Beberapa fakta menarik seputar para Kurawa

Kisah perseteruan antara Pandawa dan Kurawa dalam serial Mahabharata sudah mendekati akhir cerita. Namun tak lengkap rasanya kalau kita tidak mengetahui hal-hal apa saja yang berkaitan dengan Kurawa. 



Berikut Beberapa fakta menarik mengenai Kurawa:
  1. Kurawa atau Korawa (Korava) secara umum mempunyai makna "keturunan kuru", Kuru sendiri merupakan salah seorang Maharaja yang merupakan keturunan Bharata.
  2. Kurawa juga artinya Putera Dretarasta yang berjumlah seratus orang, namun selain mereka Prabu Dretarasta juga mempunyai beberapa orang anak yang lain yaitu, Yuyutsu anak Dretarasta dari wanita waisya, serta Duskampana dan Dursala yang lahir dari Gandari.
  3. Di antara keseratus saudaranya yang lain Duryudana adalah anak tertua yang sangat dihormati saudara-saudaranya yang lain.
  4. Dalam mitologi India, Duryudana adalah reinkarnasi dari Iblis Kali yang nantinya akan muncul kembali pada akhir jaman dan akan dibunuh oleh awatara / avatar Wishnu yang terakhir yaitu Ksatria Kalki.
  5. Dalam bahasa Sanskerta, Duryudana berarti "Sulit ditaklukkan" atau "Tak Terkalahkan".
  6. Kelahiran Duryudana bersamaan waktunya dengan kelahiran Bima putera Pandu dan Kunti.
  7. Di India Kritawarma bukanlah bagian dari para Kurawa bersaudara, tetapi dari golongan Wangsa Wresni dari Kerajaan Bhoja, putra Raja Herdika.
  8. Di India Bhagadatta bukanlah bagian dari para Kurawa bersaudara, tetapi putra dari Raja Narakasuru anak dari awatara Wishnu yang berupa waraha (babi hutan raksasa) dengan Dewi Pertiwi.
  9. Dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain, Duryudana lebih menyayangi Dursasana dan Dursala adik perempuannya.
  10. Dalam bahasa Sanskerta, Dursasana artinya "Sulit untuk dikuasai" atau "Sulit untuk diatasi".
  11. Kelahiran Dursasana bersamaan waktunya dengan kelahiran Arjuna putra Pandu dan Kunti.
  12. Dursala adalah satu-satunya saudara perempuan dari para Kurawa.
  13. Dursala adalah nama adik perempuan Duryudana, tapi dalam versi Jawa saudari Duryudana adalah Dursila sedangkan Dursala adalah nama anak dari Dursasana.
  14. Raja Salya dari Kerajaan Madrah bukanlah mertua dari Duryudana, Baladewa, maupun Karna.
  15. Bonawati puteri dari Raja Salya bukan merupakan istri dari Duryudana, di India sendiri siapa nama istri dari Duryudana tidak disebutkan namanya.
  16. Dalam cerita India, Duryudana tidak pernah menjadi raja di Hastinapura sebagaimana yang di kisahkan dalam pewayangan Jawa.
  17. Putra Duryudana bukanlah laksmana Mandrakumara, di India sendiri nama anak Duryudana tidak pernah disebutkan namanya.
  18. Kerajaan Angga adalah kerajaan yang telah dikuasai oleh Duryudana, yang kemudian ia memberikannya kepada Karna dengan mengangkatnya menjadi Raja.
  19. Dalam versi India tidak ada saudara Duryudana yang lain yang menjadi Raja, tetapi dalam versi Jawa terdapat beberapa orang saudara Duryudana yang menjadi Raja yaitu Widandini raja dari Purantara, Gardapati raja dari Bukasapta, dan Bogadatta raja dari Turilaya.
