Inilah 5 kontroversi dari serial drama Jodha Akbar

Semakin banyaknya tayangan sinetron di India telah membuat banyak produser dan pihak stasiun tv berlomba untuk membuat sebuah tayangan yang diharapkan bisa mempunyai rating penggemar yang cukup tinggi. Tak terkecuali serial Jodha Akbar yang diproduseri oleh Ekta Kapoor yang meskipun banyak menuai kritikan namun kenyataannya drama seri ini cukup banyak mendapat perhatian dari para pemirsanya, termasuk di Indonesia.  




Di negara asalnya serial Jodha Akbar tidak lepas dari berbagai kontroversi yang menyertainya baik dari tayangannya itu sendiri maupun para pemerannya. 


1. Perubahan rumah produksi 


Produser yang dikenal dengan julukan "Ratu Drama" Ekta Kapoor yang telah sukses menyajikan Jodha Akbar ternyata tidak terlepas dari beberapa peristiwa kontroversi yang menyertainya sejak pertama kali drama serial ini dibuat. Pertama melakukan beberapa perubahan cerita dari cerita yang sebenarnya, yang membuat drama ini banyak menuai protes dari berbagai pihak. Lalu ada rumor yang mengatakan bahwa Ekta telah mengundurkan diri sebaga produsernya.  

2. Banyak menuai protes dan kritikan 


Sejak pertama kali ditayangkan di sebuah stasiun televisi, drama seri Jodha Akbar mendapat banyak kritikan dan protes terutama dari mereka yang mengaku dari Rajput. Mereka memprotes bahwa acara itu telah memberikan informasi yang menyesatkan tentang Jodha yang menikahi Akbar karena ingin menyelamatkan kerajaan ayahnya. Beberapa komunitas bahkan menuntut agar drama serial ini dihentikan penayangannya dan menyebut bahwa orang yang disebut "Jodha" itu tidak pernah ada. Kritikan dan protes terhadap acara ini pun semakin gencar, sampai-sampai ada orang yang sengaja mengusung patung Ekta lalu membakarnya. 

3. Pemeran utama yang keras kepala 


Rajat Tokas dan Paridhi Sharma yang berperan sebagai Akbar dan Jodha dalam drama seri tersebut kabarnya tidak saling bertegur sapa  bahkan cenderung tidak peduli satu sama lainnya. Ketika berakting mereka memang terlihat sangat akrab dan banyak bicara, namun setelah sutradara mengatakan istirahat keduanya lebih banyak diam dan tidak acuh satu sama lainnya.

Alasannya mungkin karena Rajat Tokas merasa bahwa ia yang lebih senior dari Paridhi sehingga tidak suka berada di dekatnya atau menyapanya duluan. Namun ketika kamera menyorot keduanya, mereka tampak sangat akrab.


4. Ramai-ramai mengundurkan diri dari Jodha Akbar 



Satu hal yang cukup menghebohkan adalah mundurn masalnya 90 orang staff dan para pendukung dalam drama serial ini. Ke-90 orang itu mengaku bahwa mereka melakukan hal tersebut lantaran merasa gerah dengan sikap kasar yang ditunjukkan oleh sang sutradara, Santaram Verma. Bahkan dalam sebuah konferensi Pers Ekta berkata bahwa ia tidak pernah menyuruh 90 orang itu untuk mundur dan mundurnya mereka dikarenakan keinginan mereka sendiri.

5. Menjadi tayangan dengan rating tertinggi 


Meski menuai banyak kontoversi, protes, dan kritikan namun drama seri Jodha Akbar ini terbukti sukses dalam penayangannya. Ekta Kapoor memang telah bekerja cukup keras untuk membuat drama seri ini menjadi popular dan sebisa mungking menarik perhatian banyak pemirsa meski untuk itu ia harus "merubah sejarah" dengan alur cerita yang sesuai keinginan para pemirsanya.  Kontroveri-kontroversi ini ternyata membuahkan kesuksesan bagi Jodha Akbar dan dirinya sendiri. 




