Gympie-gympie tanaman paling beracun dan menyakitkan di dunia

Ada banyak jenis tanaman beracun di dunia, tapi tidak ada yang bisa menyakiti seperti halnya tanaman ini. Gympie-gympie atau gympie stinger (Dendrocnide moroides) adalah tanaman semak berdaun lebar yang banyak ditemukan di kawasan Australasia.

Gympie-gympie tanaman paling beracun dan menyakitkan




Tanaman ini termasuk salah satu dari empat spesies tanaman menyengat yang ada di negara tersebut. Ketiga tanaman lainnya adalah giant stinging tree (Dendrocnide excelsa), shiny leaf stinging tree (Dendrocnide photinophylla), dan atherton tableland stinger (Dendrocnide cordata), semuanya berasal dari satu keluarga Urticaceae. 

Sekilas tanaman gympie -gympie tampak tidak berbahaya dengan daunnya yang lebar berbentuk hati, tap setiap pohon yang kebanyakan tumbuh di hutan hujan tropis Indonesia - Australia ini sangat berbahaya. gympie -gympie dikenal sebagai tanaman beracun bahkan mampu menyengat dengan sangat menyakitkan. Rasa sakit tersebut bahkan sanggup membunuh hewan dan manusia. 

Sebuah sengatan kecil saja akan membuat orang merasakan rasa sakit yang menyiksa selama berbulan-bulan dan umumnya baru bisa sembuh setelah lebih dari satu tahun.  Bahkan saking ampuhnya sengatan tersebut, daun yang telah disimpan selama ratusan tahun pun masih bisa mengeluarkan racun sengatannya tersebut. 

Sengatan tersebut berasal dari bagian permukaan daun yang penuh dengan bulu-bulu halus yang setajam jarum, bulu-bulu tersebut memiliki kandungan racun yang disebut moroidin.



Ketika manusia menyentuh daun, dalam sekejap bulu-bulu halus yang tajam itu akan menyuntikkan moroidin ke dalam lapisan kulit, akibatnya bagian kulit tersebut akan mengalami rasa menyengat yang menyakitkan. Bahkan, hanya dengan berdiri di depan tanaman itu bisa mengakibatkan gatal-gatal, ruam, bersin-bersin, dan mimisan parah. Hal itu disebabkan oleh zat moroidin yang dilepaskan ke udara oleh tanaman tersebut. 

"Hal pertama yang akan anda rasakan adalah sensasi terbakar yang akan terus meningkat dan dalam setengah jam saja , rasa sakitnya cukup luar biasa," kata Mike Leahy, seorang ahli virus. 'Setelah itu persendian akan merasa sakit, dan kemungkinan terjadi bengkak di bawah ketiak yang sama menyakitkan dengan sengatan tersebut. Dalam kasus parah bisa sebabkan syok hingga kematian." 

"Jika tidak segera mencabuti semua bulu tanaman itu dari kulit, maka mereka akan tetap menyuntikkan racun itu selama setahun," tambahnya. Karena itu pula, bagi para ahli yang telah berpengalaman dan tahu dengan situasi tersebut, ketika memasuki hutan maka mereka akan menghindari ke daerah yang dipenuhi oleh pohon gympie tersebut, atau menggunakan sarung tangan yang tebal, dan masker penutup wajah serta membawa tablet anti alergi. 

Orang pertama yang mendokumentasikan dampak dari racun tanaman gympie -gympie ini adalah AC Macmillan. Surveyor jalan North Quensland itu melaporkan di tahun 1866 bahwa kudanya telah tersengat  lalu mengamuk dan mati dalam hitungan 2 jam. Pada tahun 1994, hal yang sama dialami oleh Cyril Bromley yang jatuh di atas tanaman gympie ketika sedang latihan militer.  Akibatnya Bromley harus dirawar di rumah sakit selama 3 minggu dan harus tersiksa dengan rasa sakit dari sengatan tersebut. 

Bromley menceritakan bahwa rasa sakitnya itu 'seperti digigit ular', dan ia juga bercerita ada seseorang yang meninggal setelah mengalami kejadian yang lebih parah, yaitu tanpa sengaja menggunakan daun gimpi itu sebagai toilet darurat. 

Saking dahsyatnya sengatan dari tanaman gympie-gympie ini, militer Inggris pada tahun 1968 sempat mengembangkan tanaman ini sebagai senjata biologi. "Sengatan itu seperti dibakar dengan asam panas dan listrik pada saat yang sama," ungkap ahli entomologi dan ekologi, Marinna Hurley, yang pernah merasakan tersengat selama 3 tahun dalam penelitiannya.