  20. Duryudana pernah membela Karna dari ejekan Bima dan Arjuna ketika acara wisuda para murid bimbingan resi drona yang berkata, "Seorang ksatria tidak harus terlahir dari wangsa ksatria, ia bisa lahir di kasta yang paling bawah sekalipun, jika semuanya meragukan Karna, maka aku angkat dia menjadi Raja Angga."
  21. Dalam versi India para Kurawa tidak disebutkan senang menculik perempuan desa, sedangkan dalam versi Jawa diceritakan bahwa Habaya, Durkarana, dan Citraga yang mati di tangan Raja Salya menjelang Bharatayuddha setelah memegoki mereka tengah melakukan aksinya.
  22. Dalam versi India ketika Krishna mengunjungi Hastinapura sebagai duta Pandawa, ia tidak membunuh Kurawa dengan merubah wujudnya menjadi raksasa dan menginjak-injak Kurawa, tetapi menunjukkan wujud aslinya yang hanya bisa dilihat oleh 3 orang suci yaitu Bhisma, Widura, dan Drona. Dalam versi Jawa dikisahkan Citrawarma, Citramarma, Dirgabahu, Jalasaha, Patiweya dan Windandini mati dalam cerita Kresna Duta, mereka terinjak-injak oleh Brahalasewu yang merupakan perwujudan dari Kresna.
  23. Dalam versi India semua anggota Kurawa memihak kakak tertuanya Duryudana, kecuali saudara tiri Kurawa yaitu Yuyutsu yang bersikap memihak Pandawa. Dalam versi Jawa anggota Kurawa yang memilih bersikap netral adalah Durmuka dan Drestaketi.
  24. Yuyutsu adalah saudara tiri Kurawa yang memihak pada Pandawa dalam Perang Bharatayuddha.
  25. Yuyutsu dan Wikarna adalah anggota Kurawa yang tidak setuju dengan permainan dadu yang dilakukan kakaknya, Duryudana bersama Yudhistira.
  26. Dalam perang Bharatayuddha, kebanyakan para Kurawa bersaudara mati dibunuh oleh Bima.
  27. Jayadrata adalah suami dari Dursala, adik perempuan Duryudana.
  28. Tidak ada satupun dari seratus orang Kurawa yang mahir menggunakan senjata panah seperti Arjuna, kebanyakan para Kurawa mahir menggunakan gada, pedang, tombak, kapak, dan lembing.
  29. Duryudana adalah murid Baladewa yang paling pandai menguasi senjata Gada, kemampuannya menggunakan Gada melebihi Bima yang juga murid Baladewa.
  30. Tidak ada yang bisa mengalahkan Duryudana dalam perang gada.
  31. Di India hanya ada tujuh orang yang menguasai senjata gada, mereka itu adalah Baladewa, Duryudana, Karna, Bima, Kicaka, Jayadrata, dan Jarasanda.
  32. Bhisma pernah berkata pada Karna ketika Bharatayuddha, "Kesalahan Dursasana dalam hidupnya adalah dia terlalu mencintai kakaknya Duryudana,"
  33. Dalam pandangan para ahli dan sarjana Hindu masa kini, Duryudana adalah raja yang paling kuat dan cakap serta memerintah dengan adil, namun memiliki sikap licik dan jahat saat berusaha melawan saudaranya (Pandawa). Seperti Rahwana, Duryudana sangat kuat dan berjaya, juga ahli dalam ilmu agama, tapi gagal untuk mempraktekkannya dalam kehidupan.
  34. Duryudana juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang sangat menghormati orangtuanya Meski dianggap bersikap jahat, namun ia tetap menyayangi ibunya yaitu Gandari. Setiap pagi sebelum berangkat perang ia selalu meminta restu ibunya dan setiap kali itu juga ibunya berkata bahwa kemenangan hanya berada di pihak yang benar. Meskipun jawaban itu mengecilkan hati Duryudana namun ia tetap setia mengunjungi ibunya setiap pagi sebelum berangkat berperang.
  35. Untuk menghormati Duryudana, di wilayah Kumaon di Uttranchal dibangun beberapa kuil indah yang ditujukan untuk pemujaan kepada Duryudana yang dianggap sebagai dewa kecil.
