Mengenali karakter ular-ular yang mengandung bisa / racun

Beberapa waktu yang lalu inilahduniakita pernah menurunkan tulisan mengenai beberapa jenis-jenis ular di Indonesia ( kalau anda ketinggalan informasi tersebut silahkan buka lagi disini ). Pada kesempatan ini kita akan mengulas lebih lanjut mengenai bagaimana mengenali karakter tubuh ular untuk mengetahui dengan pasti apakan jenis ular tersebut cukup berbisa atau tidak.  


Mengenali ular yang berbisa dari bentuk kepala
Ular berbisa cenderung memiliki bentuk kepala yang hampir segitiga seperti pada gambar:

User posted image

Mengenali dari warna tubuhnya
Metode ini sebenarnya sangat sulit dilakukan karena ular cenderung memiliki warna serupa seperti misalnya ular jali dengan ular sendok yang keduanya memiliki warna yang hampir serupa yaitu  coklat kehitaman,  begitu pula dengan ular pucuk dan ular bangkai laut. Namun secara umum para pawang atau ahli hewan memiliki patokan bahwa ular berbisa cenderung memberi tanda melalui sisik yang berubah sebagai sebuah tanda peringatan .

Mengenali dari gerakannya
Ular berbisa kebanyakan tenang tidak terlalu gesit dan memilih waspada pada setiap gerakan dia lebih memilih memberi peringatan berupa membentuk bagian atas tubuhnya menyerupai huruf 'S' ada pula yang menggetarkan ekornya juga kadang mengeluarkan bunyi suara mendesis seperti ular bandotan puspo yang menggesekkan sisiknya untuk menciptakan bunyi peringatan

Mengenali dari bentuk taringnya
untuk cara ini jangan melakukan tanpa keahlian karna untuk mengetahui taring ular kita harus menangkap dan memegang kepalanya lalu membuka mulutnya jadi ada baiknya jika kita belum pernah mengenali ular kemudian berjumpa dengan ular kita lebih baik menghindarinya.


Secara umum terdapat setidaknya 4 (empat) macam jenis gigi ular yaitu:

1. ÅGLIFÅ

User posted image

Ular bertipe gigi aglifa tidak berbisa namun bisa di katakan cukup berisiko terkena bakteri jika tergigit karna ular bertipe aglifa juga mampu menyobek kulit manusia.
Adapun jenis-jenis ular yang bertipe gigi aglifa adalah:

Dari family cylindropidae adalah :
  • Ular kepala dua (cylindrophis ruffus)‎
Dari keluarga phytonidae:
  • Ular sanca (phyton ret )
  • Ular peraca (phytön cürtùs)
  • Sanca hijau (mòrèlla viridìs)
Dari keluarga colubrìdåe:
  • Ular jali (ptyås coros)
  • Ular serasah (sibynophis g)
  • Ular kisik (xenochrophis vittatus) dan masih banyak lagi

2.  OPISTOGLIFA

User posted image

Tipe gigi jenis ini mempunyai sepasang taring yang berada di belakang jika tergigit ular ini dalam waktu sekejab mungkin tidak akan beresiko terkena racunya karna ular berjenis gigi opistolifa harus memasukkan lebih da...lam objek yang tergigit agar dapat menyuntikkan bisa jenis ular yang memiliki taring seperti ini kebanyakan masih terdapat pada family colubridae seperti:

  • Ular picung (rhabdophis subminiatus)
  • Ular terbang (chrysopelea.sp)
  • Ular pucuk (ahaetulla.sp)
  • Hognose snake (hetorodon nasicus)
Ular bergigi opistoglifa masih tergolong berbisa menengah,  efek yang di timbulkan hanya pembengkakan sekitar area namun meskipun begiut kita harus tetap berhati-hati jika menemukan ulat dengan gigi tipe ini.

3. SOLENOGLIFA

User posted image

Tipe gigi solenoglifa sangat special dan bisa di katakan lebih canggih,sepasang taring panjang yang terdapat di bagian depan dapat di lipat dan di sembunyikan ke bagian atas rahang
idak hanya berfungsi sebagai penyuntik bisa sepasang taring semacam ini dapat di gunakan untuk mendorong mangsa untuk masuk ke dalam perut ular. 
Ular yang memiliki gigi bertipe solenoglìfa kebanyakan terdapat di dalam suku viperidae seperti:
  • Ular bangkai laut (trimeresurus albolabris)
  • Ular b.puspo (vipera ruselly)
  • Ular tanah/gibuk (calloseasma rhodistoma)