Ada banyak jenis tanaman beracun di dunia, tapi tidak ada yang bisa menyakiti seperti halnya tanaman ini. Gympie-gympie atau gympie stinger (Dendrocnide moroides) adalah tanaman semak berdaun lebar yang banyak ditemukan di kawasan Australasia.

Gympie-gympie tanaman paling beracun dan menyakitkan




Tanaman ini termasuk salah satu dari empat spesies tanaman menyengat yang ada di negara tersebut. Ketiga tanaman lainnya adalah giant stinging tree (Dendrocnide excelsa), shiny leaf stinging tree (Dendrocnide photinophylla), dan atherton tableland stinger (Dendrocnide cordata), semuanya berasal dari satu keluarga Urticaceae. 

Sekilas tanaman gympie -gympie tampak tidak berbahaya dengan daunnya yang lebar berbentuk hati, tap setiap pohon yang kebanyakan tumbuh di hutan hujan tropis Indonesia - Australia ini sangat berbahaya. gympie -gympie dikenal sebagai tanaman beracun bahkan mampu menyengat dengan sangat menyakitkan. Rasa sakit tersebut bahkan sanggup membunuh hewan dan manusia. 

Sebuah sengatan kecil saja akan membuat orang merasakan rasa sakit yang menyiksa selama berbulan-bulan dan umumnya baru bisa sembuh setelah lebih dari satu tahun.  Bahkan saking ampuhnya sengatan tersebut, daun yang telah disimpan selama ratusan tahun pun masih bisa mengeluarkan racun sengatannya tersebut. 

Sengatan tersebut berasal dari bagian permukaan daun yang penuh dengan bulu-bulu halus yang setajam jarum, bulu-bulu tersebut memiliki kandungan racun yang disebut moroidin.



Ketika manusia menyentuh daun, dalam sekejap bulu-bulu halus yang tajam itu akan menyuntikkan moroidin ke dalam lapisan kulit, akibatnya bagian kulit tersebut akan mengalami rasa menyengat yang menyakitkan. Bahkan, hanya dengan berdiri di depan tanaman itu bisa mengakibatkan gatal-gatal, ruam, bersin-bersin, dan mimisan parah. Hal itu disebabkan oleh zat moroidin yang dilepaskan ke udara oleh tanaman tersebut. 

"Hal pertama yang akan anda rasakan adalah sensasi terbakar yang akan terus meningkat dan dalam setengah jam saja , rasa sakitnya cukup luar biasa," kata Mike Leahy, seorang ahli virus. 'Setelah itu persendian akan merasa sakit, dan kemungkinan terjadi bengkak di bawah ketiak yang sama menyakitkan dengan sengatan tersebut. Dalam kasus parah bisa sebabkan syok hingga kematian." 

"Jika tidak segera mencabuti semua bulu tanaman itu dari kulit, maka mereka akan tetap menyuntikkan racun itu selama setahun," tambahnya. Karena itu pula, bagi para ahli yang telah berpengalaman dan tahu dengan situasi tersebut, ketika memasuki hutan maka mereka akan menghindari ke daerah yang dipenuhi oleh pohon gympie tersebut, atau menggunakan sarung tangan yang tebal, dan masker penutup wajah serta membawa tablet anti alergi. 

Orang pertama yang mendokumentasikan dampak dari racun tanaman gympie -gympie ini adalah AC Macmillan. Surveyor jalan North Quensland itu melaporkan di tahun 1866 bahwa kudanya telah tersengat  lalu mengamuk dan mati dalam hitungan 2 jam. Pada tahun 1994, hal yang sama dialami oleh Cyril Bromley yang jatuh di atas tanaman gympie ketika sedang latihan militer.  Akibatnya Bromley harus dirawar di rumah sakit selama 3 minggu dan harus tersiksa dengan rasa sakit dari sengatan tersebut. 

Bromley menceritakan bahwa rasa sakitnya itu 'seperti digigit ular', dan ia juga bercerita ada seseorang yang meninggal setelah mengalami kejadian yang lebih parah, yaitu tanpa sengaja menggunakan daun gimpi itu sebagai toilet darurat. 

Saking dahsyatnya sengatan dari tanaman gympie-gympie ini, militer Inggris pada tahun 1968 sempat mengembangkan tanaman ini sebagai senjata biologi. "Sengatan itu seperti dibakar dengan asam panas dan listrik pada saat yang sama," ungkap ahli entomologi dan ekologi, Marinna Hurley, yang pernah merasakan tersengat selama 3 tahun dalam penelitiannya.



Subscribe to receive free email updates: