka yang alamiah semata-mata. Karena itu pada abad ke-15, Alfonso Tostada memberikan sebuah penjelasan terinci tentang logistik Bahtera ini, hingga pengaturan tentang pembuangan kotoran-kotoran penumpangnya dan sirkulasi udara segarnya, dan ahli geometri terkemuka Johannes Buteo memperhitungkan luas bagian dalam kapal itu, hingga memungkinkan Nuh untuk mempunyai sebuah penggilingan dan oven tanpa asap, sebuah model yang banyak diambil oleh para penafsir lainnya.
Pada abad ke-17, orang merasa perlu untuk mempertemukan eksplorasi terhadap Dunia Baru dengan kesadaran yang kian meningkat tentang distribusi spesies-spesies global dengan keyakinan lama bahwa seluruh kehidupan berasal dari satu titik awal di lereng Gunung Ararat. Jawaban yang jelas ialah bahwa manusia telah menyebar di semua benua setelah hancurnya Menara Babel dan membawa binatang-binatang itu bersamanya, namun beberapa hasil tampaknya aneh: mengapa para penduduk asli Amerika Utara membawa bersama mereka ular beludak sementara kuda-kuda tidak, demikian Sir Thomas Browne bertanya-tanya pada 1646. "Bagaimana Amerika penuh dengan Binatang-binatang pemangsa dan Binatang berbahaya, namun tidak memiliki Makhluk yang penting, yaitu Kuda, adalah sesuatu yang aneh."
Browne, yang merupakan salah seorang pertama yang mempertanyakan pendapat tentang perbanyakan spontan (spontaneous generation), adalah seorang dokter medis dan ilmuwan amatir yang melakukan observasi ini secara sepintas. Para sarjana Alkitab pada masa itu, seperti misalnya Justus Lipsius (1547–1606) dan Athanasius Kircher (c.1601–80) juga mulai meneliti kisah Bahtera dengan sangat cermat sementara mereka berusaha mengharmoniskan cerita Alkitab itu dengan pengetahuan tentang sejarah alam. Hipotesis-hipotesis yang dihasilkan merupakan dorongan penting terhadap studi tentang distribusi geografis tanaman-tanaman dan binatang-binatang, dan secara tidak langsung mendorong munculnya biogeografi pada abad ke-18. Para sejarahwan alamiah mulai menarik hubungan antara iklim dengan binatang-binatang dan tanaman-tanaman yang menyesuaikan diri dengannya. Salah satu teori yang berpenaruh menyatakan bahwa Ararat yang disebut dalam Alkitab dihantam oleh berbagai zona iklim, dan ketika iklim berubah, binatang-binatang yang ada di situ pun berpindah, dan akhirnya menyebar untuk memenuhi seluruh bumi. Ada pula masalah dengan jumlah spesies yang dikenal yang terus bertambah. Bagi Kircher dan para sejarahwan alamiah lainnya, tidak ada banyak masalah untuk menemukan ruangan untuk semua binatang yang dikenal di dalam Bahtera, tetapi pada masa kerja John Ray (1627–1705), hanya beberapa dasawarsa setelah Kircher, jumlah dari binatang-binatang yang dikenal telah jauh melampaui proporsi Alkitab. Upaya memasukkan jumlah binatang yang dikenal menjadi semakin sulit, dan pada 1700 hanya segelintir sejarahwan alamiah yang dapat membenarkan penafsiran harafiah atas naratif Bahtera Nuh.

Pencarian Bahtera Nuh;