4. PROTEROGLIFA

User posted image

ular yang mempunyai gigi bertipe proteroglifa mempunyai taring depan yang panjang dan bagian ujung taring tersebut seperti melengkung kebelakang, ular bertipe gigi seperti ini tergolong sangat mematikan meskipun ukur...an taringnya tidak sepanjang taring solenoglifa tapi kemampuan menyuntikkan bisanya tidak di ragukan lagi
ular yang mempunyai gigi bertipe proteroglifa kebanyakan berasal dari famili elipidae seperti:
  • Cobra (naja sputatrix)
  • Ular welang (bungarus candidus)
  • Ular cabe (maticora intestianalis).
ular tersebut menduduki peringkat teratas sebagai ular yang paling berbahaya.


Mengenali jenis - jenis racun atau bisa ular


Dalam bisa ular terdapat dua jenis racun yang terkandung di dalamnya yaitu neurotoxin dan hemotoxin.

Neurotoxin


Jenis racun ini bisa dengan cepat menyebar ke jaringan syaraf dan berlawanan dengan transmisi rangsangan syaraf yang terhubung oleh otot syaraf sehingga bisa menyebabkan bebeapa gejala - gejala sebagai berikut:
  • Penderita yang mengalami kesulitan bernafas
  • Penderita yang mengalami kesulitan untuk bergerak bahkan berbicara
  • Penderita yang mudah mengantuk dan kehilangan kesadaran
  • Pecahnya ginjal si penderita
  • Tingkat terparah adalah gagalnya jantung si penderita

Hemotoxin
Jenis racun hemotoxin yang terkandung dalam bisa ular akan menyerang sistim peredaran darah dan sirkulasinya termasuk juga enzim pemecah protein, selain itu terdapat enzim 'hyålùroidåsè' yang bisa menyerang jaringan otak. Gejala yang akan timbul jika terkena racun hemotoxin antara lain:

  • Penderita akan merasakan sakit yang sangat hebat
  • Setelah 15 - 30 menit terjadi penggumpalan darah
  • Penderita akan mulai merasakan demam dan disertai muntah - muntah

Ular yang memiliki racun hemotoxin terdapat pada family"Viperidae" sedangkan untuk bisa yang mengandung racun neurotoxin kebanyakan terdapat di dalam family "elipidae".

Semoga bermanfaat
Beberapa waktu yang lalu inilahduniakita pernah menurunkan tulisan mengenai beberapa jenis-jenis ular di Indonesia ( kalau anda ketinggalan informasi tersebut silahkan buka lagi disini ). Pada kesempatan ini kita akan mengulas lebih lanjut mengenai bagaimana mengenali karakter tubuh ular untuk mengetahui dengan pasti apakan jenis ular tersebut cukup berbisa atau tidak.  


Mengenali ular yang berbisa dari bentuk kepala
Ular berbisa cenderung memiliki bentuk kepala yang hampir segitiga seperti pada gambar:

User posted image

Mengenali dari warna tubuhnya
Metode ini sebenarnya sangat sulit dilakukan karena ular cenderung memiliki warna serupa seperti misalnya ular jali dengan ular sendok yang keduanya memiliki warna yang hampir serupa yaitu  coklat kehitaman,  begitu pula dengan ular pucuk dan ular bangkai laut. Namun secara umum para pawang atau ahli hewan memiliki patokan bahwa ular berbisa cenderung memberi tanda melalui sisik yang berubah sebagai sebuah tanda peringatan .

Mengenali dari gerakannya
Ular berbisa kebanyakan tenang tidak terlalu gesit dan memilih waspada pada setiap gerakan dia lebih memilih memberi peringatan berupa membentuk bagian atas tubuhnya menyerupai huruf 'S' ada pula yang menggetarkan ekornya juga kadang mengeluarkan bunyi suara mendesis seperti ular bandotan puspo yang menggesekkan sisiknya untuk menciptakan bunyi peringatan

Mengenali dari bentuk taringnya
untuk cara ini jangan melakukan tanpa keahlian karna untuk mengetahui taring ular kita harus menangkap dan memegang kepalanya lalu membuka mulutnya jadi ada baiknya jika kita belum pernah mengenali ular kemudian berjumpa dengan ular kita lebih baik menghindarinya.


