Legenda Sam Po Kong Dan Gunung Rowo


Gunung Rowo

Waduk Gunung Rowo merupakan sebuah waduk yang terletak di desa Sitiluhur Kecamatan Gembong Kabupaten PATI. Waduk ini terletak di lembah di antara beberapa puncak bukit di lereng Pegunungan Muria sebelah timur. Dengan luas areal area waduknya sekitar +320 Ha.

Lokasi waduk sangat mudah dijangkau dari Kota Pati sebagai ibukota kabupaten. Dengan banyaknya angkutan kota yang tersedia sampai sore hari, dengan satu kali naik angkutan (Jurusan Pati – Gunung Rowo) sampailah kita ke ujung jalan yang merupakan pintu masuk Waduk Gunung Rowo. Juga bagi yang membawa kendaraan pribadi akan mudah karena tidak banyak persimpangan yang harus di lalui dan hanya mengkuti satu jalan utama yang akan mengantar kita sampai ke lokasi. (Wikipedia).

Selain sebagai sarana penampungan air, ditempat itu juga menyimpan berbagai pesona keindahan yang tak kalah menakjubkannya dengan obyek wisata lainnya yang ada dikabupaten Pati. Meskipun pada kenyataannya belum dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah setempat.

Disebelah timur Waduk, ada semacam bukit kecil yang menyerupai Taman. yang dimana ditempat itu biasa digunakan oleh para Pengunjung yang kebanyakan muda-mudi untuk sekedar melepas lelah sambil menikmati pemandangan Waduk Gunung rowo dengan latar belakang pegunungan Muria nan membentang hijau dari atas bukit itu. Ditempat itupun juga dapat digunakan sebagai area camping bagi para wisatawan, Karena tempatnya yang luas dan juga sejuk. Disekeliling area itupun banyak berdiri warung-warung yang menyediakan makanan atau sekedar cemilan bagi para pengunjung yang kebetulan beristirahat disitu.


Bukit kecil disebelah timur Waduk Gunung Rowo

Di sebelah timur waduk Gunung Rowo tersebut, terdapat sebuah tanggul penahan air yang sekaligus berfungsi sebagai jalan raya untuk kendaraan yang melintasi waduk. Bila kita berdiri di atas tanggul dan menghadap ke timur, kita bisa melihat Laut Jawa secara jelas apabila cuaca sedang dalam kondisi cerah.


Tanggul Penahan air yang juga berfungsi sebagai jalan raya

Bagi para pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi, disitupun terdapat lahan yang sangat luas yang biasa digunakan sebagai area parkir kendaraan baik motor ataupun mobil dari para wisatawan yang berkunjung di Waduk Gunung Rowo tersebut.




Waduk Gunung Rowo ini, Selain berfungsi sebagai tempat wisata alam. juga sebagai tempat bagi penduduk setempat yang mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan di mana mereka biasa menjala ikan yang cukup melimpah di waduk ini. Tidak heran banyak penjual ikan olahan yang membuka warung di sekitar waduk dengan harga terjangkau. So, tidak ada salahnya bagi yang belum berkunjung kesana untuk mencoba menikmati keindahan alam sambil menikmati Ikan Bakar yang ada disekitar area itu.


Legenda Sam po kong


Menengok waduk gunung rowo didesa mbangan sitiluhur kecamatan gembong kabupaten pati jateng ini,saya jadi ingat cerita ketoprak yang mengisahkan perjalanan sam po kong seorang mubalik dari daratan cina yang datang ketanah jawa sebagai pedagang, dan berkunjung ke Sunan Muria

Dalam legenda itu diceritakan kalau sam po kong sedang bertamu ke Sunan Muria yang rumahnya ada di puncak gunung muria, sedang sam po kong datang dengan mengendarai perahu.singkat cerita sam po kong di tanya sunan muria.
" saudara datang kemari naik apa..? " tanya sunan saat beramah tamah dengan sam po kong
" saya datang naik perahu " jawab sam po kong tidak menyadari kalau daerah tersebut perbukitan

konon sunan muria dan sam po kong berdebat mengenai geografi daratan pegunungan tersebut. sam po kong merasa datang dengan mengendarai perahu, sedang sunan muria tidak membenarkan karena daerah tersebut memang perbukitan. Dalam debat tersebut sunan muria meminta tamunya untuk melihat posisi perahunya yang terdampar "baca nyangsang" di kaki gunung kelir

pendek cerita sam po kong masih bersikeras kalau yang dilahat bukan daratan, tapi dia merasa perahunya diparkir ditempat rowo "di baca rawa"
Nah karena karomahnya para wali atau sunan muria dan mubalik sam po kong tersebut. daerah mbangan yang berada di kaki gunung kelir tersebut berubah jadi rowo. Maka sampai sekarang tempat obyek wisata tersebut di sebut waduk GUNUNG ROWO. yang makna dalam bahasa indonesianya adalah gunung yang berawa. atau rawa yang ada di lereng gunung

Gunung Rowo

Waduk Gunung Rowo merupakan sebuah waduk yang terletak di desa Sitiluhur Kecamatan Gembong Kabupaten PATI. Waduk ini terletak di lembah di antara beberapa puncak bukit di lereng Pegunungan Muria sebelah timur. Dengan luas areal area waduknya sekitar +320 Ha.