  36. Suku Kumaon yang berada di Pegunungan memihak Duryudana dalam perang Bharatayuddha, ia dipuja-puja sebagai seorang pemimpin yang cakap dan dermawan.
  37. Semasa hidupnya, Gandari tidak pernah melilhat fisik dan wajah anak-anaknya sampai tumbuh dewasa. Karena ia sudah bersumpah untuk menutup matanya sebagaimana suaminya yang buta. Dari seratus anaknya, Gandari hanya pernah melihat Duryudana, yaitu ketika ia memberikan kekuatan agar Duryudana bisa selamat dari Bharatayuddha.
  38. Raja Salya adalah paman dari Nakula dan Sadewa, ia sebenarnya memihak pada Pandawa, namun karena terkena tipu muslihat Duryudana membuatnya ia harus memihak Kurawa.
  39. Pangeran Rukmi dari Kerajaan Widharba adlah Kerajaan yang ditolak untuk bergabung oleh Duryudana menjelang Perang Bharatayuddha.
  40. Pada hari ke 14 perang bharatayuda duryudana mengirim bantuan 28 saudaranya untuk membantu karna yang berperang melawan bima. Tapi semuanya terbunuh oleh bima.
  41. Dari sekian banyak kurawa yang dibunuh oleh bima, kematian wikarnalah yang membuat bima merasa terpukul.
  42. Ketika kematian Karna, Duryudana berkata pada Raja Salya, "Aku bisa memaafkan Pandawa yang telah membunuh saudara-saudaraku, tetapi aku tidak bisa menerima kematian sahabatku Karna, tidak ada perdamaian, buat apa tahta Hastinapura tanpa sahabatku Karna di sisiku,"
  43. Ketika Arjuna dan Duryudana berkunjung ke Dwaraka untuk meminta dukungan pada Krishna, Arjuna hanya meminta Krishna menjadi kusir keretanya dan penasehat Pandawa sedangkan Duryudana meminta bala tentara Dwaraka milik Krishna. 
  44. Dalam versi India, Baladewa tidak mau memihak Pandawa atau Kurawa karen ia tidak mau melibatkan diri dalam pertempuran mengingat mereka semua bersaudara, sedangkan dalam versi Jawa, Baladewa bersedia memihak Kurawa , tapi atas taktik Krishna, Baladewa tidak bisa datang ke medan perang sampai pertempuran tersebut berakhir.
  45. Dalam versi India, yang paling ditakuri para Kurawa dari pihak Pandawa adalah Arjuna karena kemahirannya menggunakan panah dan memiliki senjata Dewata. Sedangkan dalam versi Jawa, pada Kurawa lebih takut pada kekuatan Bima.
  46. Yuyutsu adalah saudara tiri Kurawa yang masih hidup setelah perang Bharatayuddha, ia menggelar upacara yadnya untuk mendoakan saudara-saudaranya dan Hastinapura.
  47. Yang mengkremasi jasad Karna kakak dari para Pandawa adalah Duryudana yang seharusnya dilakukan oleh Yudhistira sebagai adik dari Karna, tapi Krishna mengatakan bahwa Duryudana lah yang lebih berhak atas Karna. 
  48. Dalam versi India Arjuna dan Duryudana bersaing untuk mendapatkan Subadra adik perempuan Kresna, sedangkan dalam versi Jawa yang bersaing dengan Arjuna adalah Burisrawa
  49. Dalam versi Jawa, Duryudana dan Kurawa menumbalkan dua orang nelayan untuk bisa memenangkan perang, sedangkan pihak Pandawa Kresna menumbalkan Antareja, Antesena putra Bima dan Wisanggeni putra Arjuna. Sedangkan dalam versi India, tidak ada upacara tumbal sebelum perang.
  50. Tidak ada pesta minum-minuman keras sebelum permainan dadu antara para Kurawa dan Pandawa seperti yang dikisahkan dalam versi Jawa. Di India para Pandwa diundang dengan sadar dan tanpa paksaan.