Semakin banyaknya tayangan sinetron di India telah membuat banyak produser dan pihak stasiun tv berlomba untuk membuat sebuah tayangan yang diharapkan bisa mempunyai rating penggemar yang cukup tinggi. Tak terkecuali serial Jodha Akbar yang diproduseri oleh Ekta Kapoor yang meskipun banyak menuai kritikan namun kenyataannya drama seri ini cukup banyak mendapat perhatian dari para pemirsanya, termasuk di Indonesia.  




Di negara asalnya serial Jodha Akbar tidak lepas dari berbagai kontroversi yang menyertainya baik dari tayangannya itu sendiri maupun para pemerannya. 


1. Perubahan rumah produksi 


Produser yang dikenal dengan julukan "Ratu Drama" Ekta Kapoor yang telah sukses menyajikan Jodha Akbar ternyata tidak terlepas dari beberapa peristiwa kontroversi yang menyertainya sejak pertama kali drama serial ini dibuat. Pertama melakukan beberapa perubahan cerita dari cerita yang sebenarnya, yang membuat drama ini banyak menuai protes dari berbagai pihak. Lalu ada rumor yang mengatakan bahwa Ekta telah mengundurkan diri sebaga produsernya.  

2. Banyak menuai protes dan kritikan 


Sejak pertama kali ditayangkan di sebuah stasiun televisi, drama seri Jodha Akbar mendapat banyak kritikan dan protes terutama dari mereka yang mengaku dari Rajput. Mereka memprotes bahwa acara itu telah memberikan informasi yang menyesatkan tentang Jodha yang menikahi Akbar karena ingin menyelamatkan kerajaan ayahnya. Beberapa komunitas bahkan menuntut agar drama serial ini dihentikan penayangannya dan menyebut bahwa orang yang disebut "Jodha" itu tidak pernah ada. Kritikan dan protes terhadap acara ini pun semakin gencar, sampai-sampai ada orang yang sengaja mengusung patung Ekta lalu membakarnya. 

3. Pemeran utama yang keras kepala 


Rajat Tokas dan Paridhi Sharma yang berperan sebagai Akbar dan Jodha dalam drama seri tersebut kabarnya tidak saling bertegur sapa  bahkan cenderung tidak peduli satu sama lainnya. Ketika berakting mereka memang terlihat sangat akrab dan banyak bicara, namun setelah sutradara mengatakan istirahat keduanya lebih banyak diam dan tidak acuh satu sama lainnya.

Alasannya mungkin karena Rajat Tokas merasa bahwa ia yang lebih senior dari Paridhi sehingga tidak suka berada di dekatnya atau menyapanya duluan. Namun ketika kamera menyorot keduanya, mereka tampak sangat akrab.


4. Ramai-ramai mengundurkan diri dari Jodha Akbar 



Satu hal yang cukup menghebohkan adalah mundurn masalnya 90 orang staff dan para pendukung dalam drama serial ini. Ke-90 orang itu mengaku bahwa mereka melakukan hal tersebut lantaran merasa gerah dengan sikap kasar yang ditunjukkan oleh sang sutradara, Santaram Verma. Bahkan dalam sebuah konferensi Pers Ekta berkata bahwa ia tidak pernah menyuruh 90 orang itu untuk mundur dan mundurnya mereka dikarenakan keinginan mereka sendiri.

5. Menjadi tayangan dengan rating tertinggi 


Meski menuai banyak kontoversi, protes, dan kritikan namun drama seri Jodha Akbar ini terbukti sukses dalam penayangannya. Ekta Kapoor memang telah bekerja cukup keras untuk membuat drama seri ini menjadi popular dan sebisa mungking menarik perhatian banyak pemirsa meski untuk itu ia harus "merubah sejarah" dengan alur cerita yang sesuai keinginan para pemirsanya.  Kontroveri-kontroversi ini ternyata membuahkan kesuksesan bagi Jodha Akbar dan dirinya sendiri. 




loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...