Fakta-fakta menarik tentang Jodha 'Bai' Akbar

Serial drama Jodha Akbar memang selalu menarik untuk disimak, kisah mengenai keduanya memang tak akan lekang ditelan zaman. Tapi apakah anda tahu siapa sebenarnya Jodha yang menikah dengan Raja Akbar itu? Berikut beberapa Fakta menarik tentang Jodha Akbar.

Jodha akbar yang asli



Jodha Bai yang kita kenal dalam serial Jodha Akbar, sebenarnya memiliki nama lain yaitu Rukmavati Bai, atau Hira Kunwari atau Harka Bai, namun ia lebih popular dipanggil dengan nama Mariam-Uz-Zamani. Jodha adalah anak sulung dari Raja Bharmal dari Amer (sekarang Jaipur).

Jodha menikah dengan Akbar pada tanggal 9 Februari 1562 di Sambhar, Rajasthan, India. Usianya pada saat itu 22 hari lebih tua dari suaminya. Dalam pernikahan tersebut, Jodha menjadi istri ketiga Akbar setelah Ratu Ruqaiya (istri pertama), dan Ratu Salima (istri kedua).

Sesuai tradisi, Jodha yang mempunyai nama Hindu, Hira Kunwari kemudian diberi nama Mariam uz-Zamani. Sebagai istri, Jodha mempunyai wajah yang lebih cantik dan juga bermartaat. Tapi selain dari atribut kepribadiannya itu, Jodha tetap bertahan dengan keyakinannya. Meski menikah dengan Akbar yang seorang muslim, namun jodha tetap dibebaskan memiliki kepercayaannya sendiri. Selama di istana pun Jodha dibebaskan untuk beribadah sesuai agamanya, termasuk memajang lukisan dan patung Sri Krishna yang sangat dipujanya.

Pada awalnya, Mariam menolak pernikahan tersebut dan tidak mempunyai perasaan apa pun pada Akbar, namun seiring berjalannya waktu, ia pun mulai belajar untuk mencintainya. Pada awal-awal 1569, Akbar merasa senang mendapat kabar Jodha tengah mengandung, hal itu mengingatkannya akan ucapan Sheikh Salim Chisti, seorang suci terkenal yang tinggal di Sikri yang menyebutkan bahwa ia akan mempunyai tiga orang putra. Pada masa kehamilannya itu Jodha dikirim ke tempat tinggal Sheikh yang sederhana suntuk meminta doa dan berkah.

Pada tanggal 30 Agustus 1569, Jodha melahirkan seorang anak lelaki yang oleh Akbar diberinama Salim untuk menghormati Sheikh yang telah mendoakan mereka. Dalam kehidupan istana, Jodha adalah wanita yang paling dicintai dan paling dekat dengan suami dan juga ibu mertuanya.

Selama hidupnya, Mariam uz-Zamani dikenal sebagai wanita yang sangat sukses, ia termasuk seorang yang sangat cerdas dan aktif dalam perdagangan internasional terutama untuk rempah-rempah, sutra, dan sebagainya. Selain itu, ia pun sering ambil bagian dalam setiap rapat-rapat Kerajaan yang diadakan di Diwan E-Khas, duduk berdebat bersama dengan menteri penting Kerajaan, bersama dengan Ratu Ruqaiya dan Ratu Salima. Seperti juga wanita lain dalam sidang Kerajaan, Mariam uz-Zamani bisa mengeluarkan sebuah dokumen resmi (Surat Keputuran), yang biasanya menjadi hak ekslusif Kaisar.
Mariam uz-Zamani telah mengumpulkan harta yang cukup banyak dari bisnis perdagangannya, dan hartanya itu kemudian digunakan untuk membuat perkebunan, sumur-sumur untuk rakyat, dan pembangunan masjid-masjid di seluruh penjuru negeri.

Pada tahun 1586, Johda atau Mariam uz-Zamani merencakan pernikahan anaknya, Pangeran Salim (kelak dikenal dengan Jahangir), untuk menikah dengan Putri Manbhawati Bai, keponakannya yang adalah putri dari kakaknya Bhagwant Das Amber. Kelak Manbhawati menjadi ibu dari Pangeran Khusrau Mirza.

