Bayi ini tetap ceria meski tidak memiliki hidung

Tessa Evans adalah seorang bayi perempuan yang baru saja menginjak usia 17 bulan. Seperti juga anak-anak lain seusianya , Tessa adalah seorang anak yang sangat ceria, ia menjalani kehidupannya dengan penuh kegembiraan meski sebenarnya ia memiliki kelainan fisik. Ya, Tessa terlahir dalam kondisi yang super langka yang membuatnya tidak memiliki hidung. Namun meski mengalami kondisi tersebut, Tessa tetaplah seorang anak yang gemar bermain, lincah dan ceria. 





Kelainan yang diderita oleh Tessa adalah Congenital arhinia yang hanya menyerang 40 orang dalam sejarah literatur medis. Karena kondisinya itu, Tessa tidak bisa menciumi aroma-aroma bau-bauan di sekitarnya, lantaran ia tidak memiliki rongga hidung ke kepalanya (sinus), namun meski begitu, ia pun masih bisa bersin atau kena flu bahkan membuang ingusnya. 

Meski memiliki kelainan sejak lahir, namun Tessa terus tumbuh menjadi anak yang ceria. "Sejak membawanya pulang ke rumah, dia terus tumbuh dengan baik dan banyak tersenyum," ungkap Grainne, sang ibu.

"Dia sangat menyukai kakak-kakaknya, meniru apapun yang mereka lakukan seperti menari dan memanjat lemari meski dia cacat," lanjutnya. "Semua yang berjumpa dengannya akan langsung suka. Aku ingin ia bisa menjadi inspirasi lainnya, seperti yang dilakukannya pada kami."




Grainne kemudian mengungkapkan awalnya syok melihat keadaan sang putri ketika baru lahir dan sempat tidak mau memegang Tessa. Sebenarnya kelainan itu sudah terdeteksi di usia kandungan minggu ke-20 karena wajah Tessa tampak datar, namun kehamilan tetap dipertahankan karena secara fisik sehat. Hanya saja Tessa sempat tidak bernafas saat proses kelahirannya dan dirawat intensif selama 5 minggu pertama. 






Saat ini Tessa mulai menjalani perawatannya di Great Ormond Street Hospital untuk mendapatkan hidung barunya. Nantinya hidung buatan itu akan dimasukkan melalui sayatan sepanjang garis rambut dan ditempatkan pada tempat yang semestinya. Hidung buatan itu pun tidak bersifat permanen, karena setelah dewasa hidungnya akan diganti lagi dengan bentuk hidung yang lebih besar sesuai dengan usia pertumbuhannya. 

Tessa Evans adalah seorang bayi perempuan yang baru saja menginjak usia 17 bulan. Seperti juga anak-anak lain seusianya , Tessa adalah seorang anak yang sangat ceria, ia menjalani kehidupannya dengan penuh kegembiraan meski sebenarnya ia memiliki kelainan fisik. Ya, Tessa terlahir dalam kondisi yang super langka yang membuatnya tidak memiliki hidung. Namun meski mengalami kondisi tersebut, Tessa tetaplah seorang anak yang gemar bermain, lincah dan ceria. 





Kelainan yang diderita oleh Tessa adalah Congenital arhinia yang hanya menyerang 40 orang dalam sejarah literatur medis. Karena kondisinya itu, Tessa tidak bisa menciumi aroma-aroma bau-bauan di sekitarnya, lantaran ia tidak memiliki rongga hidung ke kepalanya (sinus), namun meski begitu, ia pun masih bisa bersin atau kena flu bahkan membuang ingusnya. 

Meski memiliki kelainan sejak lahir, namun Tessa terus tumbuh menjadi anak yang ceria. "Sejak membawanya pulang ke rumah, dia terus tumbuh dengan baik dan banyak tersenyum," ungkap Grainne, sang ibu.

"Dia sangat menyukai kakak-kakaknya, meniru apapun yang mereka lakukan seperti menari dan memanjat lemari meski dia cacat," lanjutnya. "Semua yang berjumpa dengannya akan langsung suka. Aku ingin ia bisa menjadi inspirasi lainnya, seperti yang dilakukannya pada kami."




Grainne kemudian mengungkapkan awalnya syok melihat keadaan sang putri ketika baru lahir dan sempat tidak mau memegang Tessa. Sebenarnya kelainan itu sudah terdeteksi di usia kandungan minggu ke-20 karena wajah Tessa tampak datar, namun kehamilan tetap dipertahankan karena secara fisik sehat. Hanya saja Tessa sempat tidak bernafas saat proses kelahirannya dan dirawat intensif selama 5 minggu pertama. 






Saat ini Tessa mulai menjalani perawatannya di Great Ormond Street Hospital untuk mendapatkan hidung barunya. Nantinya hidung buatan itu akan dimasukkan melalui sayatan sepanjang garis rambut dan ditempatkan pada tempat yang semestinya. Hidung buatan itu pun tidak bersifat permanen, karena setelah dewasa hidungnya akan diganti lagi dengan bentuk hidung yang lebih besar sesuai dengan usia pertumbuhannya. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bayi ini tetap ceria meski tidak memiliki hidung"

Posting Komentar