Gunung Ararat,Turki
Selama berabad-abad, Gunung Ararat (foto di sini) telah digali oleh mereka yang mencari sisa-sisa Bahtera Nuh. Baru-baru ini Gunung Sabalandi Iran, lebih dari 300 km jauhnya, pun telah diselidiki.
Baca Selengkapnya
Orang-orang yang percaya akan historisitas cerita dalam Kitab Kejadian merasa bahwa penemuan Bahtera itu akan mengesahkan pandangan-pandangan mereka tentang berbagai masalah, dari geologi hinggaevolusi. "Bila banjir Nuh memang menyapu seluruh umat manusia dan peradabannya, seperti yang diajarkan oleh Alkitab, maka Bahtera ini merupakan salah satu mata rantai utama dengan Dunia pra-Air Bah. Tidak ada artifak penting yang jauh lebih tua atau lebih penting.... [dengan] dampak potensialnya yang besar terhadap kontroversi ciptaan-evolusi (termasuk evolusi teistik)..."
Penelitian-penelitian telah dipusatkan pada Gunung Ararat itu sendiri, meskipun Kitab Kejadian sesungguhnya hanya merujuk kepada "pegunungan Ararat." Situs Durupinar, dekat tetapi bukan di Ararat, dan jauh lebih mudah dijangkau, telah menarik perhatian pada tahun 1980-an dan 1990-an; Pada awal 2004 seorang pengusaha Honolulu yang pergi ke Washington DC untuk “mengumumkan dengan gegap-gempita” sebuah ekspedisi yang direncanakan untuk menyelidiki situs yang disebutnya sebagai anomali Ararat tetapi National Geographic belakangan menyimpulkan bahwa itu hanyalah sebuah “usaha” sia-sia untuk “membujuk pemerintah Turki agar memberikan izin” sehingga “hanya beberapa ekspedisi yang benar-benar diperoleh.” dan pada 2006 sempat muncul gelombang minat sebentar ketika sebuah ekspedisi melaporkan sebuah situs potensial di Iran. Meskipun telah dilakukan berbagai upaya ini, tak ada sesuatupun yang konkret yang berhasil ditemukan, dan keadaannya sekarang ini paling-paling dapat disimpulkan dengan konklusi kutipan dari Institut untuk Penelitian Ciptaan: "[K]ami mempunyai setiap alasan untuk berharap bahwa bukti akan segera mncul, tetapi sementara tulisan ini dibuat, penelitian masih berlanjut."
Catatan Kaki
1. ↑ Templat:Quran-s
2. ↑ See Richard Elliot Friedman, The Bible with Sources Revealed, HarperSanFrancisco,ISBN 0-06-073065-X.
3. ↑ The Jahwist text (King James Version)
4. ↑ The Priestly text (King James Version)
5. ↑ Penjelasan ini didasarkan pada Friedman, op. cit., hlm. 3-5.
6. ↑ Teks mitos Atrahasis
7. ↑ Text tentang mitos Ziusudra
8. ↑ bah.htm Tinjauan tentang mitos air bah Mesopotamia
9. ↑ Tigay, hlm. 214-240, 239
10. ↑ Teks mitos Utnapishtim
11. ↑ Teks mitos Xisuthrus
12. ↑ Mitos air bah Chippewa
13. ↑ Jewish Encyclopedia: Ark of Noah dan Jewish Encyclopedia: Noah; lihat pula Jewish Encyclopedia: Flood, The
14. ↑ Augustine of Hippo, City of God, XV.26 dari The Christian Classics Ethereal Librarydiakses 31 Maret 2006.
15. ↑ Hieronimus, Letter LXIX.6 dari The Christian Classics Ethereal Library diakses 31 Maret 2006.
16. ↑ Origen, Homilia in Genesim II.2 (dikutip dalam Cohn, hlm. 38.)
17. ↑ Templat:Quran-s
18. ↑ Templat:Quran-s
19. ↑ see sections on Islamic literature in Jewish Encyclopedia: Ark of Nuh dan Jewish Encyclopedia: Nuh
20. ↑ "...antara tahun 3402 dan 2462 SM."
21. ↑ '...or the Assyrian "giparu" (reed).'
22. ↑ Brenton, hlm.7
23. ↑ "...there is no consensus."
24. ↑ "...iron cross-bracing dan a steam pump."
25. ↑ "...limits for the size of wooden ships."
26. ↑ bah.com/objections/too_big_for_timber.htm "...not all do..."