Jahangir kemudian memberikan ibunya, Mariam uz-Zamani, hadiah berupa kapal-kapal untuk mengangkut pulang-pergi para peziarah haji yang akan berangkat ke tanah suci Mekkah. Menurut Thomas Roe, Jodha cukup aktif dalam perdagangan laut dan memiliki sebuah kapal yang bernama Ramiti yang kadang digunakan untuk para peziarah ke Mekah.

Wafatnya Mariam Zamani / Jodha Akbar

Pada tanggal 3 Oktober 1605, Raja Akbar menderita sakit parah akibat penyakit disentri, dan meninggal dunia pada 27 Oktober 1605, jenazahnya dimakamkan di Mausoleum di Sikandra. ( tahun 1691, terjadi penjarahan terhadap makam Raja Akbar yang dilakukan oleh kelompok pemberontak Hindu garis keras, Jat, mereka menjarah emas, perak, karpet dan menodai makamnya).

Makam Raja Jalaludin Akbar
Jodha / Mariam uz-Zamani meninggal pada tahun 1623, sebelum meninggal ia sempat berwasiat agar dimakamkan tidak jauh dari makam sang suami. Seusai keinginannya, makamnya itu pun dibangun oleh putranya, Kaisar Jahangir. Meskipun ia beragama Hindu, namun Jodha dimakamkan secara Islam.

Makam Mariam uz-Zamani ( Jodha )
Dan untuk mengenang ibunya, sang putra, Nuruddin Salim Jahangir, membangunkan sebuah masjid yang bernama Masjid Mariam Zamani Ratu Sahiba (Mosque of Mariyam Zamani Begum), yang terletak di Kota Walled, Lahore (sekarang Pakistan). Masjid tersebut adalah masjid pertama di Pakistan, selain itu juga dianggap sebagai salah satu dari beberapa masjid terbesar yang ada di Pakistan hingga saat ini.

Mosque of Mariyam Zamani Begum

=


Serial drama Jodha Akbar memang selalu menarik untuk disimak, kisah mengenai keduanya memang tak akan lekang ditelan zaman. Tapi apakah anda tahu siapa sebenarnya Jodha yang menikah dengan Raja Akbar itu? Berikut beberapa Fakta menarik tentang Jodha Akbar.

Jodha akbar yang asli



Jodha Bai yang kita kenal dalam serial Jodha Akbar, sebenarnya memiliki nama lain yaitu Rukmavati Bai, atau Hira Kunwari atau Harka Bai, namun ia lebih popular dipanggil dengan nama Mariam-Uz-Zamani. Jodha adalah anak sulung dari Raja Bharmal dari Amer (sekarang Jaipur).

Jodha menikah dengan Akbar pada tanggal 9 Februari 1562 di Sambhar, Rajasthan, India. Usianya pada saat itu 22 hari lebih tua dari suaminya. Dalam pernikahan tersebut, Jodha menjadi istri ketiga Akbar setelah Ratu Ruqaiya (istri pertama), dan Ratu Salima (istri kedua).

Sesuai tradisi, Jodha yang mempunyai nama Hindu, Hira Kunwari kemudian diberi nama Mariam uz-Zamani. Sebagai istri, Jodha mempunyai wajah yang lebih cantik dan juga bermartaat. Tapi selain dari atribut kepribadiannya itu, Jodha tetap bertahan dengan keyakinannya. Meski menikah dengan Akbar yang seorang muslim, namun jodha tetap dibebaskan memiliki kepercayaannya sendiri. Selama di istana pun Jodha dibebaskan untuk beribadah sesuai agamanya, termasuk memajang lukisan dan patung Sri Krishna yang sangat dipujanya.

