Inilah tanda-tanda awal kehancuran Pompeii

Pompeii tanggal 5 Februari pada tahun 62 Masehi, waktu menjelang siang ketika penduduk yang berada di kota yang dikenal dengan kemakmuran dan kemegahannya itu tiba-tiba merasakan guncangan hebat dari tanah yang mereka pijak.  

Pompeii


Tanpa peringatan, bumi berguncang dengan hebatnya meluluhlantahkan kota yang terletak di kaki Gunung Vesuvius, Italia.  Bangunan, patung-patung besar yang terbuat dari perunggu retak, termasuk juga kuil-kuil para dewa tidak selamat dari gempa dahsyat tersebut. Seluruh penduduk bertanya-tanya apa gerangan yang terjadi, sebagian lagi berkata sang dewa menunjukkan amarahnya. Sedangkan lainnya yang sibuk mencari sanak keluarga mereka.  Saat itu seisi kota dicekam ketakutan yang amat sangat, terlebih banyak dari hewan-hewan peliharaan mereka seperti domba yang tiba-tiba mati.

Terkait peristiwa tersebut, seorang filsuf, Seneca menuliskan kesaksian dan telaahnya. Menurut anggapannya udara yang terperangkap dalam Bumi adalah penyebab gempa besar tersebut. Ketika udara bergerak dalam tanah, ia akan menyebabkan tremor dan melepas uap beracun. Uap tersebut yang mungkin membunuh domba-domba itu.  




Setelah kehancuran tersebut, Pompeii masih tetap bangkit. Kali ini Pompeii dibangun dengan lebih megah, lebih indah, dan lebih modern. Para warganya sudah mulai melupakan bencana yang pernah menimpa kota mereka. Kehidupan mulai berubah, kemegahan dan keindahan kota membuat para penduduknya mulai lupa diri. Rumah-rumah bordil mulai kembali beroperasi, dan kali ini lebih besar dan lebih luas dari sebelumnya. Dunia malam pun semakin semarak, pergaulan bebas, mabuk-mabukan, tukar-tukar pasangan seolah jadi pemandangan yang biasa setiap harinya. 





Namun semua kemegahan itu hanya bertahan hingga 17 tahun, pada 24 Agustus 79, Gunung Vesuvius mengeluarkan segala amarahnya. Letusannya cukup dahsyat dengan diiringi oleh awan panas, hujan batu, dan abu yang membara seperti arang. Pompei akhirnya binasa oleh kemarahan alam, mengubur kota itu dan penduduknya untuk selama-lamanya, sampai ditemukan kembali secara tidak sengaja setelah 1600 tahun kemudian. 


Baca lagi : Pompeii Kota Maksiat yang dihancurkan Allah 



Pompeii tanggal 5 Februari pada tahun 62 Masehi, waktu menjelang siang ketika penduduk yang berada di kota yang dikenal dengan kemakmuran dan kemegahannya itu tiba-tiba merasakan guncangan hebat dari tanah yang mereka pijak.  

Pompeii


Tanpa peringatan, bumi berguncang dengan hebatnya meluluhlantahkan kota yang terletak di kaki Gunung Vesuvius, Italia.  Bangunan, patung-patung besar yang terbuat dari perunggu retak, termasuk juga kuil-kuil para dewa tidak selamat dari gempa dahsyat tersebut. Seluruh penduduk bertanya-tanya apa gerangan yang terjadi, sebagian lagi berkata sang dewa menunjukkan amarahnya. Sedangkan lainnya yang sibuk mencari sanak keluarga mereka.  Saat itu seisi kota dicekam ketakutan yang amat sangat, terlebih banyak dari hewan-hewan peliharaan mereka seperti domba yang tiba-tiba mati.

Terkait peristiwa tersebut, seorang filsuf, Seneca menuliskan kesaksian dan telaahnya. Menurut anggapannya udara yang terperangkap dalam Bumi adalah penyebab gempa besar tersebut. Ketika udara bergerak dalam tanah, ia akan menyebabkan tremor dan melepas uap beracun. Uap tersebut yang mungkin membunuh domba-domba itu.  




Setelah kehancuran tersebut, Pompeii masih tetap bangkit. Kali ini Pompeii dibangun dengan lebih megah, lebih indah, dan lebih modern. Para warganya sudah mulai melupakan bencana yang pernah menimpa kota mereka. Kehidupan mulai berubah, kemegahan dan keindahan kota membuat para penduduknya mulai lupa diri. Rumah-rumah bordil mulai kembali beroperasi, dan kali ini lebih besar dan lebih luas dari sebelumnya. Dunia malam pun semakin semarak, pergaulan bebas, mabuk-mabukan, tukar-tukar pasangan seolah jadi pemandangan yang biasa setiap harinya. 





Namun semua kemegahan itu hanya bertahan hingga 17 tahun, pada 24 Agustus 79, Gunung Vesuvius mengeluarkan segala amarahnya. Letusannya cukup dahsyat dengan diiringi oleh awan panas, hujan batu, dan abu yang membara seperti arang. Pompei akhirnya binasa oleh kemarahan alam, mengubur kota itu dan penduduknya untuk selama-lamanya, sampai ditemukan kembali secara tidak sengaja setelah 1600 tahun kemudian. 


Baca lagi : Pompeii Kota Maksiat yang dihancurkan Allah 



loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inilah tanda-tanda awal kehancuran Pompeii"

Posting Komentar

loading...