Busyet dah ! Celana Dalam Pengantin Baru Di Jepang Laku Dijual



Celana dalam biasa Anda temui di toko-toko pakaian, tentunya masih baru. Namun bagaimana jika ternyata ada yang menjual celana dalam wanita bekas?

Toko mainan bernama Kanojo Toys di Jepang ternyata telah melakukan hal itu.
Mereka menjual celana dalam wanita bekas. Lebih parah lagi, ternyata celana dalam itu bekas wanita yang baru menikah.

Seperti dilansir Weirdasianews salah satu situs yang sering memberitakan keanehan dan keunikan wilayah Asia khususnya Jepang , wanita yang baru saja kehilangan kegadisannya itu dibiarkan oleh suaminya, dan mereka tidak punya pilihan lain selain dengan cara memuaskan diri mereka sendiri. Setelah mereka melakukan "pemuasan diri" itulah celana dalam ini kemudian dijual.

Jika Anda tidak puas dengan celana dalam yang sudah Anda beli, Anda tidak bisa mengembalikan.

Apakah anda tertarik dengan celana dalam ini? Atau malah merasa jijik?
Jepang memang penuh dengan hal-hal aneh di samping teknologinya yang sudah maju, mungkin karena terlalu maju itulah mereka jadi menyukai mundur kebelakang.


Celana dalam biasa Anda temui di toko-toko pakaian, tentunya masih baru. Namun bagaimana jika ternyata ada yang menjual celana dalam wanita bekas?

Toko mainan bernama Kanojo Toys di Jepang ternyata telah melakukan hal itu.
Mereka menjual celana dalam wanita bekas. Lebih parah lagi, ternyata celana dalam itu bekas wanita yang baru menikah.

Seperti dilansir Weirdasianews salah satu situs yang sering memberitakan keanehan dan keunikan wilayah Asia khususnya Jepang , wanita yang baru saja kehilangan kegadisannya itu dibiarkan oleh suaminya, dan mereka tidak punya pilihan lain selain dengan cara memuaskan diri mereka sendiri. Setelah mereka melakukan "pemuasan diri" itulah celana dalam ini kemudian dijual.

Jika Anda tidak puas dengan celana dalam yang sudah Anda beli, Anda tidak bisa mengembalikan.

Apakah anda tertarik dengan celana dalam ini? Atau malah merasa jijik?
Jepang memang penuh dengan hal-hal aneh di samping teknologinya yang sudah maju, mungkin karena terlalu maju itulah mereka jadi menyukai mundur kebelakang.

Subscribe to receive free email updates: