Penemuan dua jasad lelaki berpelukan di Pompeii, bukti bahwa mereka kaum gay?!

Beberapa waktu yang lalu ditemukan jasad dua manusia yang telah membatu dalam posisi berpelukan. Jasad tersebut diawetkan oleh debu dari letusan gunung yang menerjang Pompeii pada 79 Masehi, Dalam bencana alam terhebat tersebut, Kota Pompeii luluh lantak dan ribuan orang kehilangan nyawanya. 



Semenjak penemuan dua jasad pasangan yang dijuluki "The Two Maidens" itu, beberapa penelitian pun dilakukan untuk mengetahui lebih banyak mengenai mereka. Sejarah Pompeii

Dalam pemindaian CT dan pengujian DNA pada jasad pasangan yang saling berpelukan itu ditemukan fakta mengejutkan, yaitu keduanya ternyata berjenis kelamin lelaki,  berbeda dari julukannya "Maiden" yang lebih mengacu pada wanita. 

Dilansir dari Daily Mail, hubungan emosi di antara keduanya tidak akan pernah diketahui, namun yang jelas, para ilmuwan telah mengetahui bahwa mereka bukan kerabat. Menurut para ahli, bukan tidak mungkin kalau kedua pria itu adalah sepasang kekasih, apalagi Pompeii terkenal sebagai kota yang penuh maksiat. 



Pompeii disebut sebagai "kota maksiat" setelah ekskavasi yang dimulai pada akhir abad ke 16, di mana ditemukan banyak jasad-jasad manusia yang telah membatu. Ditemukan pula lanskap kota,mulai dari bangunan, simbol-simbol misterius, rumah-rumah mewah milik bangsawan, roti yang masih berada dalam ovennya, serta rumah-rumah pelacuran yang penuh fresko erotis dan patung-patung mesum. 

Menurut perkiraan para ahli, ada lebih dari 35 rumah bordil di seantero Pompeii, yang dicirikan dengan lukisan pada dindingnya maupun fresko erotis. Itu sebabnya pula, kemudian Kota Pompeii dijuluki sebagai kota maksiat, yang binasa oleh kemurkaan Tuhan.  

Baca lagi:
Inilah tanda-tanda kehancuran Pompeii

Pompeii, kota maksiat yang dihancurkan Allah

Semoga manfaat
Beberapa waktu yang lalu ditemukan jasad dua manusia yang telah membatu dalam posisi berpelukan. Jasad tersebut diawetkan oleh debu dari letusan gunung yang menerjang Pompeii pada 79 Masehi, Dalam bencana alam terhebat tersebut, Kota Pompeii luluh lantak dan ribuan orang kehilangan nyawanya. 



Semenjak penemuan dua jasad pasangan yang dijuluki "The Two Maidens" itu, beberapa penelitian pun dilakukan untuk mengetahui lebih banyak mengenai mereka. Sejarah Pompeii

Dalam pemindaian CT dan pengujian DNA pada jasad pasangan yang saling berpelukan itu ditemukan fakta mengejutkan, yaitu keduanya ternyata berjenis kelamin lelaki,  berbeda dari julukannya "Maiden" yang lebih mengacu pada wanita. 

Dilansir dari Daily Mail, hubungan emosi di antara keduanya tidak akan pernah diketahui, namun yang jelas, para ilmuwan telah mengetahui bahwa mereka bukan kerabat. Menurut para ahli, bukan tidak mungkin kalau kedua pria itu adalah sepasang kekasih, apalagi Pompeii terkenal sebagai kota yang penuh maksiat. 



Pompeii disebut sebagai "kota maksiat" setelah ekskavasi yang dimulai pada akhir abad ke 16, di mana ditemukan banyak jasad-jasad manusia yang telah membatu. Ditemukan pula lanskap kota,mulai dari bangunan, simbol-simbol misterius, rumah-rumah mewah milik bangsawan, roti yang masih berada dalam ovennya, serta rumah-rumah pelacuran yang penuh fresko erotis dan patung-patung mesum. 

Menurut perkiraan para ahli, ada lebih dari 35 rumah bordil di seantero Pompeii, yang dicirikan dengan lukisan pada dindingnya maupun fresko erotis. Itu sebabnya pula, kemudian Kota Pompeii dijuluki sebagai kota maksiat, yang binasa oleh kemurkaan Tuhan.  

Baca lagi:
Inilah tanda-tanda kehancuran Pompeii

Pompeii, kota maksiat yang dihancurkan Allah

Semoga manfaat

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penemuan dua jasad lelaki berpelukan di Pompeii, bukti bahwa mereka kaum gay?!"

Posting Komentar