  51. Akhir perang Bharatayuddha Bima menghancurkan paha Duryudana dengan menggunakan gadanya. Hal tersebut oleh Baldewa dianggap curang karena dalam perang gada, dilarang keras memukul tubuh bagian bawah lawannya. Bima melakukan hal tersebut karena terikat oleh sumpahnya untuk menghancurkan paha Duryudana yang telah mendudukan Drupadi dalam pangkuan pahanya sewaktu dalam permainan dadu, selain itu Duryudana pun terkena kutukan dari Resi Narada bahwa kelak pahanya akan hancur oleh gada Bima.
  52. Setelah Perang Bharatayuddha selesai, Kerajaan Indraprastha diberikan Yudhistira kepada Yuyutsu saudara tiri Kurawa, dan selanjutnya Yudhistira menjadi Raja di Hastinapura.
  53. Dalam perang Bharatayuddha pihak Kurawa dibantu oleh 11 Kerajaan termasuk kerajaan milik Krishna yaitu Dwaraka dengan pasukannya yang terkuat di India, sedangkan Pandawa hanya dibantu oleh 7 Kerajaan.
  54. Setelah perang Bharatayuddha hanya tinggal tiga orang ksatria yang berhasil bertahan hidup yaitu, Aswatama, Resi Kripa, dan Kritawarma. Sedangkan versi Jawa mengisahkan setelah perang selesai Aswatama mati terkena panah pasopati Arjuna, sedangkan Kritawarma mati oleh Gada Bima ketika mereka mau menculik Parikesit anak Abimanyu yang juga cucu Arjuna. Namun Resi Kripa tetap hidup sebagai guru di Hastinaputa.
  55. Karena Gandari mau menerima lamaran bhisma untuk destarata walau memiliki kekurangan buta sejak lahir maka Bhisma memberkati Gandari dengan  anak yang banyak.
 
Kisah perseteruan antara Pandawa dan Kurawa dalam serial Mahabharata sudah mendekati akhir cerita. Namun tak lengkap rasanya kalau kita tidak mengetahui hal-hal apa saja yang berkaitan dengan Kurawa. 



Berikut Beberapa fakta menarik mengenai Kurawa:
  1. Kurawa atau Korawa (Korava) secara umum mempunyai makna "keturunan kuru", Kuru sendiri merupakan salah seorang Maharaja yang merupakan keturunan Bharata.
  2. Kurawa juga artinya Putera Dretarasta yang berjumlah seratus orang, namun selain mereka Prabu Dretarasta juga mempunyai beberapa orang anak yang lain yaitu, Yuyutsu anak Dretarasta dari wanita waisya, serta Duskampana dan Dursala yang lahir dari Gandari.
  3. Di antara keseratus saudaranya yang lain Duryudana adalah anak tertua yang sangat dihormati saudara-saudaranya yang lain.
  4. Dalam mitologi India, Duryudana adalah reinkarnasi dari Iblis Kali yang nantinya akan muncul kembali pada akhir jaman dan akan dibunuh oleh awatara / avatar Wishnu yang terakhir yaitu Ksatria Kalki.
  5. Dalam bahasa Sanskerta, Duryudana berarti "Sulit ditaklukkan" atau "Tak Terkalahkan".
  6. Kelahiran Duryudana bersamaan waktunya dengan kelahiran Bima putera Pandu dan Kunti.
  7. Di India Kritawarma bukanlah bagian dari para Kurawa bersaudara, tetapi dari golongan Wangsa Wresni dari Kerajaan Bhoja, putra Raja Herdika.
  8. Di India Bhagadatta bukanlah bagian dari para Kurawa bersaudara, tetapi putra dari Raja Narakasuru anak dari awatara Wishnu yang berupa waraha (babi hutan raksasa) dengan Dewi Pertiwi.
