Mengenal khasiat batu kalimaya dalam berbagai versi

Penggemar batu mulia pasti sudah tidak asing lagi dengan jenis batu yang satu ini, Batu Kalimaya. Batu yang sudah cukup akrab di telinga para penghobi batu permata sejak bertahun-tahun silam. 

Batu Kalimaya termasuk jenis batu yang cukup terkenal karena keindahan dari struktur warnanya terlebih ketika batu ini terkena pantulan cahaya maka semakin jelaslah keindahan kilauannya. 


Kalimaya berasal dari Banten, yang pertama kali popular sejak munculnya kegiatan pencarian batu permata jenis ini di daerah Maja, Kabupaten Lebak, Banten. Sebagian besar beranggapan bahwa batu ini berasal dari nama sebuah sungai yaitu Kali Maja tempat dimana awal-awal aktivitas penggalian terhadap batu jenis ini mulai dilakukan. 

Masyarakat di seluruh dunia mengenal Kalimaya dengan sebutan Batu Opal yang terbentuk dari mineral silika dan memiliki tingkat kekerasan mencapai 5.5 s/d 6.5 pada skala Mohs. Karena keindahannya itu pula batu permata ini mendapat julukan sebagai batu mulia terbaik di dunia dengan sebutan The Queens of Gems atau Ratunya Batu Mulia. Hal tersebut tidak terlepas dari bercampurnya keindahan batu permata jenis lain seperti ruby, zamrud, topas, kecubung, hingga saphire dalam kilauan sebuah batu opal atau Kalimaya. 

Bahkan sebuah cerita mengatakan bahwa Mark Antony dari Roma pernah menghadiahkan cincin kalimaya ini kepada Ratu Cleopatra yang dicintainya. Jika dibandingkan harga cincin hadiah tersebut hampir sama dengan harga dua ribu ekor kuda yang bagus pada waktu itu. 

Batu Kalimaya atau batu opal memiliki karakteristik yang sangat unik yang membedakannya dari jenis batu mulia lainnya. Struktur internal yang unik membuat batu kalimaya menjadi lentur terhadap masuknya cahaya sehingga bisa memancarkan beragam warna dalam kilauannya.  Kilauan dari batu kalimaya itu umumnya adalah warna putih yang dikombinasikan dengan warna abu-abu, merah oranye, kuning, hijau, biru, magenta, merah muda, zaitun, coklat dan hitam. Sedangkan untuk jenis batu kalimaya dengan parpaduan warna merah dan hitam merupakan jenis batu permata yang sangat langka namun untuk jenis yang umum adalah yang mempunyai perpaduan warna putih dan hijau. 
Khasiat Batu Kalimaya 
Di Eropa pada abad pertengahan banyak yang meyakini kalau batu kalimaya bisa memberikan keberuntungan bagi pemiliknya lantaran batu ini dianggap memiliki semua keistimewaan dari setiap batu permata yang tampak dari kilauan warnanya.  

Namun ternyata keyakinan bahwa batu kalimaya membawa kemujuran ternyata tidak berlangsung lama, karena pada tahun 1829, kepopuleran batu kalimaya mulai menurun sejak banyak masyarakat yang yakin bahwa batu tersebut bisa menimbulkan petaka dan nasib sial bahkan kematian bagi pemiliknya. Keyakinan tersebut diperkuat oleh cerita tragis dari seorang bangsawan wanita yang selalu memakai batu kalimaya yang kemudian meninggal akibat kekuatan tersembunyi dari batu tersebut. 

Alhasil cerita tersebut menyebar dari mulut ke mulut dan membuat penjualan batu permata ini semakin anjlok di pasaran Eropa. Bahkan keyakinan tersebut terus berkembang hingga saat ini, sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa batu kalimaya adalah perwujudan mata setan. 

Berbeda dengan kondisi di Indonesia, batu kalimaya dianggap memberikan pengaruh yang baik terhadap pemiliknya, bahkan dipercaya bisa memberi kebahagiaan bagi pemiliknya. Selain itu suasana hari si pemilik itu pun bisa tampak dalam kilauan batu yang dikenakannya. Jika bercahaya maka itu artinya si pemilik sedang merasakan kesenangan dan kebahagiaan , namun jika kilauannya meredup itu artinya si pemilik sedang dalam kemalangan atau sedang ditimpa kemurungan.
Meski begitu, tidak sedikit pula masyarakat Indonesia yang meyakini kalau batu kalimaya ini memberi efek yang buruk bagi pemiliknya. Aura yang tampak dari batu ini diyakini memberikan dampak buruk bagi pemiliknya terutama nafsu birahi yang cepat meningkat sehingga bisa mengganggu pikiran dan cepat mengumbar amarah.  Selain itu, ada juga yang percaya bahwa ketika seorang wanita baik-baik mengenakan batu ini maka bisa berubah menadi wanita nakal.  
Masyarakat China bahkan menganggap batu kalimaya bisa menganggu rumah tangga mereka, dan memberikan dampak buruk bagi kesehatan orang yang mengenakannya. 

Bagaimanapun, semua itu tergantung keyakinan saja jika kita yakin bahwa batu tersebut tidak memberi pengaruh apa-apa tentu hasilnya akan sesuai dengan keyakinan kita seperti keyakinan jika menggunakan batu tersebut akan memberi keberuntungan atau kesialan.