Secara umum terdapat setidaknya 4 (empat) macam jenis gigi ular yaitu:

1. ÅGLIFÅ

User posted image

Ular bertipe gigi aglifa tidak berbisa namun bisa di katakan cukup berisiko terkena bakteri jika tergigit karna ular bertipe aglifa juga mampu menyobek kulit manusia.
Adapun jenis-jenis ular yang bertipe gigi aglifa adalah:

Dari family cylindropidae adalah :
  • Ular kepala dua (cylindrophis ruffus)‎
Dari keluarga phytonidae:
  • Ular sanca (phyton ret )
  • Ular peraca (phytön cürtùs)
  • Sanca hijau (mòrèlla viridìs)
Dari keluarga colubrìdåe:
  • Ular jali (ptyås coros)
  • Ular serasah (sibynophis g)
  • Ular kisik (xenochrophis vittatus) dan masih banyak lagi

2.  OPISTOGLIFA

User posted image

Tipe gigi jenis ini mempunyai sepasang taring yang berada di belakang jika tergigit ular ini dalam waktu sekejab mungkin tidak akan beresiko terkena racunya karna ular berjenis gigi opistolifa harus memasukkan lebih da...lam objek yang tergigit agar dapat menyuntikkan bisa jenis ular yang memiliki taring seperti ini kebanyakan masih terdapat pada family colubridae seperti:

  • Ular picung (rhabdophis subminiatus)
  • Ular terbang (chrysopelea.sp)
  • Ular pucuk (ahaetulla.sp)
  • Hognose snake (hetorodon nasicus)
Ular bergigi opistoglifa masih tergolong berbisa menengah,  efek yang di timbulkan hanya pembengkakan sekitar area namun meskipun begiut kita harus tetap berhati-hati jika menemukan ulat dengan gigi tipe ini.

3. SOLENOGLIFA

User posted image

Tipe gigi solenoglifa sangat special dan bisa di katakan lebih canggih,sepasang taring panjang yang terdapat di bagian depan dapat di lipat dan di sembunyikan ke bagian atas rahang
idak hanya berfungsi sebagai penyuntik bisa sepasang taring semacam ini dapat di gunakan untuk mendorong mangsa untuk masuk ke dalam perut ular. 
Ular yang memiliki gigi bertipe solenoglìfa kebanyakan terdapat di dalam suku viperidae seperti:
  • Ular bangkai laut (trimeresurus albolabris)
  • Ular b.puspo (vipera ruselly)
  • Ular tanah/gibuk (calloseasma rhodistoma)

4. PROTEROGLIFA

User posted image

ular yang mempunyai gigi bertipe proteroglifa mempunyai taring depan yang panjang dan bagian ujung taring tersebut seperti melengkung kebelakang, ular bertipe gigi seperti ini tergolong sangat mematikan meskipun ukur...an taringnya tidak sepanjang taring solenoglifa tapi kemampuan menyuntikkan bisanya tidak di ragukan lagi
ular yang mempunyai gigi bertipe proteroglifa kebanyakan berasal dari famili elipidae seperti:
  • Cobra (naja sputatrix)
  • Ular welang (bungarus candidus)
  • Ular cabe (maticora intestianalis).
ular tersebut menduduki peringkat teratas sebagai ular yang paling berbahaya.


Mengenali jenis - jenis racun atau bisa ular


Dalam bisa ular terdapat dua jenis racun yang terkandung di dalamnya yaitu neurotoxin dan hemotoxin.

Neurotoxin


Jenis racun ini bisa dengan cepat menyebar ke jaringan syaraf dan berlawanan dengan transmisi rangsangan syaraf yang terhubung oleh otot syaraf sehingga bisa menyebabkan bebeapa gejala - gejala sebagai berikut:
  • Penderita yang mengalami kesulitan bernafas
  • Penderita yang mengalami kesulitan untuk bergerak bahkan berbicara
  • Penderita yang mudah mengantuk dan kehilangan kesadaran
  • Pecahnya ginjal si penderita
  • Tingkat terparah adalah gagalnya jantung si penderita

Hemotoxin
Jenis racun hemotoxin yang terkandung dalam bisa ular akan menyerang sistim peredaran darah dan sirkulasinya termasuk juga enzim pemecah protein, selain itu terdapat enzim 'hyålùroidåsè' yang bisa menyerang jaringan otak. Gejala yang akan timbul jika terkena racun hemotoxin antara lain:

  • Penderita akan merasakan sakit yang sangat hebat
  • Setelah 15 - 30 menit terjadi penggumpalan darah
  • Penderita akan mulai merasakan demam dan disertai muntah - muntah

Ular yang memiliki racun hemotoxin terdapat pada family"Viperidae" sedangkan untuk bisa yang mengandung racun neurotoxin kebanyakan terdapat di dalam family "elipidae".

Semoga bermanfaat

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengenali karakter ular-ular yang mengandung bisa / racun"

Posting Komentar