Foto-foto yang terlalu menyedihkan untuk dilihat

Kehidupan manusia di dunia dipenuhi oleh beragam peristiwa, baik yang menyenangkan maupun yang membuat kita bersedih. Sejarah dunia mengukir semua peristiwa tersebut dalam lembaran foto-foto. Dari foto-foto itu lah kita dapat menyaksikan bagaimana manusia bisa sangat kejam dan tidak peduli terhadap sesamanya. 





Berikut beberapa foto yang terlalu menyedihkan untuk dilihat. 

1. Penjara perempuan di Mongolia 

Ketika pertama kali diterbitkan dalam majalah National Geographic tahun 1913 dan sempat menghebohkan dunia pada waktu itu. Foto yang diambil oleh Stefan Passe seorang fotografer di Mongolia menggambarkan bagaimana orang-orang Mongolia jaman dahulu menghukum mereka yang telah melanggar adat maupun yang berbuat jahat. 

Penjara perempuan


Seorang wanita tampak dipasung dalam sebuah penjara kayu dan dibiarkan hingga mati kelaparan. Tidak diketahui apa kesalahannya sehingga harus mendapatkan hukuman yang demikian tragisnya. 

2. Bocah Shanghai 

Pada tahun 1937 ketika dunia masih dilanda Perang Dunia ke II, terjadi perang Sino-Jepang. Tak lama setelahnya, Jepang memutuskan untuk menyerang China dalam rangka mengusir brigade tentara China yang ada di Sungai Whampoo, Shanghai. Pihak Jepang mengumumkan bahwa serangan akan dilakukan pada tanggal 23 Agustus 1937 dan para wartawan pun bergegas untuk mengabadikan momen tersebut. 

Akan tetapi setelah hari H, Jepang justru tidak melakukan serangan ke markas militer, melainkan menyerang sebuah stasiun kereta api yang saat itu terdapat sekitar 1.800 penduduk yang sedang menunggu dievakuasi. 

Dalam peristiwa penyerangan tersebut, 1.500 nyawa melayang yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak. Jepang mengakui kalau mereka salah tanggap karena mengira kerumunan pengungsi itu adalah bala tentara Cina. 

Bocah Shanghai


Pada saat yang sama, seorang fotografer bernama H.S Wong melihat pemandangan yang memilukan. Ia melihat seorang bayi terlantar dengan muka penuh luka di rek kereta api setelah peristiwa serangan tersebut. Wong pun mendudukan bayi itu di peron untuk menyelamatkan bayi-bayi lainnya. Tak lupa, Ia pun mendokumentasikan kejadian itu dengan kameranya. 

Pihak Jepang meradang ketika foto jepretan Wong beredar di seluruh dunia. Mereka pun menjadikan Wong sebagai buronan, dan bersedia membayar mahal bagi siapa saja yang berhasil membunuh Wong. Namun Wong berhasil dievakuasi ke Hong Kong dan mendapat perlindungan dari Pasukan Inggris. 

3. Tangisan bocah serdadu 

Perang hanya menyisakan tangis dan kepedihan bagi semua orang. Banyak orang tak bersalah yang kehilangan sanak keluarga mereka. Tak terkecuali bagi remaja berusia 16 tahun dalam foto ini. Remaja yang bernama Hans Georg Henke adalah seorang serdadu cilik dari pasukan Hitler Youth. Pada masa itu, Adolf Hitler mengumpulkan para pemuda untuk dijadikan pasukan. 

Tangisan bocah serdadu


Foto di atas diambil pada tanggal 1 Mei 1945, yaitu tepat satu hari sebelum Jerman menyerah. Remaja tersebut tampaknya menangisi tragedi perang yang berkepanjangan di negerinya atau mungkin juga karena terlalu rindu ingin bertemu keluarga atau adik-adiknya. Bahkan seragamnya saja terlalu kebesaran untuknya. Bukti bahwa perang tidak menghasilkan apa-apa, selain kepedihan dan kehancuran. 

4. Pemisahan Berlin 

13 Agustus 1961 adalah hari yang tak akan pernah dilupakan oleh semua warga Jerman. Pada hari itu pemerintah Jerman membentangkan kawat berduri untuk memisahkan kota berlin menjadi dua. Pemisahan ini tentu sangat menyedihkan bagi mereka yang memiliki saudara, kerabat atau teman di dua bagian yang terpisah terutama setelah dibangunnya tembok Berlin yang terkenal itu. 

Mereka yang berada di Jerman bagian timur dilarang pergi ke Barat, begitu pun sebaliknya. Untuk menjaga keadaan, para tentara ditempatkan di masing-masing perbatasan tersebut. 

Pemisahan Berlin


Dalam sebuah foto tampak seorang tentara yang sedang mengawasi keadaan sekitar untuk menyelamatkan seorang bocah kecil. Anak laki-laki itu terlihat sedang merentangkan tangannya seperti minta digendong untuk dibawa melewati kawat yang penuh duri itu. Sepertinya bocah tersebut terpisah dari orang tuanya.