Pada awalnya, Mariam menolak pernikahan tersebut dan tidak mempunyai perasaan apa pun pada Akbar, namun seiring berjalannya waktu, ia pun mulai belajar untuk mencintainya. Pada awal-awal 1569, Akbar merasa senang mendapat kabar Jodha tengah mengandung, hal itu mengingatkannya akan ucapan Sheikh Salim Chisti, seorang suci terkenal yang tinggal di Sikri yang menyebutkan bahwa ia akan mempunyai tiga orang putra. Pada masa kehamilannya itu Jodha dikirim ke tempat tinggal Sheikh yang sederhana suntuk meminta doa dan berkah.

Pada tanggal 30 Agustus 1569, Jodha melahirkan seorang anak lelaki yang oleh Akbar diberinama Salim untuk menghormati Sheikh yang telah mendoakan mereka. Dalam kehidupan istana, Jodha adalah wanita yang paling dicintai dan paling dekat dengan suami dan juga ibu mertuanya.

Selama hidupnya, Mariam uz-Zamani dikenal sebagai wanita yang sangat sukses, ia termasuk seorang yang sangat cerdas dan aktif dalam perdagangan internasional terutama untuk rempah-rempah, sutra, dan sebagainya. Selain itu, ia pun sering ambil bagian dalam setiap rapat-rapat Kerajaan yang diadakan di Diwan E-Khas, duduk berdebat bersama dengan menteri penting Kerajaan, bersama dengan Ratu Ruqaiya dan Ratu Salima. Seperti juga wanita lain dalam sidang Kerajaan, Mariam uz-Zamani bisa mengeluarkan sebuah dokumen resmi (Surat Keputuran), yang biasanya menjadi hak ekslusif Kaisar.
Mariam uz-Zamani telah mengumpulkan harta yang cukup banyak dari bisnis perdagangannya, dan hartanya itu kemudian digunakan untuk membuat perkebunan, sumur-sumur untuk rakyat, dan pembangunan masjid-masjid di seluruh penjuru negeri.

Pada tahun 1586, Johda atau Mariam uz-Zamani merencakan pernikahan anaknya, Pangeran Salim (kelak dikenal dengan Jahangir), untuk menikah dengan Putri Manbhawati Bai, keponakannya yang adalah putri dari kakaknya Bhagwant Das Amber. Kelak Manbhawati menjadi ibu dari Pangeran Khusrau Mirza.

Jahangir kemudian memberikan ibunya, Mariam uz-Zamani, hadiah berupa kapal-kapal untuk mengangkut pulang-pergi para peziarah haji yang akan berangkat ke tanah suci Mekkah. Menurut Thomas Roe, Jodha cukup aktif dalam perdagangan laut dan memiliki sebuah kapal yang bernama Ramiti yang kadang digunakan untuk para peziarah ke Mekah.

Wafatnya Mariam Zamani / Jodha Akbar

Pada tanggal 3 Oktober 1605, Raja Akbar menderita sakit parah akibat penyakit disentri, dan meninggal dunia pada 27 Oktober 1605, jenazahnya dimakamkan di Mausoleum di Sikandra. ( tahun 1691, terjadi penjarahan terhadap makam Raja Akbar yang dilakukan oleh kelompok pemberontak Hindu garis keras, Jat, mereka menjarah emas, perak, karpet dan menodai makamnya).

Makam Raja Jalaludin Akbar
Jodha / Mariam uz-Zamani meninggal pada tahun 1623, sebelum meninggal ia sempat berwasiat agar dimakamkan tidak jauh dari makam sang suami. Seusai keinginannya, makamnya itu pun dibangun oleh putranya, Kaisar Jahangir. Meskipun ia beragama Hindu, namun Jodha dimakamkan secara Islam.

Makam Mariam uz-Zamani ( Jodha )
Dan untuk mengenang ibunya, sang putra, Nuruddin Salim Jahangir, membangunkan sebuah masjid yang bernama Masjid Mariam Zamani Ratu Sahiba (Mosque of Mariyam Zamani Begum), yang terletak di Kota Walled, Lahore (sekarang Pakistan). Masjid tersebut adalah masjid pertama di Pakistan, selain itu juga dianggap sebagai salah satu dari beberapa masjid terbesar yang ada di Pakistan hingga saat ini.

Mosque of Mariyam Zamani Begum

=


loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...