Lokasi waduk sangat mudah dijangkau dari Kota Pati sebagai ibukota kabupaten. Dengan banyaknya angkutan kota yang tersedia sampai sore hari, dengan satu kali naik angkutan (Jurusan Pati – Gunung Rowo) sampailah kita ke ujung jalan yang merupakan pintu masuk Waduk Gunung Rowo. Juga bagi yang membawa kendaraan pribadi akan mudah karena tidak banyak persimpangan yang harus di lalui dan hanya mengkuti satu jalan utama yang akan mengantar kita sampai ke lokasi. (Wikipedia).

Selain sebagai sarana penampungan air, ditempat itu juga menyimpan berbagai pesona keindahan yang tak kalah menakjubkannya dengan obyek wisata lainnya yang ada dikabupaten Pati. Meskipun pada kenyataannya belum dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah setempat.

Disebelah timur Waduk, ada semacam bukit kecil yang menyerupai Taman. yang dimana ditempat itu biasa digunakan oleh para Pengunjung yang kebanyakan muda-mudi untuk sekedar melepas lelah sambil menikmati pemandangan Waduk Gunung rowo dengan latar belakang pegunungan Muria nan membentang hijau dari atas bukit itu. Ditempat itupun juga dapat digunakan sebagai area camping bagi para wisatawan, Karena tempatnya yang luas dan juga sejuk. Disekeliling area itupun banyak berdiri warung-warung yang menyediakan makanan atau sekedar cemilan bagi para pengunjung yang kebetulan beristirahat disitu.


Bukit kecil disebelah timur Waduk Gunung Rowo

Di sebelah timur waduk Gunung Rowo tersebut, terdapat sebuah tanggul penahan air yang sekaligus berfungsi sebagai jalan raya untuk kendaraan yang melintasi waduk. Bila kita berdiri di atas tanggul dan menghadap ke timur, kita bisa melihat Laut Jawa secara jelas apabila cuaca sedang dalam kondisi cerah.


Tanggul Penahan air yang juga berfungsi sebagai jalan raya

Bagi para pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi, disitupun terdapat lahan yang sangat luas yang biasa digunakan sebagai area parkir kendaraan baik motor ataupun mobil dari para wisatawan yang berkunjung di Waduk Gunung Rowo tersebut.




Waduk Gunung Rowo ini, Selain berfungsi sebagai tempat wisata alam. juga sebagai tempat bagi penduduk setempat yang mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan di mana mereka biasa menjala ikan yang cukup melimpah di waduk ini. Tidak heran banyak penjual ikan olahan yang membuka warung di sekitar waduk dengan harga terjangkau. So, tidak ada salahnya bagi yang belum berkunjung kesana untuk mencoba menikmati keindahan alam sambil menikmati Ikan Bakar yang ada disekitar area itu.


Legenda Sam po kong


Menengok waduk gunung rowo didesa mbangan sitiluhur kecamatan gembong kabupaten pati jateng ini,saya jadi ingat cerita ketoprak yang mengisahkan perjalanan sam po kong seorang mubalik dari daratan cina yang datang ketanah jawa sebagai pedagang, dan berkunjung ke Sunan Muria

Dalam legenda itu diceritakan kalau sam po kong sedang bertamu ke Sunan Muria yang rumahnya ada di puncak gunung muria, sedang sam po kong datang dengan mengendarai perahu.singkat cerita sam po kong di tanya sunan muria.
" saudara datang kemari naik apa..? " tanya sunan saat beramah tamah dengan sam po kong
" saya datang naik perahu " jawab sam po kong tidak menyadari kalau daerah tersebut perbukitan

konon sunan muria dan sam po kong berdebat mengenai geografi daratan pegunungan tersebut. sam po kong merasa datang dengan mengendarai perahu, sedang sunan muria tidak membenarkan karena daerah tersebut memang perbukitan. Dalam debat tersebut sunan muria meminta tamunya untuk melihat posisi perahunya yang terdampar "baca nyangsang" di kaki gunung kelir

pendek cerita sam po kong masih bersikeras kalau yang dilahat bukan daratan, tapi dia merasa perahunya diparkir ditempat rowo "di baca rawa"
Nah karena karomahnya para wali atau sunan muria dan mubalik sam po kong tersebut. daerah mbangan yang berada di kaki gunung kelir tersebut berubah jadi rowo. Maka sampai sekarang tempat obyek wisata tersebut di sebut waduk GUNUNG ROWO. yang makna dalam bahasa indonesianya adalah gunung yang berawa. atau rawa yang ada di lereng gunung
loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...