Benarkah bumi akan gelap total di bulan Juni

Sebuah kabar yang cukup mengejutkan muncul dari salah satu website pengematan fenomena alam yang menyebut bahwa bumi akan alami kegelapan total (Black-out) pada tanggal 10 sampai 17 Juni 2016 mendatang.



 Raifh Johnfred dalam blog dan akun sosialnya mengklaim bahwa informasi tersebut dikutipnya dari pemberiaan yang dirilis oleh NASA. Tulisan Raifh itu juga memuat pernyataan bahwa pengumuman fenomena tersebut diungkapkan dalam sebuah konfereni pers di Menlo Park, NASA mengkonfirmasi bahwa selama 8 hari, Matahari tidak akan tampak di bumi. 

Dilansir dari International Business Times, Rabu (4/5), menurut peringatan yang ditulisnya, peristiwa tersebut juga akan menyebabkan dunia mengalami krisis listrik, sehingga penjualan berbagai macam alat penerangan akan meledak di pasaran. Bahkan pria itu juga berani mengklaim, bahwa pada hari kelima akan ada banyak orang yang bunuh diri. 

Ramos Ecle mengaku bukan dia yang membuat berita tersebut, namun ia hanya menyebarkannya kembali, namun ia tidak menyebutkan sumber aslinya. Menurutnya, terhalangnya sinar matahari adalah sebagai akibat badai matahari yang menyebabkan debu dan puing-puing angkasa luar memblokir 90 persen cahaya ke Bumi. 

International Business Time menyebutkan bahwa dalam peringatan yang ditulis dalam Facebooknya, ia juga mengklaim telah menghubungi juru bicara dari Nasa, Charles Frank Bolden dan berkata bahwa Bolden tidak bereaksi apa-apa.

Sementara itu, sebuah website lain, Wafflesatnoon membantah kabar tersebut, menurut mereka badai matahari tidak akan mengakibatkan bumi gelap gulita, meskipun hal itu bisa menyebabkan terganggunya aliran listrik lantaran rusaknya trafo-trafo pembangkit listrik. 

Skymetweather juga menyebutkan bahwa rumor yang sama pernah beredar pada bulan November 2015 yang menyebutkan bahwa bumi akan mengalami kegelapan selama 15 hari. Namun kabar tersebut nyatanya tidak terbukti. 

Sebuah kabar yang cukup mengejutkan muncul dari salah satu website pengematan fenomena alam yang menyebut bahwa bumi akan alami kegelapan total (Black-out) pada tanggal 10 sampai 17 Juni 2016 mendatang.



 Raifh Johnfred dalam blog dan akun sosialnya mengklaim bahwa informasi tersebut dikutipnya dari pemberiaan yang dirilis oleh NASA. Tulisan Raifh itu juga memuat pernyataan bahwa pengumuman fenomena tersebut diungkapkan dalam sebuah konfereni pers di Menlo Park, NASA mengkonfirmasi bahwa selama 8 hari, Matahari tidak akan tampak di bumi. 

Dilansir dari International Business Times, Rabu (4/5), menurut peringatan yang ditulisnya, peristiwa tersebut juga akan menyebabkan dunia mengalami krisis listrik, sehingga penjualan berbagai macam alat penerangan akan meledak di pasaran. Bahkan pria itu juga berani mengklaim, bahwa pada hari kelima akan ada banyak orang yang bunuh diri. 

Ramos Ecle mengaku bukan dia yang membuat berita tersebut, namun ia hanya menyebarkannya kembali, namun ia tidak menyebutkan sumber aslinya. Menurutnya, terhalangnya sinar matahari adalah sebagai akibat badai matahari yang menyebabkan debu dan puing-puing angkasa luar memblokir 90 persen cahaya ke Bumi. 

International Business Time menyebutkan bahwa dalam peringatan yang ditulis dalam Facebooknya, ia juga mengklaim telah menghubungi juru bicara dari Nasa, Charles Frank Bolden dan berkata bahwa Bolden tidak bereaksi apa-apa.

Sementara itu, sebuah website lain, Wafflesatnoon membantah kabar tersebut, menurut mereka badai matahari tidak akan mengakibatkan bumi gelap gulita, meskipun hal itu bisa menyebabkan terganggunya aliran listrik lantaran rusaknya trafo-trafo pembangkit listrik. 

Skymetweather juga menyebutkan bahwa rumor yang sama pernah beredar pada bulan November 2015 yang menyebutkan bahwa bumi akan mengalami kegelapan selama 15 hari. Namun kabar tersebut nyatanya tidak terbukti. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Benarkah bumi akan gelap total di bulan Juni"

Posting Komentar