  9. Dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain, Duryudana lebih menyayangi Dursasana dan Dursala adik perempuannya.
  10. Dalam bahasa Sanskerta, Dursasana artinya "Sulit untuk dikuasai" atau "Sulit untuk diatasi".
  11. Kelahiran Dursasana bersamaan waktunya dengan kelahiran Arjuna putra Pandu dan Kunti.
  12. Dursala adalah satu-satunya saudara perempuan dari para Kurawa.
  13. Dursala adalah nama adik perempuan Duryudana, tapi dalam versi Jawa saudari Duryudana adalah Dursila sedangkan Dursala adalah nama anak dari Dursasana.
  14. Raja Salya dari Kerajaan Madrah bukanlah mertua dari Duryudana, Baladewa, maupun Karna.
  15. Bonawati puteri dari Raja Salya bukan merupakan istri dari Duryudana, di India sendiri siapa nama istri dari Duryudana tidak disebutkan namanya.
  16. Dalam cerita India, Duryudana tidak pernah menjadi raja di Hastinapura sebagaimana yang di kisahkan dalam pewayangan Jawa.
  17. Putra Duryudana bukanlah laksmana Mandrakumara, di India sendiri nama anak Duryudana tidak pernah disebutkan namanya.
  18. Kerajaan Angga adalah kerajaan yang telah dikuasai oleh Duryudana, yang kemudian ia memberikannya kepada Karna dengan mengangkatnya menjadi Raja.
  19. Dalam versi India tidak ada saudara Duryudana yang lain yang menjadi Raja, tetapi dalam versi Jawa terdapat beberapa orang saudara Duryudana yang menjadi Raja yaitu Widandini raja dari Purantara, Gardapati raja dari Bukasapta, dan Bogadatta raja dari Turilaya.
  20. Duryudana pernah membela Karna dari ejekan Bima dan Arjuna ketika acara wisuda para murid bimbingan resi drona yang berkata, "Seorang ksatria tidak harus terlahir dari wangsa ksatria, ia bisa lahir di kasta yang paling bawah sekalipun, jika semuanya meragukan Karna, maka aku angkat dia menjadi Raja Angga."
  21. Dalam versi India para Kurawa tidak disebutkan senang menculik perempuan desa, sedangkan dalam versi Jawa diceritakan bahwa Habaya, Durkarana, dan Citraga yang mati di tangan Raja Salya menjelang Bharatayuddha setelah memegoki mereka tengah melakukan aksinya.
  22. Dalam versi India ketika Krishna mengunjungi Hastinapura sebagai duta Pandawa, ia tidak membunuh Kurawa dengan merubah wujudnya menjadi raksasa dan menginjak-injak Kurawa, tetapi menunjukkan wujud aslinya yang hanya bisa dilihat oleh 3 orang suci yaitu Bhisma, Widura, dan Drona. Dalam versi Jawa dikisahkan Citrawarma, Citramarma, Dirgabahu, Jalasaha, Patiweya dan Windandini mati dalam cerita Kresna Duta, mereka terinjak-injak oleh Brahalasewu yang merupakan perwujudan dari Kresna.
  23. Dalam versi India semua anggota Kurawa memihak kakak tertuanya Duryudana, kecuali saudara tiri Kurawa yaitu Yuyutsu yang bersikap memihak Pandawa. Dalam versi Jawa anggota Kurawa yang memilih bersikap netral adalah Durmuka dan Drestaketi.
  24. Yuyutsu adalah saudara tiri Kurawa yang memihak pada Pandawa dalam Perang Bharatayuddha.
  25. Yuyutsu dan Wikarna adalah anggota Kurawa yang tidak setuju dengan permainan dadu yang dilakukan kakaknya, Duryudana bersama Yudhistira.
  26. Dalam perang Bharatayuddha, kebanyakan para Kurawa bersaudara mati dibunuh oleh Bima.
  27. Jayadrata adalah suami dari Dursala, adik perempuan Duryudana.
  28. Tidak ada satupun dari seratus orang Kurawa yang mahir menggunakan senjata panah seperti Arjuna, kebanyakan para Kurawa mahir menggunakan gada, pedang, tombak, kapak, dan lembing.