27. ↑ "...such as space-frame construction."
28. ↑ Seberapa besar Bahtera Nuh itu? di biblestudy.org
29. ↑ Variasi dan seleksi alamiah versus evolusi
30. ↑ "...tak satupun dari masalah-masalah ini yang tidak dapat diatasi."
31. ↑ Cohn, loc. cit.
32. ↑ Cohn, p.41
33. ↑ lihat Janet Browne, The Secular Ark: Studies in the History of Biogeography, Yale University Press, New Haven & London, ISBN 0-300-02460-6.
34. ↑ Institute for Creation Research
35. ↑ National Geographic News, Nuh's Ark Quest Dead in Air--Was It a Stunt?
Rujukan
• Bailey, Lloyd R. (1989). Noah, the Person and the Story, South Carolina: University of South Carolina Press. ISBN 0-87249-637-6.
• Best, Robert M. (1999). Noah's Ark and the Ziusudra Epic, Fort Myers, Florida: Enlil Press. ISBN 0-9667840-1-4.
• Brenton, Sir Lancelot C.L. [1851] (1986). The Septuagint with Apocrypha: Greek and English (reprint), Peabody: Hendrickson Publishers. ISBN 0-913573-44-2.
• Browne, Janet (1983). The Secular Ark: Studies in the History of Biogeography, New Haven & London: Yale University Press. ISBN 0-300-02460-6.
• Tigay, Jeffrey H., (1982). The Evolution of the Gilgamesh Epic, University of Pennsylvania Press, Philadelphia. ISBN 0-8122-7805-4.
• Cohn, Norman (1996). Noah's Air bah: The Kej. esis Story in Western Thought, New Haven & London: Yale University Press. ISBN 0-300-06823-9.
• Friedman, Richard Elliot (2003). The Bible with Sources Revealed: A new view into the five books of Moses, New York: Harper SanFrancisco. ISBN 0-06-073065-X.
• Young, Davis A. (1995). The Biblical Flood, Grand Rapids, MI: Eerdmans Publishing Co.. ISBN 0-8028-0719-4. ISBN 0-85364-678-3 (hardback)
• Woodmorappe, John (1996). Noah's Ark: A Feasibility Study, El Cajon, CA: Institute for Creation Research. ISBN 0-932766-41-2.
• Nizzar, Shaiful (1996). sejarah Nabi Nuh, El Cajon, CA: www.tudungstores.com. ISBN 0-932766-41-62.
Pautan luar
• bah.com/parallels.htm Perbandingan baris-baris ekuivalen dari enam versi kuno tentang cerita air bah
• Bahtera Nuh dari sebuah perspektif Yahudi pada Chabad.org
• Answers In Creation – Bahtera Nuh dari perspektif Ciptaanis Bumi Tua
• Masalah dengan Air Bah Global
• bah.asp Tanya Jawab sekitar Air Bah Nuh (perspektif Bumi Muda)
Lihat pula
• Epos Atrahasis
• Teori banjir Laut Hitam
• Air bah (prasejarah)
• Air bah (mitologi)
• Geologi air bah
• Epos Gilgames
• Mitos air bah Gilgames
• Pencarian Bahtera Nuh
• Para istri di dalam bahtera
• Epos Ziusudra


Tema cerita Bahtera tentang murka Allah atas kekejian manusia, keputusan-Nya untuk melakukan pembalasan yang mengerikan, dan penyesalan-Nya di kemudian hari, adalah ciri khas si pengarang atau para pengarang Yahwis, yang menggambarkan Allah seperti figur manusia yang muncul secara pribadi dalam naratif Alkitab. Sebaliknya, sumber Priestis, biasanya menggambarkan Allah sebagai Allah yang jauh dan tidak dapat dihampiri kecuali melalui imamat Harun. Jadi, misalnya, sumber Yahwis menuntut tujuh pasang dari masing-masing binatang yang tidak haram untuk memungkinkan kurban Nuh,

Sementara sumber Priestis menguranginya hingga satu pasang saja, karena tidak ada kurban yang dapat dipersembahkan di bawah kepemimpinan para imam hingga imam yang pertama (Harun) dibentuk pada masaExodus.


Sumber ;
www.affiliate-waones.com
http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Bahtera_Nabi_Nuh&oldid=2145470