Kematian Shakuni dan lunasnya sebuah balas dendam

Perseteruan Pandawa dan Kurawa hampir mencapai babak akhir yaitu perang besar bharatayuddha, dalam perang saudara itu ada satu hal yang paling dinanti-nantikan oleh penggemar serial Mahabharata di Indonesia, yaitu matinya si lidah tajam Shakuni. 

Shakuni dalam kisah Mahabharata diceritakan sebagai seorang yang menyimpan dendam terhadap kehancuran Hastinapura, karena itu ia berusaha untuk mengadu domba seratus orang anak Detrarasta (Korawa) dengan kelima anak Pandu (Pandawa). 

Sebagai penguasa kelicikan (meskipun masih kalah licik dibaning Kresna ) Shakuni dengan mudah menghasut Duryodhana untuk memusuhi para Pandawa, bahkan ketika pandawa menagih hak kerajaannya kepada Duryodana setelah dihukum selama 12 tahun akibat kalah bermain dadu, Shakuni meminta Duryodhana untuk tidak begitu saja menyerahkan Indraprasta milik Pandawa.  


Shakuni memang menyimpan dendam kepada Hastinapura ketika kerajaannya diserang oleh Hastinapura yang menawan dirinya dan saudara-saudaranya dalam ruang tahanan. Shakuni menyaksikan sendiri bagaimana saudara-saudaranya satu persatu meninggal di hadapannya, dan konon dadu yang memenangkan Shakuni dalam perjudiannya dengan Yudhistira itu dibuat dari tulang belulang saudara-saudaranya dari Gandhara sewaktu menjadi tawanan Bisma dan Hastinapura.

Shakuni merasakan betul bagaimana merasakan sakit ketika dihianati, terlebih dalam tahanannya dia dan saudara-saudaranya hanya diberikan makanan berupa satu butir nasi untuk tiap-tiap orang. Sebutir nasi itulah yang selalu diingatnya ketika dirinya menghasut Duryodana untuk memerangi Pandawa. Karena gara-gara sebutir nasi itu juga saudara-saudaranya meninggal dihadapannya.  



Shakuni telah merasakan penghianatan serta pahit-getirnya hidup dalam penjara, apalagi saat itu dirinya dan saudara-saudaranya yang lain hanya diberikan makanan berupa sebutir nasi untuk tiap-tiap orangnya. Agar Shakuni bisa tetap hidup untuk membalaskan dendam mereka, maka satu butir nasi itu kemudian mereka kumpulkan dan diberikan pada Shakuni. 
Hal itu berlangsung cukup lama sampai satu persatu saudara-saudaranya kemudian meninggal dihadapannya karena kelaparan. 

Inilah bagian cerita yang tidak diketahui oleh semua orang, alasan mengapa Shakuni mau berbuat licik dengan menghasut Kurawa untuk memusuhi Pandawa.  Itu adalah karena Shakuni memang telah bertekad untuk membalaskan dendam saudara-saudarnya yang mati dengan cara menghancurkan Hastinapura dari dalam, dan kesempatan itu datang ketika Gandari dipersunting oleh Detrarasta yang meskipun ia merasa terhina dengan lamaran dari orang yang pernah menghancurkan kerajaan dan saudara-saudaranya itu, ditambah terhina karena adiknya yang akan dinikahkan dengan orang yang buta!.

Hasutan pertama Shakuni adalah pada Destrata dengan mengatakan bahwa ialah (Destrarata) yang seharusnya jadi raja karena merupakan putra tertua dari dinasti Kuru bukan Pandu. Hasutannya berhasil, perpecahan pun terjadi antara dua saudara, Detrarasta dan Pandu.




Tidak cukup sampai di situ, Shakuni kembali melakukan hasutannya pada anak-anak mereka terutama anak tertua Detrarasta yaitu Duryodhana. Sejak anak-anak Destrarasta masih kecil, Shakuni mulai mengajarkan mereka bahwa anak-anak Pandu adalah musuhnya.

Akibat hasutannya Hastinapura terbagi menjadi dua yaitu Indraprastha, Kurawa dan Pandawa memiliki pemerintahannya masing-masing. Namun tak cukup sampai disitu, Shakuni terus melakukan berbagai upaya liciknya, sampai akhirnya terjadilah peristiwa perang Bharatayuddha

Shakuni menemui ajal tepat di hari terakhir yaitu hari ke-18 dalam peperangan tersebut. Ia mati ditangan Sadewa. Dalam kisah pewayangan versi Jawa Shakuni diceritakan mati dicabik-cabik oleh Bima. 




Si pembuat onar itu telah mati dan hal itu membuat banyak penggemar serial ini bertepuk tangan menyaksikan kematiannya yang tragis. Namun sayang, karena seiring matinya Shakuni yang dilanjutkan dengan kematian Duryodana, serial Mahabharata ini pun berakhir

Berikut saat-saat ketika Shakuni menemui ajalnya di tangan Sadewa 


Shakuni memang telah mati, tapi dalam kematiannya itu Shakuni merasa senang karena telah berhasil membalaskan dendam atas kematian saudara-saudaranya. Ia merasa senang karena telah berhasil memecah belah Hastinapura, dan menghancurkan Bisma yang dahulu pernah menyerang dan menghina Kerajaannya. Namun dalam matinya itu ia masih tetap menyayangi keponakannya, Duryodhana.  Semoga tidak ada lagi Sangkuni-sangkuni yang lain di sini.  Keywords: Shakuni Mati , kematian shakuni , mahabharata , sangkuni mati , gugurnya sangkuni , Shakuni Mati , kematian shakuni , mahabharata , sangkuni mati , gugurnya sangkuni ,
Perseteruan Pandawa dan Kurawa hampir mencapai babak akhir yaitu perang besar bharatayuddha, dalam perang saudara itu ada satu hal yang paling dinanti-nantikan oleh penggemar serial Mahabharata di Indonesia, yaitu matinya si lidah tajam Shakuni. 