  29. Duryudana adalah murid Baladewa yang paling pandai menguasi senjata Gada, kemampuannya menggunakan Gada melebihi Bima yang juga murid Baladewa.
  30. Tidak ada yang bisa mengalahkan Duryudana dalam perang gada.
  31. Di India hanya ada tujuh orang yang menguasai senjata gada, mereka itu adalah Baladewa, Duryudana, Karna, Bima, Kicaka, Jayadrata, dan Jarasanda.
  32. Bhisma pernah berkata pada Karna ketika Bharatayuddha, "Kesalahan Dursasana dalam hidupnya adalah dia terlalu mencintai kakaknya Duryudana,"
  33. Dalam pandangan para ahli dan sarjana Hindu masa kini, Duryudana adalah raja yang paling kuat dan cakap serta memerintah dengan adil, namun memiliki sikap licik dan jahat saat berusaha melawan saudaranya (Pandawa). Seperti Rahwana, Duryudana sangat kuat dan berjaya, juga ahli dalam ilmu agama, tapi gagal untuk mempraktekkannya dalam kehidupan.
  34. Duryudana juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang sangat menghormati orangtuanya Meski dianggap bersikap jahat, namun ia tetap menyayangi ibunya yaitu Gandari. Setiap pagi sebelum berangkat perang ia selalu meminta restu ibunya dan setiap kali itu juga ibunya berkata bahwa kemenangan hanya berada di pihak yang benar. Meskipun jawaban itu mengecilkan hati Duryudana namun ia tetap setia mengunjungi ibunya setiap pagi sebelum berangkat berperang.
  35. Untuk menghormati Duryudana, di wilayah Kumaon di Uttranchal dibangun beberapa kuil indah yang ditujukan untuk pemujaan kepada Duryudana yang dianggap sebagai dewa kecil.
  36. Suku Kumaon yang berada di Pegunungan memihak Duryudana dalam perang Bharatayuddha, ia dipuja-puja sebagai seorang pemimpin yang cakap dan dermawan.
  37. Semasa hidupnya, Gandari tidak pernah melilhat fisik dan wajah anak-anaknya sampai tumbuh dewasa. Karena ia sudah bersumpah untuk menutup matanya sebagaimana suaminya yang buta. Dari seratus anaknya, Gandari hanya pernah melihat Duryudana, yaitu ketika ia memberikan kekuatan agar Duryudana bisa selamat dari Bharatayuddha.
  38. Raja Salya adalah paman dari Nakula dan Sadewa, ia sebenarnya memihak pada Pandawa, namun karena terkena tipu muslihat Duryudana membuatnya ia harus memihak Kurawa.
  39. Pangeran Rukmi dari Kerajaan Widharba adlah Kerajaan yang ditolak untuk bergabung oleh Duryudana menjelang Perang Bharatayuddha.
  40. Pada hari ke 14 perang bharatayuda duryudana mengirim bantuan 28 saudaranya untuk membantu karna yang berperang melawan bima. Tapi semuanya terbunuh oleh bima.
  41. Dari sekian banyak kurawa yang dibunuh oleh bima, kematian wikarnalah yang membuat bima merasa terpukul.
  42. Ketika kematian Karna, Duryudana berkata pada Raja Salya, "Aku bisa memaafkan Pandawa yang telah membunuh saudara-saudaraku, tetapi aku tidak bisa menerima kematian sahabatku Karna, tidak ada perdamaian, buat apa tahta Hastinapura tanpa sahabatku Karna di sisiku,"
  43. Ketika Arjuna dan Duryudana berkunjung ke Dwaraka untuk meminta dukungan pada Krishna, Arjuna hanya meminta Krishna menjadi kusir keretanya dan penasehat Pandawa sedangkan Duryudana meminta bala tentara Dwaraka milik Krishna. 