Tentara itu sebenarnya tahu bahwa ia dilarang memindahkan anak tersebut, namun hatinya berkata lain. Lantaran tidak tega ia pun mengangkat anak tersebut lalu membiarkannya bersatu dengan keluarganya. Setelah foto ini beredar, tentara itu kemudian dinonaktifkan dari tugasnya dan tidak diketahui hukuman apa yang akan dijalaninya. 

5. Kakak beradik Nagasaki 

Foto yang diambil seorang fotografer asal Amerika Serikat ini menggambatkan peristiwa yang terjadi setelah pengeboman Nagasaki. Joe O'Donnel sang fotografer menyaksikan langsung kejadian tersebut yang membuatnya mengalami depresi bertahun-tahun. Menurut anak dari Joe, foto inilah yang paling mempengaruhi kejiwaan ayahnya dibandingkan foto lainnya. 

Foto-foto yang terlalu menyedihkan untuk dilihat


Dalam foto tersebut tampak seorang anak lelaki yang berdiri tegap sambil menggendong bayi kecil yang tampak lunglai. Rupanya, bayi dalam gendongan sang kakak itu telah meninggal dunia. Sementara sang kakak sedang menggendongnya untuk membawa jasad adiknya itu ke tempat krematorium. 

Sebelum tubuh adiknya dikremasi, anak ini berdiri dengan sikap tegak dan hormat sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi sang adik. Anak lelaki ini tampak tegar dan menolak untuk menangis meskipun telah kehilangan anggota terakhir yang dimilikinya. Dalam sejarah dunia, peristiwa pengeboman Nagasaki adalah serangan paling mematikan yang pernah dilakukan oleh manusia. 


Kehidupan manusia di dunia dipenuhi oleh beragam peristiwa, baik yang menyenangkan maupun yang membuat kita bersedih. Sejarah dunia mengukir semua peristiwa tersebut dalam lembaran foto-foto. Dari foto-foto itu lah kita dapat menyaksikan bagaimana manusia bisa sangat kejam dan tidak peduli terhadap sesamanya. 





Berikut beberapa foto yang terlalu menyedihkan untuk dilihat. 

1. Penjara perempuan di Mongolia 

Ketika pertama kali diterbitkan dalam majalah National Geographic tahun 1913 dan sempat menghebohkan dunia pada waktu itu. Foto yang diambil oleh Stefan Passe seorang fotografer di Mongolia menggambarkan bagaimana orang-orang Mongolia jaman dahulu menghukum mereka yang telah melanggar adat maupun yang berbuat jahat. 

Penjara perempuan


Seorang wanita tampak dipasung dalam sebuah penjara kayu dan dibiarkan hingga mati kelaparan. Tidak diketahui apa kesalahannya sehingga harus mendapatkan hukuman yang demikian tragisnya. 

2. Bocah Shanghai 

Pada tahun 1937 ketika dunia masih dilanda Perang Dunia ke II, terjadi perang Sino-Jepang. Tak lama setelahnya, Jepang memutuskan untuk menyerang China dalam rangka mengusir brigade tentara China yang ada di Sungai Whampoo, Shanghai. Pihak Jepang mengumumkan bahwa serangan akan dilakukan pada tanggal 23 Agustus 1937 dan para wartawan pun bergegas untuk mengabadikan momen tersebut. 

Akan tetapi setelah hari H, Jepang justru tidak melakukan serangan ke markas militer, melainkan menyerang sebuah stasiun kereta api yang saat itu terdapat sekitar 1.800 penduduk yang sedang menunggu dievakuasi. 

Dalam peristiwa penyerangan tersebut, 1.500 nyawa melayang yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak. Jepang mengakui kalau mereka salah tanggap karena mengira kerumunan pengungsi itu adalah bala tentara Cina. 

Bocah Shanghai


Pada saat yang sama, seorang fotografer bernama H.S Wong melihat pemandangan yang memilukan. Ia melihat seorang bayi terlantar dengan muka penuh luka di rek kereta api setelah peristiwa serangan tersebut. Wong pun mendudukan bayi itu di peron untuk menyelamatkan bayi-bayi lainnya. Tak lupa, Ia pun mendokumentasikan kejadian itu dengan kameranya. 

Pihak Jepang meradang ketika foto jepretan Wong beredar di seluruh dunia. Mereka pun menjadikan Wong sebagai buronan, dan bersedia membayar mahal bagi siapa saja yang berhasil membunuh Wong. Namun Wong berhasil dievakuasi ke Hong Kong dan mendapat perlindungan dari Pasukan Inggris. 

