Cendet, si predator kecil yang bersuara merdu

Banyak orang menganggap burung pemangsa/predator itu rata-rata memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari jenis lainnya. Anggapan tersebut mungkin ada benarnya, coba perhatikan ukuran tubuh elang atau alap-alap. Dengan ukurannya tersebut, mereka bahkan mendominasi puncak rantai makanan. Namun tahukah anda, bahwa ada spesies burung kecil yang memiliki sifat sebagaimana burung predator? Spesies tersebut adalah cendet yang juga terkenal dengan kicauannya yang merdu.

cendet




Cendet atau dalam literatur perburungan Indonesia dikenal dengan nama Bentet kelabu adalah jenis burung yang memiliki ukuran tubuh sebesar kutilang. Dengan bulu-bulu yang didominasi warna putih, coklat, hitam dan ekornya yang panjang. Paruh pendek dan tebal dengan ujung berkait yang digunakannya untuk mengoyak daging. 

Tapi jangan tertipu oleh penampilannya yang biasa-biasa saja, karena burung yang mempunyai nama latin Lanius schach ini mempunyai kemampuan mengintai yang cukup menakjubkan. Dalam berburu, mereka akan bertengger di puncak pohon atau dahan pohon yang tertinggi untuk mengamati wilayah yang diklaim sebagai kekuasaan mereka. 




Cendet tidak pilih-pilih makanan seperti halnya jenis burung lainnya. Mereka akan memangsa serangga, hewan bahkan burung-burung kecil yang melintasi wilayahnya. Serangga seperti belalang, jangkrik, kumbang , hingga kadal, kodok, tikus, bahkan burung-burung kecil lainnya akan menjadi makanan utama yang membangkitkan selera.  


Dalam perburuannya, tak jarang burung ini akan melakukan atraksi akrobatiknya di udara untuk menangkap mangsanya. Perilaku unik lainnya adalah setelah mangsa didapatkan, mereka akan menancapkan tubuh mangsanya itu pada sebuah duri di pohon atau pagar sebelum kemudian mengoyaknya dengan paruhnya yang tajam. 


Cendet yang menancapkan mangsanya ke duri

Bentet kelabu adalah jenis burung yang tersebar mulai dari Iran hingga Papua (Indonesia), dan karena luasnya area cakupan penyebarannya, sampai saat ini para ahli belum bisa menyepakati berapa jumlah populasi yang sebenarnya. Mereka yakin bahwa populasi burung ini hingga kini masih belum terancam. 


Meski demikian, di Indonesia burung bentet kelabu cukup dikenal sebagai burung peliharaan bersuara merdu yang banyak ditangkapi dan dijual di pasar-pasar burung. Kalau perburuan dan penangkapan liar terhadap burung unik ini tidak terkontrol, bukan tidak mungkin populasinya di alam liar Indonesia akan semakin berkurang.

[ Dapatkan beragam informasi seputar dunia burung kicauan di ] www.tabloidburung.com


Banyak orang menganggap burung pemangsa/predator itu rata-rata memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari jenis lainnya. Anggapan tersebut mungkin ada benarnya, coba perhatikan ukuran tubuh elang atau alap-alap. Dengan ukurannya tersebut, mereka bahkan mendominasi puncak rantai makanan. Namun tahukah anda, bahwa ada spesies burung kecil yang memiliki sifat sebagaimana burung predator? Spesies tersebut adalah cendet yang juga terkenal dengan kicauannya yang merdu.

cendet




Cendet atau dalam literatur perburungan Indonesia dikenal dengan nama Bentet kelabu adalah jenis burung yang memiliki ukuran tubuh sebesar kutilang. Dengan bulu-bulu yang didominasi warna putih, coklat, hitam dan ekornya yang panjang. Paruh pendek dan tebal dengan ujung berkait yang digunakannya untuk mengoyak daging. 

Tapi jangan tertipu oleh penampilannya yang biasa-biasa saja, karena burung yang mempunyai nama latin Lanius schach ini mempunyai kemampuan mengintai yang cukup menakjubkan. Dalam berburu, mereka akan bertengger di puncak pohon atau dahan pohon yang tertinggi untuk mengamati wilayah yang diklaim sebagai kekuasaan mereka. 




Cendet tidak pilih-pilih makanan seperti halnya jenis burung lainnya. Mereka akan memangsa serangga, hewan bahkan burung-burung kecil yang melintasi wilayahnya. Serangga seperti belalang, jangkrik, kumbang , hingga kadal, kodok, tikus, bahkan burung-burung kecil lainnya akan menjadi makanan utama yang membangkitkan selera.  


Dalam perburuannya, tak jarang burung ini akan melakukan atraksi akrobatiknya di udara untuk menangkap mangsanya. Perilaku unik lainnya adalah setelah mangsa didapatkan, mereka akan menancapkan tubuh mangsanya itu pada sebuah duri di pohon atau pagar sebelum kemudian mengoyaknya dengan paruhnya yang tajam. 


Cendet yang menancapkan mangsanya ke duri

Bentet kelabu adalah jenis burung yang tersebar mulai dari Iran hingga Papua (Indonesia), dan karena luasnya area cakupan penyebarannya, sampai saat ini para ahli belum bisa menyepakati berapa jumlah populasi yang sebenarnya. Mereka yakin bahwa populasi burung ini hingga kini masih belum terancam. 


Meski demikian, di Indonesia burung bentet kelabu cukup dikenal sebagai burung peliharaan bersuara merdu yang banyak ditangkapi dan dijual di pasar-pasar burung. Kalau perburuan dan penangkapan liar terhadap burung unik ini tidak terkontrol, bukan tidak mungkin populasinya di alam liar Indonesia akan semakin berkurang.

[ Dapatkan beragam informasi seputar dunia burung kicauan di ] www.tabloidburung.com


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cendet, si predator kecil yang bersuara merdu"

Posting Komentar