  44. Dalam versi India, Baladewa tidak mau memihak Pandawa atau Kurawa karen ia tidak mau melibatkan diri dalam pertempuran mengingat mereka semua bersaudara, sedangkan dalam versi Jawa, Baladewa bersedia memihak Kurawa , tapi atas taktik Krishna, Baladewa tidak bisa datang ke medan perang sampai pertempuran tersebut berakhir.
  45. Dalam versi India, yang paling ditakuri para Kurawa dari pihak Pandawa adalah Arjuna karena kemahirannya menggunakan panah dan memiliki senjata Dewata. Sedangkan dalam versi Jawa, pada Kurawa lebih takut pada kekuatan Bima.
  46. Yuyutsu adalah saudara tiri Kurawa yang masih hidup setelah perang Bharatayuddha, ia menggelar upacara yadnya untuk mendoakan saudara-saudaranya dan Hastinapura.
  47. Yang mengkremasi jasad Karna kakak dari para Pandawa adalah Duryudana yang seharusnya dilakukan oleh Yudhistira sebagai adik dari Karna, tapi Krishna mengatakan bahwa Duryudana lah yang lebih berhak atas Karna. 
  48. Dalam versi India Arjuna dan Duryudana bersaing untuk mendapatkan Subadra adik perempuan Kresna, sedangkan dalam versi Jawa yang bersaing dengan Arjuna adalah Burisrawa
  49. Dalam versi Jawa, Duryudana dan Kurawa menumbalkan dua orang nelayan untuk bisa memenangkan perang, sedangkan pihak Pandawa Kresna menumbalkan Antareja, Antesena putra Bima dan Wisanggeni putra Arjuna. Sedangkan dalam versi India, tidak ada upacara tumbal sebelum perang.
  50. Tidak ada pesta minum-minuman keras sebelum permainan dadu antara para Kurawa dan Pandawa seperti yang dikisahkan dalam versi Jawa. Di India para Pandwa diundang dengan sadar dan tanpa paksaan.
  51. Akhir perang Bharatayuddha Bima menghancurkan paha Duryudana dengan menggunakan gadanya. Hal tersebut oleh Baldewa dianggap curang karena dalam perang gada, dilarang keras memukul tubuh bagian bawah lawannya. Bima melakukan hal tersebut karena terikat oleh sumpahnya untuk menghancurkan paha Duryudana yang telah mendudukan Drupadi dalam pangkuan pahanya sewaktu dalam permainan dadu, selain itu Duryudana pun terkena kutukan dari Resi Narada bahwa kelak pahanya akan hancur oleh gada Bima.
  52. Setelah Perang Bharatayuddha selesai, Kerajaan Indraprastha diberikan Yudhistira kepada Yuyutsu saudara tiri Kurawa, dan selanjutnya Yudhistira menjadi Raja di Hastinapura.
  53. Dalam perang Bharatayuddha pihak Kurawa dibantu oleh 11 Kerajaan termasuk kerajaan milik Krishna yaitu Dwaraka dengan pasukannya yang terkuat di India, sedangkan Pandawa hanya dibantu oleh 7 Kerajaan.
  54. Setelah perang Bharatayuddha hanya tinggal tiga orang ksatria yang berhasil bertahan hidup yaitu, Aswatama, Resi Kripa, dan Kritawarma. Sedangkan versi Jawa mengisahkan setelah perang selesai Aswatama mati terkena panah pasopati Arjuna, sedangkan Kritawarma mati oleh Gada Bima ketika mereka mau menculik Parikesit anak Abimanyu yang juga cucu Arjuna. Namun Resi Kripa tetap hidup sebagai guru di Hastinaputa.
  55. Karena Gandari mau menerima lamaran bhisma untuk destarata walau memiliki kekurangan buta sejak lahir maka Bhisma memberkati Gandari dengan  anak yang banyak.
 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Beberapa fakta menarik seputar para Kurawa "

Posting Komentar