3. Tangisan bocah serdadu 

Perang hanya menyisakan tangis dan kepedihan bagi semua orang. Banyak orang tak bersalah yang kehilangan sanak keluarga mereka. Tak terkecuali bagi remaja berusia 16 tahun dalam foto ini. Remaja yang bernama Hans Georg Henke adalah seorang serdadu cilik dari pasukan Hitler Youth. Pada masa itu, Adolf Hitler mengumpulkan para pemuda untuk dijadikan pasukan. 

Tangisan bocah serdadu


Foto di atas diambil pada tanggal 1 Mei 1945, yaitu tepat satu hari sebelum Jerman menyerah. Remaja tersebut tampaknya menangisi tragedi perang yang berkepanjangan di negerinya atau mungkin juga karena terlalu rindu ingin bertemu keluarga atau adik-adiknya. Bahkan seragamnya saja terlalu kebesaran untuknya. Bukti bahwa perang tidak menghasilkan apa-apa, selain kepedihan dan kehancuran. 

4. Pemisahan Berlin 

13 Agustus 1961 adalah hari yang tak akan pernah dilupakan oleh semua warga Jerman. Pada hari itu pemerintah Jerman membentangkan kawat berduri untuk memisahkan kota berlin menjadi dua. Pemisahan ini tentu sangat menyedihkan bagi mereka yang memiliki saudara, kerabat atau teman di dua bagian yang terpisah terutama setelah dibangunnya tembok Berlin yang terkenal itu. 

Mereka yang berada di Jerman bagian timur dilarang pergi ke Barat, begitu pun sebaliknya. Untuk menjaga keadaan, para tentara ditempatkan di masing-masing perbatasan tersebut. 

Pemisahan Berlin


Dalam sebuah foto tampak seorang tentara yang sedang mengawasi keadaan sekitar untuk menyelamatkan seorang bocah kecil. Anak laki-laki itu terlihat sedang merentangkan tangannya seperti minta digendong untuk dibawa melewati kawat yang penuh duri itu. Sepertinya bocah tersebut terpisah dari orang tuanya.

Tentara itu sebenarnya tahu bahwa ia dilarang memindahkan anak tersebut, namun hatinya berkata lain. Lantaran tidak tega ia pun mengangkat anak tersebut lalu membiarkannya bersatu dengan keluarganya. Setelah foto ini beredar, tentara itu kemudian dinonaktifkan dari tugasnya dan tidak diketahui hukuman apa yang akan dijalaninya. 

5. Kakak beradik Nagasaki 

Foto yang diambil seorang fotografer asal Amerika Serikat ini menggambatkan peristiwa yang terjadi setelah pengeboman Nagasaki. Joe O'Donnel sang fotografer menyaksikan langsung kejadian tersebut yang membuatnya mengalami depresi bertahun-tahun. Menurut anak dari Joe, foto inilah yang paling mempengaruhi kejiwaan ayahnya dibandingkan foto lainnya. 

Foto-foto yang terlalu menyedihkan untuk dilihat


Dalam foto tersebut tampak seorang anak lelaki yang berdiri tegap sambil menggendong bayi kecil yang tampak lunglai. Rupanya, bayi dalam gendongan sang kakak itu telah meninggal dunia. Sementara sang kakak sedang menggendongnya untuk membawa jasad adiknya itu ke tempat krematorium. 

Sebelum tubuh adiknya dikremasi, anak ini berdiri dengan sikap tegak dan hormat sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi sang adik. Anak lelaki ini tampak tegar dan menolak untuk menangis meskipun telah kehilangan anggota terakhir yang dimilikinya. Dalam sejarah dunia, peristiwa pengeboman Nagasaki adalah serangan paling mematikan yang pernah dilakukan oleh manusia. 


Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Foto-foto yang terlalu menyedihkan untuk dilihat"

  1. Ayo bergabung dan ajak teman kalian sebanyak-banyak nya
    nikmati bonus referal hingga 5% dari kami
    Ayo tunggu apa lagi bergabung dengan Agens128.org
    Agen128 , agen betting online terbaik dan terpercaya
    mainkan juga permainan baru dari kami yaitu balap kuda dan balap anjing
    kunjungi http://www.s128agen.com/permainan-terbaru-balap-anjing-dan-balap-kuda-s128.htm
    untuk penjelasan nya

    untuk infor lebih lanjut bisa melihat website atau menghubungi kami di :
    BBM : D8B84EE1
    Line id : agens1288
    WhatsApp : 0878-6720-2559
    link : www.s-1-2-8-a-g-e-n.net

    BalasHapus
  2. Ayo uji keberuntungan mu dengan memainkan Togel
    nikmati diskon pasangan yang hingga 65% hanya di web togel kami
    ayo tunggu apa lagi , prediksi?? bisa ditanyakan bosku
    Jangan lupa bergabunglah dengan kami Agen-S128

    untuk infor lebih lanjut bisa melihat website atau menghubungi kami di :
    pin BBM : D8B84EE1
    whatsapp : 087867202559
    link : www.s128agen.net
    Line id : agens1288

    BalasHapus