Wallahuallam  

Penggemar batu mulia pasti sudah tidak asing lagi dengan jenis batu yang satu ini, Batu Kalimaya. Batu yang sudah cukup akrab di telinga para penghobi batu permata sejak bertahun-tahun silam. 

Batu Kalimaya termasuk jenis batu yang cukup terkenal karena keindahan dari struktur warnanya terlebih ketika batu ini terkena pantulan cahaya maka semakin jelaslah keindahan kilauannya. 


Kalimaya berasal dari Banten, yang pertama kali popular sejak munculnya kegiatan pencarian batu permata jenis ini di daerah Maja, Kabupaten Lebak, Banten. Sebagian besar beranggapan bahwa batu ini berasal dari nama sebuah sungai yaitu Kali Maja tempat dimana awal-awal aktivitas penggalian terhadap batu jenis ini mulai dilakukan. 

Masyarakat di seluruh dunia mengenal Kalimaya dengan sebutan Batu Opal yang terbentuk dari mineral silika dan memiliki tingkat kekerasan mencapai 5.5 s/d 6.5 pada skala Mohs. Karena keindahannya itu pula batu permata ini mendapat julukan sebagai batu mulia terbaik di dunia dengan sebutan The Queens of Gems atau Ratunya Batu Mulia. Hal tersebut tidak terlepas dari bercampurnya keindahan batu permata jenis lain seperti ruby, zamrud, topas, kecubung, hingga saphire dalam kilauan sebuah batu opal atau Kalimaya. 

Bahkan sebuah cerita mengatakan bahwa Mark Antony dari Roma pernah menghadiahkan cincin kalimaya ini kepada Ratu Cleopatra yang dicintainya. Jika dibandingkan harga cincin hadiah tersebut hampir sama dengan harga dua ribu ekor kuda yang bagus pada waktu itu. 

Batu Kalimaya atau batu opal memiliki karakteristik yang sangat unik yang membedakannya dari jenis batu mulia lainnya. Struktur internal yang unik membuat batu kalimaya menjadi lentur terhadap masuknya cahaya sehingga bisa memancarkan beragam warna dalam kilauannya.  Kilauan dari batu kalimaya itu umumnya adalah warna putih yang dikombinasikan dengan warna abu-abu, merah oranye, kuning, hijau, biru, magenta, merah muda, zaitun, coklat dan hitam. Sedangkan untuk jenis batu kalimaya dengan parpaduan warna merah dan hitam merupakan jenis batu permata yang sangat langka namun untuk jenis yang umum adalah yang mempunyai perpaduan warna putih dan hijau. 
Khasiat Batu Kalimaya 
Di Eropa pada abad pertengahan banyak yang meyakini kalau batu kalimaya bisa memberikan keberuntungan bagi pemiliknya lantaran batu ini dianggap memiliki semua keistimewaan dari setiap batu permata yang tampak dari kilauan warnanya.  

Namun ternyata keyakinan bahwa batu kalimaya membawa kemujuran ternyata tidak berlangsung lama, karena pada tahun 1829, kepopuleran batu kalimaya mulai menurun sejak banyak masyarakat yang yakin bahwa batu tersebut bisa menimbulkan petaka dan nasib sial bahkan kematian bagi pemiliknya. Keyakinan tersebut diperkuat oleh cerita tragis dari seorang bangsawan wanita yang selalu memakai batu kalimaya yang kemudian meninggal akibat kekuatan tersembunyi dari batu tersebut. 

Alhasil cerita tersebut menyebar dari mulut ke mulut dan membuat penjualan batu permata ini semakin anjlok di pasaran Eropa. Bahkan keyakinan tersebut terus berkembang hingga saat ini, sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa batu kalimaya adalah perwujudan mata setan. 

Berbeda dengan kondisi di Indonesia, batu kalimaya dianggap memberikan pengaruh yang baik terhadap pemiliknya, bahkan dipercaya bisa memberi kebahagiaan bagi pemiliknya. Selain itu suasana hari si pemilik itu pun bisa tampak dalam kilauan batu yang dikenakannya. Jika bercahaya maka itu artinya si pemilik sedang merasakan kesenangan dan kebahagiaan , namun jika kilauannya meredup itu artinya si pemilik sedang dalam kemalangan atau sedang ditimpa kemurungan.
Meski begitu, tidak sedikit pula masyarakat Indonesia yang meyakini kalau batu kalimaya ini memberi efek yang buruk bagi pemiliknya. Aura yang tampak dari batu ini diyakini memberikan dampak buruk bagi pemiliknya terutama nafsu birahi yang cepat meningkat sehingga bisa mengganggu pikiran dan cepat mengumbar amarah.  Selain itu, ada juga yang percaya bahwa ketika seorang wanita baik-baik mengenakan batu ini maka bisa berubah menadi wanita nakal.  
Masyarakat China bahkan menganggap batu kalimaya bisa menganggu rumah tangga mereka, dan memberikan dampak buruk bagi kesehatan orang yang mengenakannya. 

Bagaimanapun, semua itu tergantung keyakinan saja jika kita yakin bahwa batu tersebut tidak memberi pengaruh apa-apa tentu hasilnya akan sesuai dengan keyakinan kita seperti keyakinan jika menggunakan batu tersebut akan memberi keberuntungan atau kesialan.

Wallahuallam  

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengenal khasiat batu kalimaya dalam berbagai versi"

Posting Komentar