Shakuni dalam kisah Mahabharata diceritakan sebagai seorang yang menyimpan dendam terhadap kehancuran Hastinapura, karena itu ia berusaha untuk mengadu domba seratus orang anak Detrarasta (Korawa) dengan kelima anak Pandu (Pandawa). 

Sebagai penguasa kelicikan (meskipun masih kalah licik dibaning Kresna ) Shakuni dengan mudah menghasut Duryodhana untuk memusuhi para Pandawa, bahkan ketika pandawa menagih hak kerajaannya kepada Duryodana setelah dihukum selama 12 tahun akibat kalah bermain dadu, Shakuni meminta Duryodhana untuk tidak begitu saja menyerahkan Indraprasta milik Pandawa.  


Shakuni memang menyimpan dendam kepada Hastinapura ketika kerajaannya diserang oleh Hastinapura yang menawan dirinya dan saudara-saudaranya dalam ruang tahanan. Shakuni menyaksikan sendiri bagaimana saudara-saudaranya satu persatu meninggal di hadapannya, dan konon dadu yang memenangkan Shakuni dalam perjudiannya dengan Yudhistira itu dibuat dari tulang belulang saudara-saudaranya dari Gandhara sewaktu menjadi tawanan Bisma dan Hastinapura.

Shakuni merasakan betul bagaimana merasakan sakit ketika dihianati, terlebih dalam tahanannya dia dan saudara-saudaranya hanya diberikan makanan berupa satu butir nasi untuk tiap-tiap orang. Sebutir nasi itulah yang selalu diingatnya ketika dirinya menghasut Duryodana untuk memerangi Pandawa. Karena gara-gara sebutir nasi itu juga saudara-saudaranya meninggal dihadapannya.  



Shakuni telah merasakan penghianatan serta pahit-getirnya hidup dalam penjara, apalagi saat itu dirinya dan saudara-saudaranya yang lain hanya diberikan makanan berupa sebutir nasi untuk tiap-tiap orangnya. Agar Shakuni bisa tetap hidup untuk membalaskan dendam mereka, maka satu butir nasi itu kemudian mereka kumpulkan dan diberikan pada Shakuni. 
Hal itu berlangsung cukup lama sampai satu persatu saudara-saudaranya kemudian meninggal dihadapannya karena kelaparan. 

Inilah bagian cerita yang tidak diketahui oleh semua orang, alasan mengapa Shakuni mau berbuat licik dengan menghasut Kurawa untuk memusuhi Pandawa.  Itu adalah karena Shakuni memang telah bertekad untuk membalaskan dendam saudara-saudarnya yang mati dengan cara menghancurkan Hastinapura dari dalam, dan kesempatan itu datang ketika Gandari dipersunting oleh Detrarasta yang meskipun ia merasa terhina dengan lamaran dari orang yang pernah menghancurkan kerajaan dan saudara-saudaranya itu, ditambah terhina karena adiknya yang akan dinikahkan dengan orang yang buta!.

Hasutan pertama Shakuni adalah pada Destrata dengan mengatakan bahwa ialah (Destrarata) yang seharusnya jadi raja karena merupakan putra tertua dari dinasti Kuru bukan Pandu. Hasutannya berhasil, perpecahan pun terjadi antara dua saudara, Detrarasta dan Pandu.




Tidak cukup sampai di situ, Shakuni kembali melakukan hasutannya pada anak-anak mereka terutama anak tertua Detrarasta yaitu Duryodhana. Sejak anak-anak Destrarasta masih kecil, Shakuni mulai mengajarkan mereka bahwa anak-anak Pandu adalah musuhnya.

Akibat hasutannya Hastinapura terbagi menjadi dua yaitu Indraprastha, Kurawa dan Pandawa memiliki pemerintahannya masing-masing. Namun tak cukup sampai disitu, Shakuni terus melakukan berbagai upaya liciknya, sampai akhirnya terjadilah peristiwa perang Bharatayuddha

Shakuni menemui ajal tepat di hari terakhir yaitu hari ke-18 dalam peperangan tersebut. Ia mati ditangan Sadewa. Dalam kisah pewayangan versi Jawa Shakuni diceritakan mati dicabik-cabik oleh Bima. 




Si pembuat onar itu telah mati dan hal itu membuat banyak penggemar serial ini bertepuk tangan menyaksikan kematiannya yang tragis. Namun sayang, karena seiring matinya Shakuni yang dilanjutkan dengan kematian Duryodana, serial Mahabharata ini pun berakhir

Berikut saat-saat ketika Shakuni menemui ajalnya di tangan Sadewa 


Shakuni memang telah mati, tapi dalam kematiannya itu Shakuni merasa senang karena telah berhasil membalaskan dendam atas kematian saudara-saudaranya. Ia merasa senang karena telah berhasil memecah belah Hastinapura, dan menghancurkan Bisma yang dahulu pernah menyerang dan menghina Kerajaannya. Namun dalam matinya itu ia masih tetap menyayangi keponakannya, Duryodhana.  Semoga tidak ada lagi Sangkuni-sangkuni yang lain di sini.  Keywords: Shakuni Mati , kematian shakuni , mahabharata , sangkuni mati , gugurnya sangkuni , Shakuni Mati , kematian shakuni , mahabharata , sangkuni mati , gugurnya sangkuni ,

Subscribe to receive free email updates: